Cerita

Mereka yang Bersua Kembali di Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Di Sleman, Kim Jeffrey dan Irfan Bachdim akhirnya kembali lagi membela satu kesebelasan setelah terakhir kali bermain bersama delapan tahun lalu — meski setelah itu mereka kerap berjumpa pula di acara keluarga.Kala itu, kedua saudara ipar tersebut membela panji Persema Malang.

Setelah momen tersebut, Irfan melanglang buana ke Asia. Mulai dari Chonburi FC di Thailand, kemudian pindah ke Ventforet Kofu di Jepang. Sempat pula ia membela Consadole Sapporo semusim, sebelum pulang ke Indonesia.

Di tanah air, Irfan bergabung dengan Bali United dan menjadi ikon di klub asal Pulau Dewata tersebut. Hingga pada akhirnya, pemain kelahiran Belanda itu hengkang ke Sleman musim lalu.

Sementara itu, adik iparnya terbang ke barat dari Malang. Kim mendarat di klub yang baru saja lahir, yakni Pelita Bandung Raya. Di tim itu pula untuk pertama kali ia bekerja sama dengan Dejan Antonic dan Marco Gracia Paulo.

Kim benar-benar menjadi andalan di kesebelasan yang sempat merengkuh empat besar di Indonesia Super League (ISL) itu. Ia kemudian menyeberang ke tim tetangga, Persib Bandung. Pemain yang beroperasi di lini tengah tersebut kembali diasuh oleh Dejan.

Namun, pelatih kelahiran Serbia itu hanya bertahan tak sampai semusim. Pada tahun 2016 itu pula duet guru dan murid tersebut berpisah. Dejan kembali ke Hong Kong, sementara Kim tetap membela Maung Bandung.

Dua musim terakhirnya di Bandung, ia bertemu dengan Fabiano Beltrame. Saat itu, mantan bek Persela Lamongan tersebut sedang mengurus proses naturalisasi yang baru rampung di pertengahan musim dan sempat diisukan akan dipinjamkan ke Persib B.

Fabiano sendiri merupakan pemain belakang sarat pengalaman. Ia pernah membela tim-tim besar di Indonesia, sebut saja Persija Jakarta dan Arema Malang. Sebelum ke Bandung, pemain yang lihai dalam bola mati itu juga pernah membela Madura United.

Akan tetapi, ia tak berjumpa Dejan di Pulau Garam. Istilahnya ketlisiban. Fabiano hengkang dari Madura justru saat pelatih berpaspor Hong Kong tersebut ditunjuk menangani Laskar Sape Kerab pada musim 2019.

Di sana, juru taktik berusia 52 tahun itu justru mengasuh satu bek anyar PSS yang lain, yakni Fandry Imbiri. Jika saat itu Dejan terbang dari Samarinda setelah melatih Borneo FC, Fandry justru hanya menyebrangi Jembatan Suramadu saja karena sebelumnya ia membela Persebaya Surabaya.

Bersama Bajol Ijo, pemain belakang yang memulai kariernya di Persipura Jayapura itu memiliki kenangan manis. Tepatnya pada musim 2017, Fandry berhasil membawa klub dari Ibukota Jawa Timur itu mengangkat trofi Liga 2.

Tiga dari rekannya saat merengkuh gelar liga kasta kedua persepakbolaan Indonesia tersebut ia temui lagi di Sleman. Mereka adalah Misbakus Solikin, Miswar Saputra, dan Irfan Jaya. Bahkan nama terakhir adalah pemain terbaik Liga 2 musim itu.

Skuat Laskar Sembada saat ini seperti ajang reuni. Dan mereka bukanlah yang pertama. Ada beberapa nama yang terlebih dahulu bersua kembali di Sleman. Contohnya saja Ega Rizky dan Bagus Nirwanto yang sebelumnya pernah bersama menggulingkan PSS saat berseragam PSCS Cilacap.

Komentar

Comments are closed.