Berita

Hal-Hal Penting Tentang Kelanjutan Liga 1

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kelanjutan Liga 1 musim 2020 semakin menemui titik terang. Operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengisyaratkan bahwa 18 klub menyatakan siap mengikuti kompetisi kembali.

Berkaitan dengan itu, PT LIB mengadakan pertemuan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat yang diahadiri perwakilan kesebelasan. Dalam meeting itu, PS Sleman sendiri diwakili oleh Danilo Fernando sebagai manajer tim.

Pertemuan tersebut menegaskan bahwa liga dijalankan kembali pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Tak ada perubahan dalam format kompetisi, yakni tetap double round robin atau sistem kandang dan tandang.

Kompetisi juga tidak diulang dari awal, sehingga hasil 3 pertandingan sebelumnya tetap dihitung. Sementara itu, 35 laga sisanya akan dilaksanakan terpusat di Pulau Jawa. Untuk tim yang berbasis di luar Jawa, kandang mereka akan ditempatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Skitarnya.

Stadion Maguwoharjo sendiri sampai hari ini sudah didaftarkan sebagai kandang PSS dan dua klub laim, yakni Borneo FC dan Persiraja Banda Aceh.

Terdapat kemungkinan pula ada tim lain yang menggunakan lagi kandang Laskar Sembada tersebut, mengingat Persita, Persebaya, Barito Putera, dan Persepura belum mendaftarkan kandangnya.

Untuk regulasi, beberapa memang berubah, meski tidak banyak dan statusnya belum final. Soal kompetisi, yang diubah adalah penghapusan degradasi di akhir musim. Sementara promosi dari Liga 2 tetap ada.

Sementara itu, dalam pertandingan, pergantian pemain ditambah menjadi lima sesuai dengan Laws of the Game terbaru dari FIFA. Kemudian, ada kewajiban pula memasukkan pemain U-20 di antara 18 penggawa yang dicantumkan dalam daftar susunan pemain.

Transfer tengah musim, atau yang oleh PT LIB disebut sebagai periode pendaftaran pemain tahap 2, tetap dilaksanakan. Namun, perpindahan pemain tidak boleh terjadi antarklub Liga 1. Sehingga, klub harus mencari pemain yang berasal dari luar Liga 1, andai ingin menambah pemain baru.

Dalam situasi di tengah pandemi seperti ini, kompetisi dilanjutkan dengan melaksanakan protokol kesehatan. Untuk lebih detailnya, akan diadakan medical workshop pada awal September tahun ini.

Secara garis besar, akan ada kewajiban pemeriksaan kesehatan untuk orang-orang yang berada dalam stadion. Setiap dokter tim bertanggung jawab atas tes swab seluruh pemain dan ofisial sebelum kompetisi dimulai dan setiap dua minggu sekali di tengah kompetisi.

Kemudian, setiap panitia pelaksana pertandingan wajib mempunyai medical officer yang bertugas melakukan tes swab atau tes cepat (rapid test) seluruh personil yang berada dalam zona 1 dan zona 2 stadion.

Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut selanjutnya akan dimonitor secara rutin oleh PT LIB. Kemudian, terus-menerus akan dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 agar kompetisi tetap bisa berlangsung secara aman.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.