Berita

Lapangan Latihan untuk PS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Keberadaan lapangan latihan yang berpindah-pindah terutama dalam lima musim terakhir membuat keluhan dari para pemain dan juru taktik PS Sleman. Tak jarang pelatih mengeluhkan pemainnya dibekap cedera lantaran berganti-ganti tempat latihan dengan kulaitas yang berbeda-beda pula.

Belum lagi penerapan materi latihan yang akan diterapkan kepada para penggawa menjadi terkendala. Dari sisi pemain, mereka menjadi tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena takut dibekap cedera ketika harus berhadapan dengan kontur tanah yang keras.

Dari sisi jadwal, tidak eksklusifnya lapangan latihan berpotensi jam guna lapangan tergeser. Kepastian ritme latihan dan lapangan yang terganggu berpotensi membingungkan staf pelatih dan pemain. Hal tersebut tentu berdampak bagi aspek psikologis tim.

Tempat Sakral bagi Pemain

“Jangan karena mimpi yang besar kita mengambang lagi, kita harus kembali ke langkah awal. Yang realistis adalah kita memang belum bisa membangun, tetapi minimal mengamankan dulu lapangan secara eksklusif,” ujar Direktur PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo.

Ia kembali mencotohkan Manchester United, bahwa AON Training Complex di Carington lebih angker dan sakral bagi pemain daripada Old Trafford sebagai stadion kendang Setan Merah. Menurutnya di lapangan latihan pemain bisa menjadi diri sendiri, ditempa sedemikian rupa hingga terkena semprot oleh pelatih.

Seperti diketahui, fasilitas latihan milik United tersebut memiliki empat lapangan latihan utama serta sejumlah penunjang perkembangan pemain seperti ruang kelas, ruangan fitness serta ruangan relaksasi pemain.

Pengalaman Marco dalam mendirikan organisasi Training Ground Indonesia, membuatnya merasa yakin untuk meneruskan misi membangun sepakbola Indonesia. Melalui program jangka panjang PSS, ia yakin mimpi besar itu bisa diwujudkan.

“Saya tidak setuju lapangan yang berpindah-pindah karena akan mempengaruhi secara teknis. Apalagi bila kita sedang membangun kultur, nyawa tidak ada di dalam pemain kita ini (jika tempat latihan berganti-ganti),” tukasnya.

“Nyawa itu akan ada di tempat yang tetap dan nyama. Nyaman untuk berinteraksi, nyaman untuk hidup, dan nyaman untuk tumbuh,” tambah pria yang pernah mengurus Pelita Bandung Raya tersebut.

Penyesuaian Anggaran

Yang dimaksud dengan lapangan latihan yang eksklusif di atas ialah lapangan tidak bisa di ganggu oleh kesebelasan lain yang ingin menggunakannya juga. Marco menyadari penyediaan lapangan latihan yang memadai bagi PSS melrupakan hal krusial.

Namun, ia menekankan program penting itu harus selaras dengan keuangan yang tersedia. Lebih lanjut, Marco mengatakan bahwa klub yang profesional bukanlah klub yang memiliki banyak uang.

Akan tetapi klub yang bijak dalam menggunakan uang tersebut sesuai dengan rencana strategis klub itu sendiri. Karena dengan begitu, dana anggaran tersebut tak hanya menjadi uang yang cuma lewat begitu saja tanpa menghasilkan manfaat.

Oleh karena itu, manajemen perlu mempertimbangkan secara cermat dalam merencanakan anggaran serta membelanjakan anggaran agar tepat guna. Apakah uang yang dimiliki PSS ini dapat bermanfaat dan digunakan untuk keberlangsungan klub untuk ke depannya.

Menurut Marco, dalam program jangka panjang manajemen sudah memasukkan program untuk pembangunan tempat latihan bersama dengan mes, seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya.

Akan tetapi, saat ini, memang belum dapat dipastikan apakah Laskar Sembada nanti akan membangun sekaligus dengan latihan dan tempat tinggal ataukah tempat latihan terlebih dahulu, sedangkan tempat tinggal sementara masih terpisah.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.