Opini

Nico Velez, Jebolan River Plate Kenyang Pengalaman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Target saya bersama PSS adalah mencetak gol dan assist sebanyak mungkin. Saya juga akan berjuang semaksimal mungkin bersama tim, dan mencoba memenangkan setiap pertandingan.

Begitulah ucap Nicolas Leandro Velez dalam laman resmi PS Sleman. Sebuah kalimat yang penuh akan nada optimisme dalam menatap kompetisi musim 2021.

Nico Velez di datangkan ke Bumi Sembada setelah hengkangnya Yevhen Bokhasvili ke Negeri Jiran. Sebuah manuver yang cukup positif oleh manajemen Super Elja dalam mempersiapkan tim.

Di usianya yang beranjak menuju 31 tahun, Nico tentu sudah banyak makan asam garam di dunia si kulit bundar. Dalam riwayat perjalanan karirnya, pria asal Buenos Aires itu ternyata cukup banyak malang melintang di kompetisi sepak bola Asia Tenggara.

Tak kurang hingga 6500 menit bermain saat berkompetisi di Liga India, Liga Thailand, Liga Singapura dan Liga Malaysia.

Karier Klub

Pada tahun 1997, Nico yang usianya menginjak 7 tahun menimba ilmu sepak bolanya bersama akademi River Plate.

Bersama klub legendaris Argentina itu, ayah dua anak tersebut memulai karir profesionalnya bersama para pemain lain seperti Roberto Pereyra dan Eric Lamela hingga tahun 2010.

Ketika berusia 20 tahun, ia melanjutkan karir profesionalnya bersama Atletico Huracan. Sebuah klub lokal di Buenos Aires yang juga peserta Liga Primer Argentina. Selama beberapa tahun di sana, ia kemudian menyebrang pulau ke Atletico Sanluqueno yang berkompetisi di Segunda Division Liga Spanyol.

Hanya satu musim bertahan, Velez memulai petualanganya di Liga Singapura bersama Warriors FC. Meski sebagai pendatang baru, ia langsung membawa klubnya menjadi kampiun sekaligus memboyong gelar pemain terbaik. Bahkan, Velez sempat mendapatkan penawaran untuk membela Timnas Singapura.

Penampilannya yang ciamik membuat salah satu klub India berminat meminangnya. Lantas ia bergabung bersama North East United FC dan bahu membahu bersama Simao Sabrosa mengarungi Liga Super India.
Tak puas sampai di situ, pada tahun 2016 Velez juga berhasil meneken kontrak dengan raksasa Kroasia, Hajduk Split. Hanya bertahan semusim, ia kembali melanjutkan petualangannya di Asia Tenggara dengan bergabung ke Suphanburi FC.

Ia membukukan penampilan impresif dengan mencatatkan 13 gol dan lima asis bersama klub yang asal Thailand. Setelahnya ia bergabung ke Negeri Sembilan FA di Liga Super Malaysia.

Salah satu puncak karir bagi Nico Velez pada musim 2019/2020 adalah saat ia bemain untuk Belenenses SAD yang saat itu berkompetisi di Liga NOS Portugal. Sudah barang tentu bersaing dengan klub top Portugal seperti FC Porto, Benfica, dan Sporting CP.

Namun, perjalanan karir membawanya kembali ke Asia Tenggara untuk bergabung dengan Felda United dan terhenti akibat pandemi Covid-19. Hingga pada akhirnya pria bertinggi 173 cm itu hijrah ke PS Sleman sekarang.

Posisi dan Karakter Bermain

Dalam bermain, Velez dapat berperan multipsosisi. Bukan hanya mengisi pos sebagai seorang penyerang tengah, namun ia juga kerap menyisir sebelah kiri lapangan dan melakukan cutback. Kemudian mengeksekusi bola dengan melepaskan tendangan melalui kaki kanan.

Selain itu, Velez juga piawai membagi bola dan bekerja sama dengan rekannya untuk membongkar pertahanan lawan. Postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, membuat pergerakannya menjadi cepat dan lincah khas ala pemain Argentina.

Layak dinantikan bagaimana pembuktian seorang Nico Velez di atas lapangan. Bila melihat pengalaman yang dimilikinya, tak menutup kemungkinan ia akan menjadi andalan Super Elja dalam mencetak pundi-pundi gol.

Apalagi saat ini PSS bermaterikan pemain dengan nama-nama beken di Tanah Air. Gelandang kreatif seperti Fitra Ridwan dan Kim Jeffrey Kurniawan sudah siap menopang.

Didukung juga oleh Irfan Bachdim dan Irfan Jaya di lini depan, bukan tidak mungkin ketiganya akan menjelma menjadi trio yang menyeramkan bagi pertahanan lawan.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.