Analisis

Analisis Musim 2018: Possession Progressive dan Pemanfaatan Area Flank

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman tetap menggunakan formasi dasar 4-3-3 saat menguasai bola meski harus berganti pelatih dari Heri Kiswanto ke Seto Nurdiyantoro. Namun, terdapat sedikit detail berbeda saat membangun serangan (build up). Seto mencoba menerapkan Possession Progressive dalam membangun serangan.

Artinya Seto menginginkan anak asuhnya untuk mencoba membangun serangan dari lini ke lini secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan penguasaan bola. Pendekatan ini sedikit berbeda dengan yang coba diterapkan oleh Herkis. Bersama Herkis, PSS lebih banyak mengandalkan serangan cepat dengan mengandalkan umpan-umpan vertikal, melalui umpan pendek atau umpan panjang melambung, khususnya melalui area flank atau sisi lapangan.

Tetap mencoba memanfaatkan area flank, pendekatan Possession Progressive yang diterapkan Seto membawa perubahan pada proses bangun serangan dan penciptaan peluang tim Super Elja. Lini belakang yang biasanya diisi oleh Gufron dan Ikhwan lebih sabar dalam memulai serangan. Pada fase bangun serangan, kedua fullback, Bagus N dan A.P. Dewa akan mengambil posisi awal rendah untuk membantu sirkulasi bola di lini belakang. Hal ini dilakukan sambil mencari celah untuk memberikan bola kepada Arie Sandy/Bang Juki atau Dave di lini tengah.

Dave sering turun mendampingi Arie Sandy/Bang Juki dalam proses bangun serangan. Kemampuan Dave dalam membagi bola sangat dibutuhkan PSS dalam fase membangun serangan ini. Selain itu, turunnya Dave untuk membantu proses bangun serangan juga membantu tim menstabilkan pengausaan bola. Dengan enam pemain yang terlibat, apabila bangun serangan PSS gagal, terdapat enam pemain yang bersiap untuk bertahan.

Ichsan Pratama menempati posisi lebih depan di lini tengah dibandingkan pemain lainnya. Ichsan akan bergerak secara horizontal di ruang antar lini untuk menjadi opsi umpan progresif bagi para pemain lain yang sedang membangun serangan. Selain itu, Ichsan juga akan mencoba memanfaatkan ruang di area flank saat fullback lawan menjaga dan mengikuti pergerakan pemain sayap PSS yang bergerak turun.

Gambar 1. Proses bangun serangan PSS di putaran 1 Liga 2, Wilayah Timur

Saat penguasaan bola di lini pertama sudah stabil dan bisa menemukan Dave atau Arie Sandy / Bang Juki di lini tengah, Bagus N akan bergerak naik di sisi lapangan. Hal ini diikuti dengan masuknya Lastori dari sisi kanan ke area yang lebih dalam untuk memberikan ruang bagi Bagus  di flank kanan. Kemudian Dave akan menentukan orientasi progres serangan, umumnya bola akan diumpan ke area flank. Di flank kanan, Bagus N, Lastori, dan Ichsan akan melakukan kombinasi umpan untuk menembus pertahanan lawan. Sedangkan apabila serangan diarahkan ke flank kiri, A.P. Dewa, Rangga, dan Ichsan yang akan mencoba melakukan kombinasi umpan.

Gambar 2. Kombinasi umpan yang dilakukan PSS di flank kanan untuk menembus lini belakang lawan

Saat kombinasi umpan di area flank kanan berhasil menembus pertahanan lawan, Dave akan mengambil posisi lebih ke depan untuk ikut masuk ke kotak penalti atau mengantisipasi second ball di area depan kotak penalti lawan. Namun saat kombinasi umpan di flank kanan mengalami kebuntuan, Dave dan Arie Sandy akan menjadi outlet untuk proses perpindahan serangan ke sisi kiri.

Pada proses perpindahan serangan ini, A.P. Dewa akan mulai lebih terlibat aktif dalam proses serangan PSS. Rangga, A.P. Dewa, dan Dave akan mencoba memanfaat celah yang muncul akibat pergeseran blok pertahanan lawan akibat perpindahan serangan yang dilakukan oleh PSS.

Peran dan kelebihan Gonzales sangat membantu PSS dalam membangun dan menyelesaikan serangan. Saat Ichsan mencoba bergerak melebar, memanfaatkan ruang kosong di area flank, gelandang bertahan lawan akan mengalami dilema.

Apabila memilih menjaga area tengah dan tidak mengikuti Ichsan, PSS bisa meneruskan serangan dengan mengirim bola kepada Ichsan. Jika memilih untuk mengikuti Ichsan, jalur umpan kepada Gonzales akan terbuka. Dengan kemampuan kontrol bolanya, Gonzales bisa menerima bola membelakangi gawang, kemudian meneruskan bola kepada Ichsan di lini tengah atau kepada Rangga atau Lastori di area flank.

Dalam catatan statistik, PSS berhasil memasukkan bola ke kotak penalti lawan dalam situasi open play melalui area flank sebanyak 650 kali. Angka ini berbeda jauh dibandingkan area lain; 167 kali melalui area halfspace dan 70 kali melalui area tengah. Selain itu, kreasi peluang PSS dalam situasi open play juga didominasi melalui area flank, yaitu sebanyak  106 kali.

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bagaimana PSS menggunakan possession progressive dan kombinasi umpan di area flank untuk melakukan serangan. Possession Progressive yang dilakukan saat proses bangun serangan sangat penting untuk memastikan bahwa bola sampai di area flank saat struktur PSS sudah mendukung untuk melakukan kombinasi umpan di area tersebut.

 

(Artikel ini merupakan bagian pertama dari analisis tim PSS Sleman musim 2018)

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.