Opini

Harapan untuk Super Elja di Piala Menpora

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hilal yang akan menandai dimulainya kembali geliat sepak bola nasional sudah tampak. Setelah beberapa kali gagal melakukan negosiasi dengan kepolisian, bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), PSSI akhirnya sukses mengantongi izin kompetisi.

Pagelaran yang diberi nama Piala Menpora 2021 tersebut rencananya akan dimulai pada tanggal 21 Maret. Bagi regulator dan operator kompetisi, turnamen tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa protokol kesehatan tetap dapat dilakukan dalam pertandingan sepak bola.

Selain itu, ajang itu juga dapat mewadahi klub-klub dalam mengevaluasi skuat nya sebelum terjun langsung pada kompetisi resmi. Piala Menpora kali ini menjadi turnamen pemanasan bagi peserta Liga 1.

Berita telah menyebar dengan cepat diiringi oleh antusisas pecinta sepak bola Indonesia. Manajemen berbagai klub pun mulai terangsang untuk segera mencari amunisi yang dibutuhkan oleh tim pelatih.

Perombakan skuat mulai dilakukan oleh beberapa klub, tak terkecuali PS Sleman yang musim  terlihat lebih boros. Meski berstatus sebagai klub yang belum lama menginjakan kaki di Liga 1, manajemen Super Elja berani untuk melakukan sejumlah perekrutan yang cukup mewah.

Dimulai dari posisi paling belakang, Miswar Saputra yang datang dari Makassar siap untuk bersaing dengan Ega Rizky dari bawah mistar. Tak hanya mereka berdua, Adi Satryo yang menjadi andalan Shin Tae Yong di Timnas U-19 juga siap untuk menjadi yang terbaik.

Di depan penjaga gawang, PSS mendatangkan bek berpengalaman yang musim lalu nyaris tidak bermain secara reguler, yakni Fabiano Beltrame.

Meski tak merasakan kerasnya atmosfer kompetisi, pengalaman lebih dari 10 tahun yang dimiliki pria kelahiran Brasil tersebut dirasa cukup mampu untuk memberikan rasa aman di jantung pertahanan Laskar Sembada.

Tak puas dengan Fabiano, manajemen juga mendatangkan Fandry Imbiri. Jangan lupa juga dengan Asyraq Gufron yang tampil konsisten sejak diboyong dari Solo pada pertengahan musim 2018.

Seperti juga kebanyakan klub lainnya, satu posisi pemain bertahan diberikan kepada pengga asing. Di PSS, pos itu diserahkan kepada Mario Maslac. Beberapa hari kemudian, Aaron Evans juga menyatakan bertahan pada musim ini.

Selepas perginya Hari Yudo dan Haris Tuharea, praktis hanya Irkham Mila dan Jepri Kurniawan yang cukup sering tampil menyisir lapangan pada musim 2019. Untuk menambah amunisi di pos tersebut, Irfan Jaya didatangkan.

Menjadi langganan Timnas dan dilabeli sebagai salah satu winger elit di Indonesia, pemain asal Sulawesi Selatan tersebut diproyeksikan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Performa apiknya di Surabaya selama beberapa musim diharpkan ditampilkan juga di Sleman.

Hengkangnya Guilherme Batata bisa jadi menyesakkan bagi sebagian Sleman Fans. Namun, situasi itu bisa juga menjadi momen bagi suporter untuk memperoleh idola baru di lini tengah. Misalnya saja Kim Jeffrey yang sudah beberapa musim bekerja sama dengan Dejan Antonic.

Pemain kelahiran Jerman itu bisa jadi akan bahu-membahu dengan Misbakus Solikin dan Fitra Ridwan  ̶  atau malah berebut tempat di sebelas pertama. Kim juga akan bertemu lagi dengan kakak iparnya, Irfan Bachdim.

Irfan sendiri mungkin akan bermain di belakang striker. Pos nomor 10 itu cukup panas, mengingat pada musim 2018 dan 2019, PSS memiliki penggawa yang bermain ciamik di posisi tersebut: Ichsan Pratama dan Brian Ferreira.

Ngomong-ngomong soal pemain Argentina itu, Laskar Sembada kembali mendatangkan pemain yang memiliki pengalaman bermain dengan nyaman di posisi pernyerang lubang. Ia adalah Nico Velez.

Saat ini masih banyak pertanyaan di mana pemain didikan River Plate itu akan beroperasi. Bisa saja sebagai striker utama. Namun, mungkin juga mengeluarkan magisnya saat menjadi penyokong Saddam Emiruddin ataupun Dwi Rafi Angga.

Tentu saja dengan adanya para bintang lapangan tersebut membuat para penggemar menjadi bersemangat. Dengan tim bertabur pemain berkualitas, secara naluriah, rasa optimis akan muncul, baik dari benak suporter maupun di kalangan para penggawa sendiri.

Tidak ada yang salah dengan optimisme tersebut. Namun, bagi pemain, perasaan itu juga harus didukung dengan persiapan yang baik dan waktu yang cukup. Kurang lebih satu minggu lagi, anak asuh Dejan Antonic akan menjawab optimisme publik Sleman.

Tentu, beberapa pertandingan yang akan dilakoni oleh Super Elja di Piala Menpora bisa menjadi parameter kesiapan mereka untuk melakoni Liga 1 musim depan.

Hanya saja, dengan persiapan yang bisa dikatkan minim  ̶  latihan perdana PSS baru dilakukan akhir pekan lalu (13/3)  ̶  seharusnya menjadi pertimbangan bagi para pendukung untuk sedikit menurunkan ekspektasi. Juga faktor pemain asing yang baru dapat bergabung pekan ini.

Dejan Antonic sendiri harus melalui proses yang cukup rumit untuk sampai di Indonesia, mengingat hampir tidak adanya penerbangan dari Hong Kong ke Jakarta. Situasi itu, membuat Mladen Dodic yang kemungkinan besar akan memimpin di sini.

Namun, seharusnya tak masalah. Lagipula, sejatinya, turnamen pramusim merupakan arena bagi pelatih untuk menguji strategi yang akan digunakan pada kompetisi resmi. Dejan pun telah mengisyaratkan akan memberi kesempatan semua pemain di ajang tersebut.

Kemenangan merupakan hal yang menggembirakan, tetapi fokus utama pelatih pastinya adalah bagaimana tim mampu menunjukan progres yang baik.

Secara pribadi, saya berharap tim pelatih berani untuk mengotak-atik berbagai komponen kesebelasannya di turnamen ini. Tujuannya jelas, untuk menemukan kombinasi sebelas pemain terbaik di atas lapangan hijau.

Dengan begitu, pada saat menghadapi Liga 1 musim ini, Super Elja sudah sangat matang. Dan tentu saja mampu mengepakan sayap lebih tinggi.

Komentar

Comments are closed.