Analisis

Menjadi Penyerang Seperti Gonzales

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menjadi pencetak gol terbanyak dalam beberapa edisi Liga Indonesia tentu bukan suatu kebetulan bagi Cristian Gonzales. Urusan mencetak gol memang sudah menjadi spesialisasi pemain kelahiran Montevideo tersebut.

El Loco tentu tahu caranya memaksimalkan potensinya yang memudahkannya dalam mencetak gol. Klub manapun yang sedang dibelanya, Ia selalu mampu memenuhi ekspektasi untuk menjadi penyerang subur. PSM, Persik, Arema, Persib, hingga PSS pernah merasakan servis maksimal yang diberikan olehnya.

Dalam pembahasan sebelumnya, dapat kita ketahui berbahayanya Gonzales di dalam kotak penalti lawan. Dari 15 gol yang dicetak oleh El Loco bersama PSS, semuanya dicetak melalui tembakan dari dalam kotak penalti.

Kecerdikannya dalam mengambil posisi di dalam kotak penalti bisa menjadi faktor hal ini bisa terjadi. Penempatan posisi yang kemudian memudahkan Gonzales mencari celah di lini belakang lawan dan mendapatkan bola lebih dekat ke gawang lawan.

Seorang komentator sepakbola pernah mengatakan bahwa bukan Gonzales yang mendatangi bola, tetapi bola yang mendatanginya. Sebuah komentar yang menggambarkan kualitas El Loco dalam pengambilan posisi sebagai penyerang.

Lalu, bagaimana sebenarnya mantan pemain Madura United itu bergerak mencari posisi di dalam kotak penalti?

Mari kita pelajari pergerakan dan pengambilan posisi Gonzales di dalam kotak penalti saat membela PSS. Sebuah pergerakan yang menghasilkan banyak gol bagi Super Elja dalam upayanya mentas dari Liga 2.

Bergerak ke Stopper Sisi Jauh

Salah satu kecenderungan yang dilakukan oleh penyerang berdarah Uruguay itu ketika permainan sudah sampai ke sepertiga akhir adalah mencoba mendekati stopper yang berada di sisi jauh bola.

Alih-alih mendekat ke pembawa bola dan mencoba terlibat secara aktif dengan bertukar umpan, Gonzales justru memilih menjauh. Membiarkan rekan-rekannya terus bermain sembari dirinya mencari posisi di dalam kotak penalti.

Ruangan yang biasanya disasar oleh El Loco adalah celah antara stopper sisi jauh dan fullback. Tetapi hal ini juga sangat bergantung pada situasi pertandingan. Dengan berada pada ruangan ini, ia mendapatkan beberapa keuntungan.

Stopper yang menjaganya harus melakukan dua aksi sekaligus. Antisipasi arah umpan dan antisipasi pergerakan yang akan dilakukan olehnya. Saat perhatian stopper yang menjaganya tertuju pada bola, Gonzales bisa langsung melakukan aksinya.

Memanfaatkan titik buta lawan tersbut, ia bisa langsung memosisikan badan untuk memudahkannya melakukan gerakan untuk menyambut umpan tersebut saat umpan dilepaskan oleh rekannya. El Loco bisa mengantisipasi lebih cepat dibandingkan lawan mengenai area tujuan umpan dari rekannya.

Secara teori, terdapat beberapa kondisi yang bisa dimanfaatkan oleh Gonzales dengan mengambil posisi di antara stopper dan fullback. Jika stopper sisi jauh bergerak mendekat ke posisi bola, ia akan bebas.

Jika stopper sisi jauh tetap pada posisinya, Gonzales akan memiliki dua opsi: memanfaatkan ruang di depan stopper yang menjaganya atau tetap pada posisinya di antara stopper dan fullback.

Memanfaatkan Peraturan Offside

Ungkapan “posisi menentukan prestasi” mungkin sangat dipahami oleh Gonzales. Pengambilan posisi menjadi senjata ampuh milik El Loco saat membela PSS.

Pergerakan menarik lain darinya dalam memaksimalkan posisi adalah mengakali peraturan offside. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan situasi yang lebih menguntungkan pada fase penyelesaian akhir. Pergerakan tersebut dapat dilakukan bersamaan atau terpisah dengan aksi yang dibahas sebelumnya.

Dalam mengakali peraturan offside itu, Gonzales akan memosisikan diri pada keadaan offside hingga posisinya tidak lagi offside karena ada pemain lain yang menerima bola dalam keadaan onside. Dengan berada dalam posisi offside, ia dapat mengantisipasi lebih awal tentang kemungkinan yang bakal terjadi.

Selain itu, hal tersebut juga bisa menjadi informasi keapda rekan-rekannya untuk mengarahkan permainan ke arah tertentu hingga dirinya dapat terakses oleh pemain lain dalam keadaan yang menguntungkan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada video di bawah.

Terdapat beberapa keuntungan yang didapat Gonzales dengan berada dalam posisi offside. Keuntungan pertama adalah melepaskan diri dari marking lawan. Jika bek lawan tetap memilih melakukan marking, maka pertahanan lawan akan terenggang, terutama jarak antara lini belakang dan lini tengah.

Keuntungan lain yang bisa didapat adalah keluarnya Gonzales dari pandangan para bek-bek lawan. Situasi itu dikarenakan dalam posisi offside, bek-bek lawan akan terfokus pada permainan di dekat bola.

Dengan keluar dari pandangan lawan, pergerakan El Loco akan menjadi sulit untuk diprediksi, bagaimana dan kapan ia muncul untuk membahayakan gawang lawan.

Kelas Gonzales sebagai salah satu penyerang terbaik yang berkompetisi di Liga Indonesia tidak hilang begitu saja meski usianya sudah tidak lagi muda. Karir panjangnya di sepakbola Indonesia bukanlah suatu kebetulan. Banyak hal-hal yang bisa kita pelajari dari penyerang gaek ini.

Menjadi penyerang tak selalu harus bisa menggocek pemain lawan seperti Budi Sudarsono. Tidak mesti juga memiliki fisik sempurna dan lompatan tinggi layaknya Cristiano Ronaldo. Kita masih bisa menjadi penyerang seperti Gonzales dengan kecerdikan dalam penempatan posisi yang ia miliki.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.