Berita

Guilherme Batata Harus Menepi Dua Minggu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sore kemarin (21/5) di Lapangan Bercak menjadi tempat berlangsungnya agenda latihan rutin penggawa Super Elja. Guilherme Batata belum juga tampak dalam sesi tersebut. Fisioterapis dari PSS Sleman, Diky Krisnanda Sugiarto, menyampaikan tentang perkembangan cedera dari pemain yang berposisi sebagai gelandang itu.

Diky menjelaskan bahwa Batata dibekap cidera saat H-2 sebelum pertandingan pekan pertama melawan Arema FC. Untuk saat ini, Batata sudah membaik dalam artian sudah dapat beraktivitas normal, tetapi untuk berlatih masih belum siap.

Pemain asal Brazil itu masih harus melewati beberapa fase pemulihan. Setelah menjalani tahap strengthening, saat ini Batata sedang menjalani fase lompat. Menurut Diky, di fase ini Batata sudah menunjukan progres positif dan dapat dilanjutkan ke fase lari.

“Nanti, apabila lari sudah tidak ada rasa sakit maka Batata bisa datang (latihan), tetapi tidak bisa ikut dalam latihan secara langsung. Masih ada fase return to sport, yaitu latihan passing dan pengodisian pemain sebelum kembali berlatih,” terang pria berusia 25 tahun tersebut.

Ia juga membeberkan bahwa berdasarkan diagnosa, Batata mengalami cedera pada kaki kanannya, tepatnya bagian otot gastrocnemius yang berada di betis bagian luar. Strain muscle  yang ia alami merupakan cedera anyar dan bukan karena kambuhan dari cedera sebelumnya.

“Kondisnya ini merupakan grade 1 (level paling ringan, red.). Jadi hanya tertarik dan inflamsi saja. Untuk waktu pemulihannya sendiri kurang lebih dua minggu. Bisa lebih cepat, bisa lebih lama,” terang mantan fisioterapis timnas Futsal Indonesia tersebut memperinci keluhan pada cidera pada Batata.

Meski begitu, Diky menyampaikan kemungkinan diturunkannya Batata pada laga pekan ketiga melawan Perspura Jayapura masih belum bisa dipastikan. “Kemungkinan masih 50:50. Karena masa evaluasi dari saya masih belum selesai,” pungkasnya.

Komentar

Comments are closed.