Berita

Bungkam Bajol Ijo, Super Elja Juara Grup C

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Lagi, PS Sleman meraih hasil akhir memuaskan di laga pamungkas Grup C Piala Menpora 2021. Tim yang berdiri tahun 1976 itu mampu lolos ke babak 8 besar. Kepastian itu hadir setelah Irfan Bachdim dan kolega mampu mengandaskan Bajol Ijo dengan skor tipis 1-0.

Dejan Antonic tidak melakukan banyak perubahan komposisi pemain saat melawan Persik Kediri. Tercatat hanya ada satu nama baru yang belum pernah bermain, yakni Syamsul Arifin. Ia menggantikan posisi Arthur Irawan yang sudah dua kali mendapat kesempatan bermain sejak menit awal.

Sementara itu, Aji Santoso melakukan cukup hanyak rotasi. Setidaknya di setiap lini Persebaya terdapat pergantian pemain inti. Tidak ada nama Satria Tama di posisi kiper, Rachmat Irianto di belakang, hingga Samsul Arif di depan.

Sejak wasit meniup peluit mengawali babak pertama, PSS langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, pada menit ke-11, Irfan Jaya mendapat peluang setelah menerima umpan dari Kim Kurniawan. Namun sayang, tendangan kaki kiri pemain asal Bantaeng itu masih menyamping dari gawang.

Pertandingan yang diwarnai banyak pelanggaran itu, mengharuskan salah satu pemain Persebaya menjadi korban. Ialah Oktafianus Fernando yang harus digantikan oleh Akbar. Pemain nomor 8 itu keluar setelah mengalami cedera di lututnya.

Kemudian, pada pertengahan babak pertama, skuat Dejan Antonic kembali mendapat peluang. Asyraq Gufron hampir saja membuka skor, tetapi sundulan pemain kelahiran Surabaya itu masih terlalu lemah.

Lima menit sebelum paruh perdana berakhir, Gufron kembali mendapat setelah mendapat kiriman bola dari Wahyu Sukarta. Sayang seribu sayang, sepakannya malah mengarah ke kiper padahal gawang sudah kosong.

Hingga jeda antar babak, laga masih tanpa gol dan ditutup dengan insiden yang tidak diinginkan. Dua pemain belakang dari masing – masing tim harus mengakhiri laga karena mengalami cedera lutut. Mereka adalah Gufron dari kubu PSS dan Arief Satria dari pihak Persebaya.

Babak kedua bergulir. Belum genap dua menit, Super Elja mendapat hadiah penalti, setelah terjadi pelanggaran atas Arsyad Yusgiantoro. Irfan Bachdim yang maju sebagai eksekutor mampu mengecoh Ernando Ari. Satu kosong.

Sepuluh menit berselang, Marselino Ferdinan melepaskan tembakan jarak jauh akurat nan keras. Ega Rizky yang berada di bawah gawang Laskar Sembada dengan gemilang mampu menepis bola kencang tersebut.

Justru kembali PSS yang hampir saja melebarkan jarak ada menit ke-62. Nico Velez berhasil melepaskan umpan silang sesaat sebelum si kulit bulat keluar lapangan. Arsyad benar-benar berada di posisi yang tepat dan bebas. Hanya saja, sepakannya masih terlampau tinggi.

Menjelang cooling break, Dejan memberi kesempatan pertama bagi Saddam Gaffar untuk bermain menggantikan Arsyad. Selain Saddam, Irkham Milla juga memasuki lapangan untuk bertukar dengan Irfan Bachdim.

Tak ketinggalan, kubu Bajol Ijo merespon dengan melakukan tiga pergantian sekaligus. Rendy Irwan, Ady Setiawan dan Ricky Kambuaya masuk untuk mengisi posisi Moch. Supriadi, M. Hidayat dan Dicky Kurniawan.

Persebaya kemudian mendapat peluang emas melalui tendangan bebas tak langsung. Kejadian pada menit ke-74 itu terjadi akibat kesalahan Ega yang menangkap bola backpass Evans. Namun, Bajol Ijo juga gagal memanfaatkan peluang karena tendangan jarak dekat Rizky Ridho masih melambung.

Ega benar-benar menjadi bintang pada laga ini. Tembakan keras Akbar di menit-menit akhir laga, mampu dengan gemilang ia tepis sehingga bola menjauh dari gawangnya. Ia juga menghalau peluang dari Kambuaya.

Meski seperempat jam terakhir Persebaya terus menekan, Fabiano Beltrame dan kolega selalu mampu membendung serangan lawan dengan baik. Hingga wasit Fariq Hitaba meniup peluit panjang, PSS mampu unggul 1-0 dan akhirnya lolos ke babak 8 besar dengan status juara Grup C.

Komentar

Comments are closed.