Berita

Lima Fakta Menarik PS Sleman vs Persela Lamongan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Laga lanjutan Grup C Piala Menpora 2021 mempertemukan PS Sleman vs Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu (28/3/2021) sore. Pertandingan berakhir dengan kedua tim harus puas berbagi satu poin dengan skor 0-0.

Hasil tersebut menambah catatan kurang baik bagi Super Elja, di mana pasukan Dejan Antonic masih berkutat di posisi dua terbawah klasemen grup.  Pertandingan itu juga memberikan sejumlah catatan penting yang sudah kami rangkum dalam lima fakta yang patut kita simak.

1. Debut Pemain Asing PS Sleman

Tiga pemain asing Laskar Sembada akhirnya bergabung juga dengan tim. Mario Maslac dan Nico Velez langsung menjalani debut bersama PSS kala melawan Persela. Bagi keduanya, ini merupakan pengalaman baru merumput di sepak bola Indonesia.

Sementara itu pemain asing muka lama, Aaron Evans, juga bersamaan memperkuat tim. Musim lalu, ia sudah mengemas tiga penampilan dan mencetak satu gol bagi Super Elja. Tombo gelo.

2. Gagal Cetak Gol di Sepanjang Pertandingan

Tampil mendominasi sepanjang pertandingan bukan berarti mudah untuk membongkar pertahanan lawan. Solidnya pertahanan Laskar Joko Tingkir membuat sejumlah peluang Irfan Bachdim dan kolega terbuang sia-sia.

Kesempatan emas untuk mengemas poin tiga sempat hadir hadir di penghujung babak kedua. Tusukan Derry Rachman mengakibatkan handball di kotak penalti lawan.

Evans yang didapuk sebagai algojo justru malah gagal total. Tendangannya memang mengarah ke gawang, tetapi tidak punya tenaga. Si kulit bukat hanya berakhir di pelukan kiper Dwi Kuswanto. Bujel.

3. Perjuangan Heroik Tahan Imbang Persela

Petaka bagi PSS hadir pada menit ke-88. Keasyikan menyerang membuat pertahanan sendiri goyah. Ibrahim Cosepa yang melakukan serangan balik cepat harus dijatuhkan dengan paksa oleh Fabiano Beltrame.

Wasit Ginanjar Latif yang bertugas, tanpa ampun langsung mengganjar dengan kartu merah. Beruntung sepuluh pemain yang bertahan masih bisa menyelamatkan muka Super Elja dari kekalahan. Tuman.

4. Bayang-Bayang Juru Kunci

Menghadapi Persela yang menumpuk pemain di pertahanan sendiri, membuat anak asuh Dejan frustasi. Minimnya kreativitas di lini tengah, bermain tanpa visi yang jelas, kartu merah hingga gagalnya eksekusi penalti menjadi perpaduan lengkap bagi kiprah Laskar Sembada pada laga kedua.

Saat ini Super Elja berada satu strip dari posisi terbawah. Tren negatif tersebut harus diakhiri. Tim kebanggaan masyarakat Sleman harus bangkit meraih kemenangan di selanjutnya. Apabila hal itu tak terwujud, bukan tidak mungkin PSS mengukuhkan diri sebagai klub pemegang juru kunci. Ajur mumur.

5. Belum Pernah Menang Bersama Dejan

Dejan yang memegang tanggung jawab sebagai juru taktik PSS, belum mampu membawa tim menuju ke arah positif. Musim 2020 lalu, Super Elja hanya meraih satu poin. Dua kekalahan atas PSM Makassar dan Persib Bandung, serta sekali imbang atas Tira-Persikabo mereka dapatkan.

Selanjutnya, pada dua laga awal penyisihan grup di Piala Menpora 2021, Laskar Sembada juga memperoleh sebiji angka. Pertandingan pertama dijungkalkan Madura United. Kemudian, hanya meraih hasil imbang saat menghadapi Persela Lamongan. Ambyar.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.