Berita

Mantan Pemain Timnas Sayangkan Kerusuhan di Laga Pembuka Liga 1

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kerusuhan antar suporter pecah di pertandingan perdana Liga 1 antara PSS Sleman dengan Arema FC. Situasi yang semakin tidak kondusif menyebabkan laga dihentikan pada menit ke-30. Mengenai keadaan itu, Seto Nurdiyantoro memberikan tanggapannya.

“Sebenarnya kita juga menyayangkan kejadian tersebut. Saya pikir pihak berwenang sudah mengantisipasinya,” ujar pelatih asal Kalasan itu.

Ia berharap kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk suporter mengingat kerusuhan tersebut merugikan dan juga memakan korban yang terluka. Mantan kapten PSS Sleman itu juga mengimbau kepada semua pihak supaya dapat bersikap lebih dewasa.

“Harapannya kejadian ini tidak terulang lagi. Lagipula ini pertandingan perdana, pembukaan liga, sudah terjadi seperti itu. Saya menyayangkan,” ungkapnya.

Atas kericuhan tersebut, kini PSS Sleman terancam sanksi. Menurut Seto, akan jadi kerugian besar andai sanksi yang dijatuhkan harus membuat Laskar Sembada bertanding tanpa penonton. “Tentunya itu mengganggu tim. Pemain bisa tampil bagus juga karena dukungan dari suporter,” terang Seto.

Jika memang terpaksa harus tampil tanpa suporter, Seto berharap Sleman Fans tetap memberikan dukungan dalam bentuk yang lain. Meski tidak bisa datang ke stadion, setidaknya suporter bisa mendukung dengan memberikan doa.

“Yang penting kedepannya bisa lebih baik. Mudah-mudahan ini yang terakhir terjadi di sepak bola Indonesia. Harapan saya seperti itu,” pesan dari andalan Timnas di Piala Tiger edisi 2000 itu.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.