Analisis

Catatan Manis Gonzales Bersama PSS

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Nama Cristian Gonzales tentu tidak asing di telinga dan ingatan pencinta sepakbola Indonesia. Angka yang ia mungkin pernah bikin kita frustasi karena membuat tim kebanggaan kalah. Sebaliknya, golnya pun bisa menjadi sumber kebahagiaan saat berhasil membawa tim yang kita dukung memperoleh kemenangan.

Pemain kelahiran Montevideo tersebut langsung terkenal sebagai penyerang mematikan sejak kedatangan pertamanya ke Indonesia pada tahun 2003.

Setelah membela PSM, servisnya selalu dibutuhkan tim-tim yang memiliki ambisi untuk menjadi juara. Persik, Persib, dan Arema adalah klub-klub besar yang tercatat pernah dibelanya.

Pemain berjuluk El Loco ini pun pernah kembali membangkitkan harapan publik Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar pada AFF 2010.

Namun, tidak ada yang bisa melawan waktu. Setelah berhasil memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dalam beberapa musim, Gonzales mulai dinilai banyak pihak sudah terlalu berumur. Para pelatih mulai ragu mengandalkan El Loco sebagai ujung tanduk serangan. Penyerang gaek itu kemudian mengambil jalan lain.

Ia memilih membela PS Sleman di Liga 2 pada 2018. Walaupun tidak dalam puncak karirnya, membela Laskar Sembada tentu menjadi salah satu fase apik dalam karir panjang El Loco di sepakbola Indonesia. Terlepas dari usianya, Gonzales tetap mampu memberikan yang terbaik di setiap laga.

Gambar 1. Perbandingan Statistik Cristian Gonzales terhadap pemain lain di PSS (dalam p90)

Ungkapan form Is temporary, class is permanent mungkin tepat untuk menggambarkan penampilan Gonzales bersama Super Elja. Performanya memang sudah tidak segarang saat membela Persik bersama Ronald Fagundez dan Danilo Fernando.

Namun, kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik di liga Indonesia tidak pernah hilang. Bersama PSS, El Loco membuktikan bahwa dirinya masih mampu mengemban beban menjadi juru gedor tim.

Mengalami masalah administrasi saat proses kepindahannya ke Sleman, mantan pemain Madura United itu baru bisa secara penuh bermain untuk PSS pada putaran kedua babak grup. Akan tetapi, kontribusinya terhadap daya serang Super Elja tetap mentereng.

Soal melepaskan tembakan, El Loco menjadi salah satu yang terbaik di skuat PSS dengan 2.93 tembakan p90. Lebih detail, pemain asal Uruguay tersebut mencatatkan 2,54 tembakan di dalam kotak penalti p90.

Catatan statistik lain yang menarik adalah soal jumlah umpan yang dilepaskan oleh Gonzales. Dengan catatan 13,21 umpan p90, ia menjadi pemain yang paling jarang melepaskan umpan dibandingkan dengan pemain PSS lain.

Dari data tembakan dan jumlah umpan ini, kita bisa mengetahui bahwa Gonzales jarang terlibat dalam permainan, namun mampu berperan sebagai target yang baik di dalam kotak penalti.

Gambar 2. Detail data tembakan yang dilakukan oleh Gonzales selama membela PSS

Dari Gambar 2, kita bisa melihat lebih detail jumlah tembakan yang dilepaskan oleh Gonzales. Secara total, Ia melepaskan 45 tembakan dengan 39 tembakan dilepaskan di dalam kotak penalti dan hanya 6 kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Dari 39 tembakan yang dilepaskan dari dalam kotak penalti, El Loco mencatatkan 20 tembakan tepat sasaran dan 19 tembakan melenceng atau berhasil di blok oleh lawan. Sebuah catatan yang menunjukkan cukup efisiennya Gonzales dalam melepaskan tembakan.

Semua gol yang diciptakan Gonzales untuk Super Elja berasal dari tembakan di dalam kotak penalti. Sebuah catatan yang membuktikan berbahayanya El Loco di dalam kotak penalti.

Dari 15 golnya, late cross, umpan pendek dan cutback menjadi metode delivery yang paling banyak menjadi sumber gol Si Gila dengan masing-masing tiga gol.

Gambar 3. Detail lokasi tembakan yang dilepaskan menjadi gol oleh Gonzales selama membela PSS

Lebih detail mengenai lokasi tembakan Gonzales yang berbuah gol dapat dilihat di gambar 3. Dari gambar ini kita bisa melihat bahwa tembakan yang dilepaskannya bukan hanya di dalam kotak penalti. Gol-gol El Loco berasal dari tembakan di ruang tengah dan dekat dengan gawang, sekitar kotak kecil di dalam kotak penalti.

Dari kajian Expected Goal (xG), lokasi tembakan merupakan faktor yang besar dalam kalkulasi mengenai presentase sebuah peluang dapat menjadi gol. Dari gambar 3, kita dapat melihat bahwa gol-gol Gonzales berasal dari peluang yang dekat gawang lawan. Lokasi dengan kemungkinan mencetak gol cukup tinggi.

Salah satu faktor yang memungkinkan hal ini terjadi adalah kecerdikan Gonzales dalam mengambil posisi di dalam kotak penalti. Kualitas pengambilan posisinya mampu membantunya untuk menerima setiap umpan yang dilepaskan rekannya.

Selain itu, hal ini juga membuat El Loco mampu bereaksi lebih cepat dibandingkan dengan lawan yang menjaganya dan berada di lokasi yang berbahaya untuk mencetak gol.

Kelas Gonzales sebagai salah satu penyerang terbaik yang berkompetisi di Liga Indonesia tidak hilang begitu saja meski usianya sudah tidak lagi muda. Torehan gol El Loco bagi PSS menjadi bukti.

Tidak masalah bahwa dirinya bergabung dengan PSS saat berusia 42 tahun. Fisik Gonzales yang menjadi ketakutan banyak orang nyaris tidak terekspos.

Kecerdikan dalam mencari celah dan pengambilan posisinya di dalam kotak penalti lawan berhasil menutupi kelemahannya tersebut. El Loco tetap mampu menggila di dalam kotak penalti lawan.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.