Berita

Lima Fakta Menarik PSS vs Persebaya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dalam laga pamungkas babak penyisihan grup Piala Menpora 2021, PS Sleman berhasil unggul tipis atas tim kuat Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. Gol satu-satunya bagi Super Elja hadir melalui sepakan penalti Irfan Bachdim pada menit ke-47.

Hadiah penalti tersebut didapatkan setelah aksi Arsyad Yusgiantoro di depan gawang Bajol Ijo dijatuhkan dengan paksa oleh Rizky Ridho. Dalam pertandingan yang juga menjadi laga hidup mati bagi PSS tersebut, kami telah merangkum lima fakta menarik yang patut disimak.

1. Lolos Sebagai Pemuncak Klasemen

Tim Super Elja secara mengejutkan berhasil finis sebagai pemuncak klasemen Grup C Piala Menpora 2021. Posisi tersebut direbut Kim Kurniawan dan kolega setelah mengumpulkan total tujuh poin hasil dari dua kemenangan atas Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.

Serta satu kali seri atas Persela Lamongan dan sekali kalah atas Madura United FC. Padahal sebelumnya, pasukan Dejan Antonic itu sempat terseok-seok di papan bawah klasemen lantaran hasil yang tidak maksimal. Lakon menang keri.

2. Gol Pertama Irfan Bachdim

Pemain bintang yang dimiliki PSS, Irfan Bachdim akhirnya mencetak gol perdananya bagi tim kebanggaan masyarakat Sleman.

Tampil bak seorang pahlawan, Bachdim yang dipercaya mengeksekusi hadiah penalti, dengan tenang menceploskan bola ke gawang Persebaya yang dijaga oleh Ernando Ari.

Gol semata wayang pemain binaan FC Utrecht itu bertahan hingga peluit akhir dan membawa PSS lolos ke fase delapan besar Piala Menpora 2021. Ini merupakan catatan manis sejak Bachdim sejak didatangkan ke Sleman pada 12 Februari 2020 lalu. Kok seret?

3. Tradisi Gol Bola Mati

Anak asuh Dejan Antonic kembali melanjutkan tradisi proses gol melalui bola mati. Proses gol tersebut sudah turun menurun sejak bergulirnya Liga 1 musim lalu.

Dalam turnamen pra-musim kali ini saja PSS, sudah melakukannya sebanyak tiga kali. Hanya pada saat melawan Persik Kediri saja, Laskar Sembada mencetak gol melalui skema open playNggesek voucher.

4. Debut Pemain Akademi Bersama Dejan

Saddam Emiruddin Gaffar menjadi nama petama yang turun di pertandingan resmi PSS bersama tim senior. Pemain timnas U-19 itu mencicipi pengalaman barunya sejak dimasukkan pada menit ke-67 menggantikan Arsyad.

Meski baru sedikit menit bermain yang didapat, momen tersebut dapat menjadi modal berharga bagi Saddam untuk bersaing mendapatkan tempat utama di lini depan Super Elja. Mung njajal.

5. Bertabur Pelanggaran

Catatan terakhir yang menarik pada laga melawan Bajol Ijo adalah banyaknya jumlah pelanggaran. Berdasarkan catatan statistik yang dihimpun oleh Lapang Bola, sepanjang 90 menit telah terjadi 39 pelanggaran. Dimana 20 pelanggaran milik PSS dan 19 pelanggaran milik Persebaya.

Artinya kurang lebih setiap 2,3 menit jalannya pertandingan, terjadi satu pelanggaran. Tingginya tensi pertandingan membuat wasit lebih sering mengeluarkan kartu kuning.

Para pemain PSS mengumpulkan empat kartu kuning dan Persebaya lima karu kuning, sehingga keduanya total mengoleksi sembilan kartu kuning. Gobras-gabrus.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.