Opini

#BonusBosku Itu Biasa Saja, Bosku!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Madura United (31/7), Borneo FC (4/8), Badak Lampung FC (9/8). Itu adalah jadwal pertandingan PSS pada pekan 11-13 di Shopee Liga 1 2019. Tiga pertandingan tandang ke tiga pulau harus dijalani oleh Super Elja, dengan rentang waktu hanya 10 hari.

Ditambah fakta bahwa yang akan dihadapi adalah tim-tim bertabur bintang.  Melihat kenyataan yang ada, rasa pesimis menjadi satu hal yang wajar. PSS seperti sedang menjalani sebuah misi yang tidak mungkin.

Diluar dugaan PSS berhasil membawa pulang 7 poin dari 3 pertandingan tandang tersebut. Capaian yang luar biasa mengingat PSS adalah tim promosi, dan diperkuat oleh skuat seadanya.

Seluruh elemen pendukung PSS bergembira, seolah menyambut sebuah keniscayaan. Di media sosial mulai muncul sebuah movement dengan tagar #BonusBosku. Pergerakan untuk mengumpulkan dana dari Sleman Fans untuk memberikan bonus kepada para pemain PSS.

Sampai pada akhirnya pergerakan ini berhasil mengumpulkan dana sejumlah 241,7 juta yang seluruhnya diberikan kepada pemain PSS. Penyerahan secara simbolis diserahkan seusai pertandingan melawan Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo. Dengan rincian 200 juta untuk tim senior, dan 41,7 juta untuk akademi PSS (U20, U18, U16).

Pergerakan ini mendapat sambutan positif di kancah sepakbola nasional. Berbagai media massa berlomba memberitakan pergerakan ini, dinarasikan sebagai sebuah pergerakan yang positif yang dilakukan oleh suporter kepada klub kesayangannya.

Apakah #Bonusbosku sespesial itu? Jawabannya adalah TIDAK!!

Pergerakan #Bonusbosku adalah hal yang biasa di Sleman, malah saya berani sebut ini adalah hal yang lumrah. Untuk apa kita begitu bangga pada sesuatu yang sudah kita lakukan selama 7 tahun terakhir ini?

Mari saya ajak kalian untuk sedikit bernostalgia, tepatnya di tahun 2012,  tahun dimana Curva Sud Shop (CSS) terbentuk. Di awal pergerakannya, mereka sering menyebut kata “royalti”, yang diartikan sebagai sejumlah dana yang disisihkan khusus untuk PSS. Dana itu didapatkan dari pembelian merchandise resmi BCS.

Royalti yang diberikan CSS kepada PSS tahun 2013 (Sumber: twitter @CS_SHOP1976)

DI tahun 2013, saat PSS berlaga di kompetisi Divisi Utama LPIS (dan menjadi Juara), CSS memberikan bonus 75 juta rupiah kepada Anang Hadi dkk. 75 juta adalah hasil dari penjualan merchandise resmi di Curva Sud Shop selama musim kompetisi 2013.

Pada kompetisi tahun 2014, CSS memberikan 2 set seragam latihan di awal musim. PSS begitu digdaya pada tahun itu. Saat mimpi promosi tinggal beberapa langkah lagi, PSS harus menghadapi hukuman pertandingan usiran tanpa penonton akibat adanya insiden antar suporter.

Adanya hukuman itu membuat BCS membuat pergerakan pembelian tiket tanpa menonton pertandingan (lawan Persiwa dan PSIS). Dari pergerakan itu ditambah penjualan merchandise, CSS memberikan uang sejumlah 70 juta kepada para pemain. Walaupun pada akhirnya PSS tidak bisa menyelesaikan kompetisi karena terlibat skandal sepak bola gajah.

Setelah terpuruk, tahun 2016 PSS mencoba bangkit dan berhasil menjadi Runner Up pada kompetisi ISC B. Atas prestasi itu, CSS (masih melalui royalti dari penjualan merchandise) memberikan bonus sejumlah 50 juta kepada Busari dkk.

Penyerahan Royalti Merchandise dari CSS musim 2016 (Sumber: twitter @PSSleman)

Pada tahun 2017, CSS membuat gebrakan baru dengan mulai memberikan sesuatu berupa barang sehingga bisa digunakan secara nyata untuk pemain PSS. Pada akhirnya, CSS memberikan alat fitness yang kemudian dipergunakan untuk membentuk Elja Lab.

Di akhir kompetisi tahun 2017, CSS memberikan bonus uang kepada pemain senior dan PSS U17 (yang berhasil masuk semifinal Piala Soeratin Nasional) sejumlah 200 juta rupiah.

Selain memberikan alat fitness, BCS juga memberikan royalti kepada PSS (Sumber: twitter @CS_SHOP1976)

Di tahun 2018, tahun dimana PSS berhasil menjadi kampiun Liga 2 dan berhak promosi ke Liga 1, BCS menginisiasi pergerakan untuk membuat kaos “Kulonuwun Liga 1” yang seluruh keuntungannya diberikan kepada para pemain PSS. Hasilnya, 200 juta berhasil dikumpulkan dan diberikan kepada para pemain PSS di acara pawai juara.

Pembuatan kaos “Kulonuwun Liga 1” yang menghasilkan keuntungan 200 juta yang semuanya diberikan kepada pemain PSS (Sumber: twitter @BCSXPSS1976)

Terbaru, awal tahun 2019 ini, BCS menginisiasi Celebration Game yang ditujukan sebagai sebuah perayaan bagi skuat PSS tahun 2018 dan Sleman Fans atas keberhasilan menjadi kampiun Liga 2 2018. Kemana larinya seluruh keuntungan dari pertandingan tersebut? Tidak perlu ditanyakan lagi!

Setelah kita runut, ternyata pergerakan #Bonusbosku adalah sebuah pergerakan yang biasa saja. Itu adalah pergerakan yang dilakukan sejak dahulu, hanya dalam kemasan yang berbeda.

Yang luar biasa adalah konsistensi, bagaimana setiap musim pemain pergi silih berganti, namun mereka selalu memperoleh royalti dari suporternya. Tidak seberapa, tapi selalu ada.

Mungkin inilah bukti nyata dari frasa “Pemain datang dan pergi, tapi klub dan suporter tetap abadi”

Lalu menarik untuk mengetahui apa yang diminta oleh para Sleman Fans, sebagai timbal balik, kepada pemain PSS setelah mereka bersedia menyisihkan rejekinya untuk memberikan royalti ? Simpel saja. Itu bisa terjawab dari salah satu lirik chants yang biasa kita dengarkan di Stadion Maguwoharjo.

“Terus berlari, tak kenal patah hati, asal kau menang ku bahagia!”

Satu hubungan timbal balik yang kemudian membentuk suatu ikatan batin antar fans dengan pemain. Menjadi sebuah proses yang menumbuhkan rasa saling percaya, dan rasa cinta. Bentuk cinta para suporter dalam bentuk apresiasi kerja keras pemain di lapangan, akan dibalas pula dengan cinta tulus dari para pemain dengan bermain sepenuh jiwa. Bukan cinta yang berpura, hanya karena sudah dinota.

Jadi (sekali lagi), apa yang harus kita banggakan dari #BonusBosku? Mengapa kita harus overproud dengan sesuatu yang sudah lama kita lakukan?

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.