Opini

Cinta dan Totalitas untuk PS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sepakbola bukan hanya sekedar olahraga, namun sebuat seni, seni mengolah bola untuk mencetak gol dengan tujuan meraih kemenangan. Sepakbola bukan hanya terdiri dari unsur internal yaitu sebuah klub sepakbola dan jajaran didalamnya saja, melainkan juga unsur eksternal yang salah satunya adalah suporter.

Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat yang tak bisa dipisahkan, bahkan terdapat kalimat yang sangat familiar di telinga pecinta sepakbola yaitu “Football Without Fans Is Nothing” yang artinya sepakbola tanpa suporter bukam apa-apa.

Dalam sepakbola terdapat nilai yang memilki arti penting apabila kita menikmati dan merasakan setiap pertandingan dengan hati, nilai itu adalah cinta dan totalitas, dan itu ada pada PS Sleman selama putaran pertama Liga 1 berlangsung.

Cinta. Cinta tak bisa dilepaskan dan akan terus melekat dalam sepakbola, apalagi berkaitan antara suporter dengan klub kebanggaan. Hal ini yang dapat dilihat di dalam PS Sleman selama putaran pertama Liga 1 antara suporter PS Sleman kepada PS Sleman itu sendiri.

Bukti cinta suporter PS Sleman terhadap PS Sleman dapat dilihat dari dukungan yang diberikan suporter kepada klub dalam keadaan terpuruk yaitu dukungan kepada sang pelatih Seto Nurdiyantoro ditengah maraknya pemecatan pelatih di Liga 1 karena rentetan hasil buruk sebuah tim yang dilatih.

Dukungan berupa kalimat “In Seto We Trust” digaungkan oleh para suporter seteleh PS Sleman menelan 2 kekalahan secara beruntun di Liga 1. Bukti cinta tak hanya diberkan oleh suporter, namun juga oleh sang pelatih kepada tim dan para suporter PS Sleman.

Sang pelatih pun sangat mencintai tim ini, hal ini diungkapkannya pasca pertandingan melawan Barito Putera, ia mengatakan “Beribu-ribu terima kasih untuk para suporter. Sejujurnya dari dalam hati saya mencintai tim ini dan suporter.” Dalam akun instagramnya, Coach Seto pun menyebut bahwa mereka (suporter PS Sleman) bukan hanya suporter tapi juga sahabat dan saudara.

Tidak hanya itu bahkan suporter pun memberikan apresiasi dan penyuntik semangat kepada klub dengan mengadakan program #BonusBosku berupa pemberian bonus kepada tim yang telah memberikan hasil maksimal di 3 laga away sebelumya, yaitu melawan Madura United,  Borneo FC, dan Perseru BL.

Totalitas. Hal ini sangatlah jelas terlihat selama putaran pertama, jajaran tim dan suporter selalu memberikan hal yang maksimal dalam setiap pertandingan, dengan PS Sleman yang berada papan atas klasmen liga 1 membuktikan seluruh jajaran tim telah memberikan yang terbaik demi PS Sleman.

Sama halnya dengan tim, suporter pun juga sangat total dalam mendukung tim kebanggaan hal inii dapat dlihat dari jumlah suporter yang hadir di stadion Maguwoharjo selama putaran pertama liga 1 untuk mendukung tim sebanyak 162.334 hal ini menempatkan PS Sleman nomor 3 sebagai jumlah penonton terbanyak.

Kemudian dari tingkat kehadiran suporter tiap laga PS Sleman apabila bermain di kandang mencapai 67,64% menjadikan PS Sleman nomor 3 tingkat okupansi stadion. Pada saat penutupan trbun selatan pasca kericuhan laga melawan Arema FC pun tak menyurutkan suporter untuk mendukung tim kebanggaan, mereka tetap hadir di tribun merah.

Tak hanya laga kandang saja, bahkan laga tandang pun selalu dihadiri oleh suporter PS Sleman, bahkan sampai pulau Kalimantan pun hadir. Bahkan dalam setiap laga kandang para suporter selalu menampilkan atraksi yang memukau demi mendukung tim kebanggaan.

Hal ini membuktikan bahwa cinta dan dukungan suporter PS Sleman tidak setengah-setengah, tidak hanya saat PS Sleman sedang keadaan diatas namun juga pada saat keadaan terpurukpun para suporter tetap cinta dan mendukung tim kebanggan mereka. Hal ini lah yang bisa dtularkan oleh seluruh elemen PS Sleman kepada tim yang lain.

Komentar

Comments are closed.