Berita

Hasil Imbang Menjadi Pelajaran Bagi Super Elja

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman hanya bisa meraih satu poin ketika menghadapi Persipura di Stadion Maguwoharjo. Sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol dari M. Tahir, tim tuan rumah baru bisa mencetak gol melalui Rangga Muslim di akhir laga. Tentang hasil itu, Seto Nurdiyantoro memberikan pendapatnya.

Hasil 1-1 tetap saya syukuri. Satu poin itu penting dalam kompetisi, tetapi memang tidak sesuai target yang saya inginkan,” ujar pelatih asal Kalasan tersebut.

Seto mengakui bahwa penampilan anak asuhnya di babak pertama tidak cukup apik. Terbukti dengan berkembangnya permainan Persipura Jayapura yang dapat mendominasi paruh pertama laga. Kuartet lini depan tim tamu berkali-kali mengancam hingga akhirnya tercipta gol.

Di babak pertama, kita kehilangan karakter. Banyak momen-momen yang saya inginkan tidak terjadi. Tetapi tetap saya apresiasi untuk teman-teman pemain. Di babak kedua, mulai ada perubahan. Karakter cara kita bermain mulai muncul,” terangnya

Meski permainan Super Elja membaik di babak kedua, Seto mengungkapkan bahwa tak banyak yang bisa ia lakukan di ruang ganti. Waktu jeda yang hanya sekitar 15 menit tak cukup baginya untuk mengevaluasi seluruh permainan para penggawa.

“Mungkin babak pertama banyak evaluasi. Untuk saya sendiri, tadi di ruang ganti tidak bisa mengevaluasi karena terlalu banyaknya evaluasi. Hanya sedikit saran untuk bermain seperti apa,” ungkap Seto.

Mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu juga mengungkapkan bahwa laga ini menjadi pembalajaran bagi tim PS Sleman. Terutama ketika bermain di sore hari di mana cuaca masih panas di babak pertama dan permainan tidak bisa berjalan sesuai rencana.

“Tetapi, tadi satu poin cukup penting dan harapan saya pemain-pemain juga sudah memahami apa yang saya inginkan,” tutupnya.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.