Analisis

Nostalgia Taktikal: Kemenangan Tandang di Papua

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah penampilan yang kurang meyakinkan di tiga pertandingan awal, PS Sleman langsung melakukan perubahan. Heri Kiswanto sebagai pelatih kepala memilih mundur setelah pertandingan tandang melawan Persegres Gresik United.

Dengan selisih hanya lima hari ke pertandingan berikutnya, manajemen Super Elja kala itu langsung menunjuk asisten pelatih, Seto Nurdiyantoro, untuk naik pangkat menjadi pelatih kepala.

Di pertandingan pertama setelah menggantikan Herkis, Seto memainkan formasi 1433 untuk menghadapi laga di Papua menghadapi PSBS Biak. Stya Beni mengawal lini belakang Super Elja bersama kuartet Bagus Munyeng, Zamzani, Hisyam Tolle, dan Vandy Prayoga.

Trio lini tengah diisi oleh Sahrul Kurniawan, Ilham Irhaz, dan Ichsan Pratama. Slamet Budiono dan Rifal Lastori mengapit Tambun Naibaho sebagai penyerang di lini depan.

Gambar 1. Sebelas Pertama PSBS vs PSS

Perjalanan jauh ke Biak membuat persiapan menjadi semakin bertambah mepet. Menghadapi pertandingan yang tidak mudah, para penggawa tetap mampu membawa pulang poin tiga bersama nahkoda baru, Seto Nurdiyantoro.

Dari pertandingan pertamanya, allenatore PSS tersebut juga sudah menunjukkan cara bermain yang akan diterapkannya. Progressive Possession.

Progressive Possession dan Cara Progresi Bola

Pergantian pelatih juga menandakan adanya pergantingan cara bermain. Meski dengan persiapan yang singkat, perubahan gaya main Ichsan dan kawan-kawan sudah terlihat pada pertandingan melawan PSBS.

Permainan penguasaan bola dan progresi dari lini ke lini sudah bisa diterapkan oleh anak asuhnya, walaupun belum berjalan sempurna. Salah satu yang menarik adalah cara Super Elja memanfaatkan ruang antar lini dan ruang apit (halfspace) dalan permainannya.

Berdasarkan arah umpan, terdapat tiga jenis umpan yang bisa dilepaskan oleh pembawa bola. Umpan vertikal, umpan horizontal, dan umpan diagonal.

Dalam orientasi progresi bola ke gawang lawan, Umpan horizontal tidak mendekatkan bola ke gawang lawan. Umpan tersebut biasanya digunakan untuk melakukan switch play.

Umpan vertikal merupakan umpan dengan cara tercepat untuk mendekati gawang lawan. Namun, umumnya, penerima bola akan membelakangi gawang lawan.

Sementara itu, dengan umpan diagonal, umpan yang dilepas tetap akan mendekati gawang lawan dan penerima umpan tetap mampu menerima bola dengan menghadap gawang lawan.

Salah satu keuntungan strategis dari ruang apit  adalah umpan yang dilepaskan umumnya adalah umpan diagonal. Selain itu, umpan dari ruang apit bisa mengakses dua ruang berbeda, ruang tengah dan ruang sayap.

Dalam progresi bola menuju sepertiga akhir, Super Elja akan mencari pemain di ruang antar lini. Dari ruang antar lini, penerima bola akan lebih mudah untuk merusak organisasi lini belakang PSBS.

Terdapat beberapa mekanisme yang digunakan PSS untuk mencari pemain di ruang antar lini dan memanfaatkan ruang apit.

Gambar 2. Progresi bola dengan memanfaatkan ruang antar lini dan ruang apit oleh stopper

Salah satu mekanisme progresi bola oleh pemain belakang dengan memanfaatkan ruang antar lini dan ruang apit dapat dilihat pada Gambar 2. Dalam prosesnya, Zamzani dan Tolle sama-sama membawa bola ke depan untuk memancing pemain lawan untuk melakukan pressing baru umpan dilepaskan.

Pada kasus Zamzani, pemain PSBS yang awalnya menjaga Bagus terpancing untuk menekannya. Begitu lawan melepas penjagaannya kepada Bagus, Zamzani dari ruang apit memberikan umpan diagonal kepada bek kanan Laskar Sembada tersebut yang bebas di ruang sayap. Hal itu dipermudah oleh pergerakan yang dilakukan Lastori untuk menarik fullback tim wakil Papua tersebutuntuk mengikutinya.

Pada kasus Tolle, lawan yang memilih menutup jalur umpan kepada Vandy justru membuka jalur umpan ke ruang antar lini yang diisi oleh Irhaz. Dari ruang antar lini, Irhaz langsung meneruskan bola kepada Budiono yang melakukan run in behind memanfaatkan ruang di belakang bek PSBS.

Gambar 3. Progresi bola dengan memanfaatkan ruang antar lini dan ruang apit oleh fullback

Pada mekanisme yang lain, bola kepada pemain di ruang antar lini diberikan oleh fullback melalui umpan diagonal. Dua kasus pada gambar 3 memiliki kemiripan. Dari ruang tengah, bola diumpan ke fullback.

Pergeseran secara horizontal ini kemudian dimanfaatkan oleh fullback untuk memberikan umpan kepada pemain di ruang antar lini. Irhaz atau Ichsan yang menerima bola di ruang apit kemudian meneruskan bola kepada pemain sayap secara diagonal.

Gambar 4. Proses gol kedua PSS memanfaatkan ruang apit

Gol kedua yang dicetak oleh Super Elja sekaligus juga gol kedua Tambun pada pertandingan melawan Napi Bongkar juga berasal dari pemanfaatan ruang apit dan ruang antar lini. Rangga yang menerima bola di ruang sayap mendapat tekanan dari fullback lawan.

Ichsan bergerak naik untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan fullback lawan. Gelandang lawan asal papua itu yang memilih terus mengikuti Ichsan membuat ruang di depan bek lawan kosong. Rangga masuk memanfaatkan ruang tersebut sebelum melepaskan umpan kepada Tambun.

Berdasarkan data statistik, progresi bola yang dilakukan PSS sudah berjalan. Irhaz dan kawan-kawan mampu memasukkan bola ke kotak penalti klub asal Papua itu sebanyak 32 kali, dengan rincian 24 kali dilakukan dari flank (ruang sayap) dan delapan kali dari halfspace (ruang apit).

Walaupun demikian, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Dari ruang sayap, 11 kali bola yang dikirim ke kotak penalti berhasil diterima oleh rekan satu tim.

Namun, hanya tiga yang berbuah tembakan. Sementara itu, dari 8 percobaan dari ruang apit, hanya satu kali bola berhasil dipotong oleh lawan. Dari tujuh yang berhasil diterima oleh pemain di dalam kotak penalti, tiga kali berhasil dikonversi menjadi tembakan.

Gambar 5. Grafis data entri kotak penalti PSS pada pertandingan melawan PSBS

Kemenangan tandang di Papua itu berhasil membawa PSS kembali ke jalur yang semestinya, yaitu meraih tiket promosi ke Liga 1. Optimisme kembali mekar dari Sleman Fans setelah pertandingan tersebut. Namun, hal tersebut tidak terjadi begitu saja.

Terdapat beberapa catatan menarik mengenai cara Laskar Sembada bermain. Memanfaatkan ruang antar lini dan ruang apit. Cara bermain yang kemudian mampu membawa tim ini meraih tiket promosi ke Liga 1.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.