Cerita

Bang Komar: Saya Loyal Pada PSS

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Manajemen PSS Sleman bergerak cepat dalam mempersiapkan amunisi anyar jelang Liga 1 musim 2019 walaupun kick offnya masih diprediksi akan bergulir pada awal bulan Mei 2019.

Sederet rekrutan anyar meramaikan bursa transfer yang dilakukan oleh PSS Sleman, seperti K.H. Yudo, Jajang Sukmara, Haris Tuharea, Derry Rachman, dan beberapa pemain lainnya.

Setelah adanya rekrutan baru, jajaran pelatih PSS Sleman juga mempersiapkan tim untuk bermain di Piala Indonesia. Serangkaian latihan dilakukan, termasuk pemantapan kondisi fisik pemain yang langsung dipimpin oleh pelatih fisik PSS Sleman, Komarudin.

Namun, setelah mendatangkan beberapa pemain anyar dan mempersiapkan tim untuk mengarungi kompetisi di tahun 2019, berembus kabar yang kurang mengenakkan dari jajaran staf kepelatihan PSS Sleman.

Sang pelatih fisik yang biasanya dipanggil dengan Bang Komar itu dikabarkan mengundurkan diri. Hal tersebut menjadi tanda tanya besar. Banyak yang bertanya-tanya apa alasan Bang Komar mundur dari jabatannya.

Apakah ada sangkut pautnya dengan berita match fixing yang menyudutkan PSS Sleman ataukah ada alasan lainnya? Salah satu alasan lain yang santer diberitakan yaitu ketidakharmonisan hubungan antara Bang Komar dengan manajemen. Benarkah begitu? Kami menemui beliau untuk menemukan jawabannya.

Apa alasan yang membuat Bang Komar sangat mantab mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih fisik di PSS Sleman?

Liga 1 2019 kemungkinan seminggu bermain dua kali sehingga kemungkinan saya tidak bisa meninggalkan tim. Kuliah pagi sampai sore saya tidak pernah bisa mengajar. Saya sudah diberi kelonggaran oleh atasan.

“Terserah Pak Komar sendiri asalkan bisa bagi waktu.” Tetapi saya sendiri belum bisa.

Dulu, karena masih kuliah S3 saya masih bisa membagi waktu pagi dan sore untuk mendampingi latihan karena terhitung izin belajar. Tetapi ketika saya sudah lulus, tidak ada alasan untuk meninggalkan rutinitas mengajar. Situasinya tidak seperti kemarin (musim lalu, red).

Menurut Bang Komar, bagaimana perjalanan yang PSS Sleman lalui pada musim Liga 2 2018 saat berhasil mengangkat trofi?

Intinya, tahun kemarin, PSS Sleman dari sisi tim sudah berusaha maksimal. Materi pemain bagus dan nyatanya kita final bisa mengangkat trofi dengan bermain fight.

Untuk masalah adanya faktor nonteknis atau tidak itu kan masalah tentatif dan sangat relatif. Hampir setiap tim ada, tetapi bisa jadi supaya tidak dikerjai wasit. Jangankan liga profesional, UNY yang bermain di liga amatir saja dikerjain.

Tetapi, faktanya kita kalau main away, juga pernah dikerjain wasit.

 Secara resmi kapan Bang Komar melakoni laga terakhir mendampingi PSS Sleman?

Setelah pertandingan melawan Barito dan sekaligus menjadi match terakhir saya membersamai tim. Setelah coach Seto pulang dari Spanyol, langsung saya sampaikan.

Saya sudah dimintai rekomendasi pelatih fisik. Saya sudah tunjuk pelatih fisik AFF 2018 dari UPI tetapi belum deal dan sepertinya diperpanjang oleh akademi Persib. Ada beberapa nama lagi. Coach Seto yang akan menentukan.

Kalau seperti tahun kemaren saya tidak akan bisa karena situasinya sudah berbeda. Saya akan mengajar di pascasarjana. Jadi semakin banyak kewajiban saya.

Pada media elektronik banyak kabar yang menyebutkan bahwa salah satu faktor mundurnya Bang Komar adalah ketidakharmonisan hubungan dengan manajemen. Bagaimana Bang Komar menanggapi berita tersebut?

Di media sosial memang banyak pro dan kontra. Namun, sudahlah tidak apa-apa. Namanya juga media sosial. Mengenai pergantian manajemen, saya tidak ada masalah dan dengan Bu Retno hubungannya baik.

Bu Retno mau memberi kesempatan saya di U-20, tetapi itu tidak dalam jangka waktu dekat karena fokus Liga 1 dulu baru U-20. Intinya saya tetap loyal di PSS Sleman. Jadi tolong disampaikan saya tetap loyal di PSS karena saya warga Sleman.

Barangkali saya akan terlibat lebih banyak di U-20 karena tidak seketat main di Liga 1. Kemudian kompetisinya hanya home tournament mungkin 1-2 bulan selesai.

Kalau yang Liga 1 kan temponya lama, kurang lebih 1 tahun jadi saya merasa tidak enak dengan PSS dan kantor (UNY, red). Posisi yang tidak maksimal itu kan tidak bagus.

(Wawancara dilakukan pada 30 Januari 2019, sehari sebelum laga leg 2 babak 32 besar Piala Indonesia)

Komentar
CampusBoys UNY

Dapat ditemui di akun @campusboys_UNY

Comments are closed.