Cerita

Eduardo Moran Mundur dari Kursi Pelatih PS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sleman Fans kembali dikejutkan oleh tim kebanggaanya. Sang pelatih kepala, Eduardo Perez Moran memilih mengundurkan diri dari jabatannya kurang dari seminggu Liga 1 dimulai. Padahal pelatih kelahiran ini baru satu bulan lebih menangani tim PSS, tepatnya ia mulai pada 15 Januari 2020.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Plt. Manager PSS M.Eksan, yang menyayangkan keputusan berat dari sang pelatih. “ Tentu hal ini sangat kami sayangkan, tapi keputusan beliau harus dihargai. Kami berterima kasih atas kehadiran Eduardo, semoga apa yang diberikan dalam waktu tak lama ini bermanfaat bagi tim,” terangnya seperti dikutip dari krjogja.com.

Pengunduran Eduardo sendiri disinyalir adanya masalah teknis kepelatihan dan performa tim. Ia mengungkapkan ucapan perpisahannya melalui kiriman akun @gueduperez di Instagram.

“Saya sangat sedih untuk mengambil keputusan ini, tetapi saya tidak setuju dengan klub tentang beberapa keputusan teknis. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada fans, pemain saya yang luar biasa dan staf profesional selama saya bekerja di PS Sleman. Terima kasih keluarga PS Sleman dan saya the ucapkan yang terbaik,” tulisnya.

Sementara itu CEO PSS Fatih Chabanto menyesalkan keputusan Eduardo. Ia juga berjanji akan segera mencari pengganti pelatih berusia itu secepat mungkin. “ Meski terbilang mepet, PSS tetap klub yang menarik bagi banyak pelatih. Kami akan bergerak cepat mencari pengganti,” ujar Fatih.

Mundurnya Eduardo Moran terasa sangat disayangkan. Selain durasi melatih yang sangat singkat, juga lantaran sejumlah pemain baru yang datang ke Sleman tertarik bergabung karena visi dan program dari kepelatihan Eduardo. Seperti Irfan Bachdim misalnya, yang secara terbuka mengatakan  model kepelatihan Eduardo seperti di klub Eropa pada sesi jumpa pers lalu.

Dengan kejadian mengejutkan ini, ditakutkan persiapan tim PSS yang  tengah menggeber latihan intensif dapat terganggu. Bukan tidak mungkin kestabilan mental pemain akan benar-benar diuji. Padahal kick-off liga 1 sebentar lagi sudah akan dimulai.

Di bawah kendalinya, Super Elja telah melaksanakan kurang lebih empat kali uji tanding. Hasilnya dua kali kemenangan, satu kali kekalahan dan satu kali imbang.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.