Berita

Lini Tengah PS Sleman Tampil Tidak Begitu Apik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menurut Seto Nurdiyantoro, keberuntungan menjadi faktor pembeda saat PS Sleman menghadapi Semen Padang FC (13/9). Keberuntungan itu datang pada akhir laga saat Sidik Saimima berhasil mengonversi umpan Irkham Mila menjadi gol.

“Yang pasti kami beruntung. Di babak pertama kita tertekan dan ball posession kami pasti kalah. Tapi inilah sepakbola kamu beruntung dimiliki menit akhir bisa menciptakan gol,” ungkap pelatih asal Kalasan itu.

Seto juga mengaku bahwa menginstruksikan kepada pemain untuk memainkan irama yang pelan pada babak pertama. Berbanding terbalik dengan babak kedua di mana pemain lebih diberikan kebebasan sehingga intensitas permainan sedikit meningkat.

Absennya Karl Max juga menjadi keuntungan sendiri bagi Laskar Sembada. Walau Seto tidak mau menolak memberi koentar dari segi teknis, tetapi ia mengungkapkan bahwa Irsyad Maulana yang diplot sebagai penyerang tidak begitu optimal di pertandingan kemarin.

Sebenarnya, Semen Padang FC tampil cukup lumayan dalam pandangan Seto. Namun, ia juga mamberi apresiasi kepada lini pertahanan Super Elja yang bisa menahan serangan dari tim tamu. Sebaliknya, ia justru mengritik lini tengah.

“Ini belum yang saya harapkan dari sisi permainan. Kehilangan pemain seperti Bryan dan Dave membuat lini tengahnya tidak begitu jalan. Itu jadi evaluasi kami. Jadi tadi kami tidak berjalan sesuai apa yang saya inginkan. Tetapi, yang penting untuk saya di kompetisi ini adalah menang,” imbuhnya.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.