Berita

Cedera Menjadi Kendala Utama PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hadapi pertandingan yang berat dan ketat dengan ketertinggalan pada babak pertama melawan Bhayangkara FC  menjadikan hasil seri yang diperoleh harus disyukurii. Usaha keras para pengawa Super Elja untuk memenangkan pertandingan membuahkan hasil meski hanya berakhir imbang.

“Sebenarnya bukan hasil yang saya harapkan, tapi saya syukuri. Ada 2 kali home dan kita seri 2 kali buat saya kita kehilangan 4 poin. Jadi dari sisi hasil tidak saya harapkan tapi saya syukuri kita tidak kalah. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa selalu ambil 3 poin dari laga kandang,” tukas Seto Nurdiyantoro.

Diungkapkan oleh mantan pemain Pelita Jaya itu dalam menghadapi laga melawan Bhayangkara tidak ada masalah yang krusial, hanya saja dari awal sudah ditekankan oleh pria berusia 45 tahun itu bahwa kondisi para pemain memang tidak dalam kondisi yang performa puncak. Seto berspekulasi keadaan seperti itulah yang menjadi salah satu alasan kurangnya kreativitas di lini tengah.

“Saya berharap Dave bisa tampil impresif, tetapi ternyata tidak bisa mengangkat. Inilah yang menjadi penyebab kurangnya peluang dan kreativitas. Permasalahan lain adalah yang menjadi penyebab kita bisa kebobolan. Sebenarnya gol yang terjadi sudah pernah kita antisipasi, namun dalam situasi pertandingan intruksi ke pemain kadang terlupa,” ungkap Seto.

Tidak beradanya pemain pada performa puncak terkait dengan kondisi pemain yang tidak prima. Diungkapkan oleh mantan pemain Timnas itu bahwa banyak sekali pemain yang cidera. Tiga orang yang tidak dapat tampil, yaitu Guilherme Batata, Purwaka Yudi, dan Arie Sandy. Sementara itu, pemain yang tidak bugar ada Dave Mustaine, Rangga Muslim, Nerius Alom.

“Ada sekitar 9 pemain yang cedera. Rata-rata keluhannya adalah masalah engkel karena kerasnya kontur tempat latihan kami. Jadi nanti coba kita komunikasi dengan manajemen soal masalah ini,” terangnya mengenai solusi kedepannya.

Komentar

Comments are closed.