Berita

Lakukan Uji Tanding, Tiga Tim Muda PSS Raih Hasil Beragam

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Beberapa tim muda di bawah departemen PSS Development Center kembali menggelar pertandingan uji tanding pagi ini (13/03). Tim akademi PSS dan PSS U-16 memainkan laga di Lapangan Nogotirto. Sementara itu, PSS U-18 bertanding di Lapangan Klajuran.

Diklat Merden yang menjadi lawan dari tim akademi PSS berhasil meraih kemenangan dua gol tanpa balas. Meski begitu, pelatih kepala tim akademi, Fajar Subekti, mengungkapkan bahwa anak asuhnya mengalami progres yang baik, terutama untuk pemain kelahiran 2006-2007.

Namun, tetap ada kekurangan yang ia akui, terutama belum padunya permainan tim mengingat ada beberapa pemain yang baru seminggu bergabung. Selain itu, Diklat Merden sendiri memang diisi oleh pemain yang secara usia diatas penggawa tim akademi.

“Tapi memang tadi karena dicampur dengan anak-anak trial jadi masih kurang berjalan dengan baik strategi yang diinginkan” jelas Fajar.

Laga selanjutnya, PSS U-16 yang diarsiteki oleh Lilik Winarno menuai hasil yang berbeda. Kesebelasan termuda dalam level elite di bawah PSS Development Center tersebut mendapatkan hasil imbang Ketika menjamu Pasoepati Football Academy (PFA).

“Cukup menggembirakan walaupun masih harus terus dilakukan perbaikan di semua lini. Pada laga tadi, kami mencoba komposisi pemain terutama di lini tengah dengan memasang dua gelandang bertahan dengan tujuan untuk supaya bisa nyaman untuk sirkulasi bola,” jelas Lilik.

Walau pada akhirnya berakhir imbang, hasil tersebut dirasa cukup memuaskan. Lilik juga menjelaskan bahwa performa tim mulai ada peningkatan dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya.

Hal tersebut cukup disyukuri oleh tim pelatih. Meski begitu, PSS U-16 belum sepenuhnya dapat mengikuti rencana yang diinstruksikan dalam pertandingan.

“Belum sepenuhnya tim menjalankan rencana bermain seperti apa yang diharapkan tim pelatih dan itu akan terus kami perbaiki di sesi latihan sampai tim benar-benar bermain seperti yang direncanakan,” jelasnya.

Bergeser ke barat, ke lapangan Klajuran, PSS U-18 melakoni dua pertandingan. Pertama, melawan KKK Klajuran dan yang kedua menghadapi Persik. Sayangnya, laga tidak dapat dilakoni dalam format dua pertandingan penuh.

“Tiap lawan hanya satu babak, karena izin dari kepolisian tidak boleh terlalu lama”, jelas Anang Hadi yang menjadi pelatih kepala PSS U-18.

Soal laga yang dijalani, mantan pemain Super Elja itu menjelaskan anak asuhnya kurang lepas di pertandingan pertama melawan KKK. Sementara itu, di laga kedua melawan Persik U-18, elang muda bermain lebih baik, sehingga skema bisa berjalan dan bisa menghasilkan kemenangan 1-0.

Selanjutnya, soal komposisi kesebelasan, Anang Hadi mengaku timnya belum ideal. Beberapa pemain madsih dibutuhkan untuk mengisi berbagai posisi.

“Untuk komposisi masih butuh beberapa posisi, di antaranya gelandang bertahan, stopper dan striker. Namun, kita akan cari sambil berjalan,” pungkasnya.

Komentar

Comments are closed.