Berita

Dua Kali Dipecundangi PSIS Semarang di Liga 1, Ini Alasan Pelatih PS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSIS Semarang benar-benar menjadi momok yang menyeramkan bagi PS Sleman setelah tim asuhan Bambang Nurdiansah itu sukses mencukur PSS dengan skor 3-0. Laga yang digelar di stadion Maguwoharjo ini menjadi saksi bisu kedigdayaan PSIS musim ini atas PS Sleman.

Pasalnya pada putaran pertama lalu, Wallace Costa dan kolega juga berhasil mempecundangi kesebelasan yang dimpimpin M. Bagus Nirwanto dengan skor 1-3.Dengan hasil pertandingan pada pekan ke 25 ini, PSS harus rela kehilangan kesempatan untuk merangsek ke posisi tiga klasemen.

Ditemui saat konferensi pers setelah pertandingan berlangsung, allenatore PS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan ada beberapa kendala yang membuat anak asuhnya tidak bisa keluar dari tekanan. Salah satunya kondisi fisik pemain yang kurang maksimal.

“Sebenarnya ingin revans tetapi tidak bisa, ini menjadi pembelajaran yang penting bagi kami. Permainan berlangsung menarik kedua tim bermain terbuka. Cuma kami harus belajar mengantisipasi kecepatan dan cara bermain semarang. Ada beberapa pemain yang tampil di bawah perform. Bisa jadi ini karena waktu recovery yang mepet,” jelasnya.

Pelatih berusia 44 tahun ini juga sempat menyinggung hukuman penalti yang harus diterima timnya. Terjatuhnya Claudio Marini dan diputuskan wasit menunjuk titik putih juga menjadi faktor tidak munculnya permainan PSS yang sesungguhnya.

“ Yang jelas yang mungkin menjadi awal (memburuknya permainan PSS) adalah kejadian penalti sebenarnya. Saya tidak tahu pasti kejadian itu, tapi ini menjadi pembelajaran bagi kami kenapa bisa terjadi seperti itu,” tambah Seto.

Hasil yang mengecewakan tersebut coba untuk diterima oleh Seto.Ia mengatakan akan mencoba untuk lebih mengerti kondisi pemain.

“Kalau dari saya ketika menjelaskan bagaimana menjelaskan cara bermain harus lebih detail. Jadi dalam situasi yang capek saya harus menerangkan kepada pemain sesuai dengan kondisi fisik,” pungkasnya.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.