Opini

Kuda Hitam Bernama PS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pada tahun 1946, tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, Alec Ramsey dan ayahnya melakukan perjalanan kapal laut di lepas pantai utara Afrika. Dalam perjalanannya kembali ke Inggris, di dek kapal, Alec melihat seekor kuda Arab berwarna hitam yang gagah, sedang ditarik dengan kasar oleh empat orang pria brutal.

Diam-diam Alec mendatangi kuda yang membawa gula batu di punggungnya itu. Malam itu, kapal mereka dihantam badai. Kapal yang mereka tumpangi disambar petir. Alec berusaha untuk membebaskan kuda hitam itu tetapi malah terlempar dari kapal. Kapal tenggelam.

Hanya Alec dan kuda itu yang selamat. Terdampar di sebuah pulau terpencil, Alec dan kuda hitam tersebut membentuk ikatan persahabatan yang kuat. Sampai pertolongan datang menyelamatkan, mereka kembali ke Amerika Serikat di mana Alec bertemu dengan seorang pelatih kuda bernama Henry Dailey. Henry mengajarkan Alec bagaimana menunggangi kuda.

Alec menamai kudanya The Black Stallion. Namun, tanpa dokumentasi silsilah yang jelas mengenai asal-usul The Black Stallion, Alec tidak bisa mendaftarkan kudanya ke kejuaraan ternama.

Akhirnya The Black Stallion disertakan ke kejuaraan yang diikuti oleh kuda-kuda yang tidak memiliki silsilah jelas. Pertandingannya diawali dengan melawan dua kuda pacuan tercepat dalam kejuaraan tersebut, Cyclone dan Sun Raider.

Sejak itulah legenda The Black Stallion dimulai. Kemudian dari tahun ke tahun, istilah The Black Stallion atau kuda hitam digunakan orang-orang untuk menyebut mereka yang tidak diunggulkan tetapi justru menjadi juara, mereka yang tidak memiliki catatan sebagai juara tetapi justru membuktikan kepada dunia bahwa merekalah sang juara.

Musim ini PSS bersama Kalteng Putra dan Semen Padang promosi ke liga 1. Selayaknya tim promosi, tentu kekuatan mereka belum lah terlalu di perhitungkan, cenderung diremehkan. Namun sesuai tradisinya, tim-tim promosi akan selalu berjuang lebih keras ketika melakoni kompetisi di liga teratas.

Sepak bola Indonesia memang memiliki persaingan yang ketat. Hal itu terbukti dari para kontestan klub yang bersaing di kompetisi. Kompetisi selalu didominasi oleh tim-tim besar seperti Persija, Persipura, Persib, atau Arema, meskipun pada tahun 2018 sempat ada kejutan Bhayangkara FC mampu menjuara liga.

Sepabola memang butuh kejutan. Kuda hitam akan selalu dibutuhkan dalam setiap kompetisi. Ia akan menjadi penghibur, sekaligus memberikan daya tarik yang membuat kompetisi menjadi lebih seru. Karena ketika kompetisi menjadi mudah tertebak, maka akan kehilangan keseruannya.

Pada putaran pertama, PSS Sleman berhasil menempati posisi ke tujuh. Hasil yang sangat bagus bagi sebuah tim promosi mengingat budget yang terbatas sempat menjadi kendala utama dalam membentuk tim.  Bahkan coach Seto sendiri belum memiliki pengalaman di kompetisi Liga 1.

Namun dari awal idealisme Coach Seto Nurdiyantoro dalam membentuk tim patut diacungi jempol. “Saya tidak membutuhkan nama besar dan pemain bintang untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2019, yang saya butuhkan adalah pemain yang mau bekerja keras dan mau menjalankan skema permainan yang saya inginkan,” ujarnya.

PSS Sleman adalah kuda hitam hitam Liga 1 musim ini. Semua itu dilakukan “hanya” berbekal pemain-pemain dari liga 2 musim lalu, dan pelatih yang baru pertama kali berkiprah di Liga 1. Bahkan empat pemain asing nya pun, seluruhnya baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia.

Mengutip legenda The Black Stallion, mereka adalah”pemain-pemain yang tidak jelas silsilahnya”. Namun, di dunia sepakbola, ada sebuah ungkapan terkenal yang berbunyi “bola itu bundar”. Ungkapan tersebut mengandung arti bahwa tidak ada yang mustahil terjadi di sepakbola.

Tim yang kuat tidak selalu memenuhi ekspektasi dengan jadi juara, seperti halnya tim yang dianggap lemah tidak selalu berakhir jadi pecundang. PSS akan terus berjuang untuk meraih hasil terbaik. Menjungkir-balikkan predisi dan meraih hasil-hasil mengejutkan, layaknya The Black Stallion.

“Tanpa silsilah kenamaan, kita akan menaklukkan dunia dan membuat sejarah yang hanya milik kita, Black. Kamu hanya perlu berlari dan jangan pernah berhenti berlari.”

Komentar

Comments are closed.