Analisis

Analisis Musim 2018: High Pressing di Sisi Lapangan dan Blok Menengah Compact

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Selama Liga 2 musim 2018, pertahanan PSS memiliki catatan yang cukup baik. Anak asuh Seto Nurdiyantoro hanya kebobolan 20 gol dari 31 pertandingan dengan rincian 15 kali kebobolan di babak grup dan 5 kali kebobolan di babak 8 besar hingga partai final. Bagaimana pendakatan strategi dan taktik yang dilakukan PSS saat tidak menguasai bola?

Saat tidak menguasai bola, PSS akan mencoba merebut bola dari lawan dan menghambat serangan lawan melalui pressing Β dan membentuk blok bertahan yang compact. Bagaimana garis besar skema pressing dan blok bertahan yang diterapkan PSS selama putaran pertama Liga 2, Wilayah Timur?

PSS akan melakukan pressing di sepertiga akhir untuk mengganggu proses bangun serangan lawan. Secara umum, skema pressing yang dilakukan PSS dimulai oleh Tambun yang akan menekan bek tengah lawan. Dalam melakukan pressing kepada bek tengah lawan yang membawa bola, Tambun juga menutup jalur umpan ke bek tengah lawan lainnya yang tidak membawa bola. Dave, Ichsan, dan Arie Sandy melakukan man-marking pada pemain tengah lawan.

Hal ini menyebabkan hanya jalur umpan pada fullback lawan yang terbuka. Saat pembawa bola melepaskan umpan pada fullback lawan di sisi lapangan, Lastori atau Budi akan melakukan pressing secara agresif. Pressing yang mengakibatkan lawan tidak banyak memiliki waktu untuk mengontrol bola dan melepaskan umpan dengan baik. Dari skema ini diharapkan PSS mampu merebut bola di sepertiga lawan atau kembali menguasai bola saat lawan melakukan salah umpan.

Gambar 1. Skema Pressing PSS di sisi lapangan

Saat tidak melakukan pressing di sepertiga akhir, PSS akan membentuk blok bertahan compact dengan formasi 4-1-4-1 atau 4-5-1 untuk menahan serangan lawan. Pada blok bertahan ini, para pemain akan melakukan pressing yang berorientasi ke lawan. Artinya, para pemain akan melakukan pressing ke lawan yang masuk ke zonanya atau berada dekat dengannya.

Gambar 2. Blok Pertahanan PSS

Dave dan Ichsan akan melakukan penjagaan kepada dua pemain tengah lawan. Namun, penjagaan yang dilakukan tidak terlalu ketat. Mereka hanya akan bergerak untuk mendapatkan akses pressing atau melakukan pressing secara ketat apabila lawan berada dekat dengan blok pertahanan yang dibentuk oleh PSS. Hal ini dilakukan untuk menjaga compactness blok pertahanan. Sedangkan Arie Sandy akan melakukan penjagaan secara ketat pada lawan yang berada di ruang antar lini untuk membatasi lawan membangun serangan.

Masalah yang sering muncul pada fase ini adalah penempatan posisi pemain di lini tengah PSS untuk mendapatkan akses pressing. Hal ini membuat sering terlambatnya lini tengah PSS untuk melakukan pressing pada pemain yang dijaganya. Namun, cukup tangguhnya lini belakang Super Elja masih mampu mengantisipasi serangan lawan saat hal tersebut terjadi.

Menggunakan dua pendekatan di atas, PSS mampu meminimalkan serangan yang dibangun oleh lawan. Selama mengarungi Liga 2, melalui situasi open play, tim Super Elja total menerima 207 tembakan dengan rincian 117 tembakan dari dalam kotak penalti dan 90 dari luar kotak penalti.

Dari 117 tembakan yang dilepaskan lawan di dalam kotak penalti PSS, hanya 16 tembakan yang berhasil menjadi gol. Dari total 20 kebobolan yang dialami oleh PSS, 19 gol berasal dari tembakan di dalam kotak penalti (2 gol penalti dan satu gol bunuh diri), dan 1 gol berasail dari tembakan di luar kotak penalti.

Melalui pendekatan-pendekatan strategi yang telah dibahas di atas, PSS berhasil keluar sebagai juara Liga 2. Racikan strategi dan taktik dari Seto yang tidak hanya mampu dijalankan dengan baik oleh pemain, tetapi juga mampu mengeluarkan potensi dan kemampuan terbaik para pemain. Super Elang Jawa mampu tampil dominan, saat menguasai bola dan saat tidak menguasai bola.

Sebuah perjuangan yang mampu melepas dahaga 11 tahun berkompetisi di level tertinggi sepak bola Indonesia. Persiapan dan peningkatan permainan adalah wajib hukumnya untuk menyambut Liga 1 2019. Siap, Coach Seto?

 

(Artikel ini merupakan bagian pertama dari analisis tim PSS Sleman musim 2018)

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.