Analisis

Nostalgia Taktikal: Transisi Jadi Kunci PSS Taklukkan Madura United

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman harus bertandang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan untuk berhadapan dengan Madura United. Tidak diunggulkan karena dalam tiga pertandingan sebelumnya gagal meraih kemenangan, anak asuh Seto Nurdiyantoro berhasil membuat kejutan. Gol tunggal Irkham Mila cukup untuk menyudahi perlawanan anak asuh Dejan Antonic, pelatih PSS saat ini.

PSS menggunakan formasi andalannya, 433. Ega Rizky berjaga di bawah mistar gawang. Bagus Munyeng, Ikhwan Ciptadi, Asyraq Guforn, dan Derry Rachman mengawal lini belakang.

Poros lini tengah diisi oleh Guilherme Batata, Dave Mustaine, dan Brian Ferreira. Kerja Yehven Bokhashvili di lini depan dibantu oleh Mila di sisi kiri dan Arsyad Yusgiantoro di sisi kanan.

Sementara itu, Madura United turun dengan formasi 4231. Pos penjaga gawang diisi oleh Mudammad Ridho. Di lini belakang, Rendika Rama, Jaimerson, Fachrudin Aryanto, dan Marckho Sandy siap menghentikan serangan lawan.

Trio lini tengah diisi oleh Asep Berlian, Zulfiandi, dan Beto Goncalves. Aleksandar Rakic diapit oleh Greg Nwokolo dan Andik Vermansyah di lini depan.

Gambar 1. Sebelas Pertama Madura United vs PSS

Secara natural, tumbukan kedua formasi membuat banyak situasi dalam keadaan sama jumlah. Situasi menang jumlah 2v1 hanya terjadi di lini belakang bagi kedua tim, dua bek bertemu satu penyerang.

Namun, pertarungan taktikal yang menarik dari kedua tim adalah mengenai cara Laskar Sape Kerap membongkar pertahanan Super Elja. Dari situasi tersebut, Batata dan kawan-kawan berhasil unggul setelah mampu memaksimalkan momen transisi.

Serangan Madura United tertahan pertahanan PSS

Super Elja mengalami sedikit perubahan formasi saat bertahan, menjadi 4141 dengan Batata sebagai pivot tunggal. Dave dan kawan-kawan mencoba bertahan dalam blok menengah-rendah.

Intensitas lini pertama pressing PSS juga cukup rendah. Mereka baru meningkatkan intensitas pressingnya ketika bola dialirkan ke sisi lapangan atau ke dalam blok pertahanan.

Di sisi yang lain, anak asuh Dejan mencoba membangun serangan dari bawah. Stopper Madura United tanpa tekanan saat menerima bola dari kiper. Kedua fullback yang mengambil posisi rendah juga memudahkan Laskar Sape Kerab untuk mensirkulasi bola.

Namun, pertanda awal bahwa Jaime dan kawan-kawan akan kesusahan membongkar pertahanan PSS adalah buruknya distribusi bola dari stopper. Lalu, apa yang menyebabkan hal tersebut?

Dalam blok menengahnya, PSS mencoba menutup akses umpan dari stopper lawan ke double pivot lawan, Asep dan Zulfiandi. Brian dan Dave melakukan penjagaan dengan orientasi man to man terhadap kedua pemain tersebut. Skema itu dibantu oleh Yehven yang sering memosisikan dirinya di ruang tengah.

Pemosisian Zulfiandi dan Asep juga memudahkan kerja bertahan PSS karena mereka sering berada di ruang di depan lini. Brian dan Dave selalu bisa menjaga akses pressing kepada double pivot Madura United dengan tetap melihat posisi bola. Selain itu, ruang untuk Jaime atau Fachrudin untuk drive ke depan juga menjadi terbatas.

Gambar 2. Skema bertahan Brian dan Dave di lini tengah

Selanjutnya, pemosisian pemain sayap Super Elja yang agak ke dalam ke ruang apit juga menghalangi jalur umpan secara diagonal dari stopper Madura United ke pemain sayap mereka.

Selain itu, Mila dan Arsyad juga berusaha menjaga akses pressing kepada fullback Laskar Sape Kerab dengan mengambil posisi sehingga fullback lawan selalu dalam pandangannya.

Gambar 3. Skema bertahan Arsyad dan Mila

Di ruang antar lini, Batata menjaga Beto atau Rakic yang bergantian mengisi ruang tersebut. Sementara lini belakang PSS tetap pada posisinya untuk mengantisipasi pergerakan dari Greg, Andik, dan Rakic.

Jika Rakic dan Beto sama-sama turun untuk mengisi ruang antar lini, stopper terdekat, Ikhwan atau Gufron, akan melakukan penjagaan ketat.

Gambar 4. Skema bertahan Batata dan lini belakang PSS

Skema bertahan yang diterapkan Super Elja tersebut cukup efektif untuk menghentikan serangan yang coba dibangun Laskar Sape Kerab. Jaime atau Fachrudin sering melepaskan umpan panjang melambung langsung pada Rakic atau Beto yang masih mudah diantisipasi oleh lini belakang PSS.

Saat bola coba dialirkan melalui fullback, penjagaan dari Dave atau Brian ke gelandang Madura United dan pressing yang dilakukan oleh Arsyad atau Mila membuat umpan progresi yang dilakukan memiliki kualitas rendah.

Selain itu, fullback Madura United sering melepaskan umpan vertikal ke Greg atau Andik yang membuat Derry atau Bagus lebih mudah melakukan antisipasi karena pemain sayap Madura United harus menerima bola dengan membelakangi gawang lawan. Batata pun tampil cukup apik saat mengantisipasi umpan-umpan yang dilepaskan ke ruang antar lini.

Perubahan terjadi ketika Asep Berlian digantikan oleh Slamet Nurcahyo. Gelandang yang juga pernah membela PSS tersebut lebih sering berada di ruang antar lini. Meninggalkan Zulfiandi sebagai pivot tunggal. Serangan Madura United melalui ruang tengah menjadi lebih berbahaya.

PSS melakukan respons dengan menurunkan blok pertahanannya dan membentuk formasi 442 untuk merapatkan ruang antar lini. Selain itu, Arsyad dan Mila sering melakukan penjagaan terhadap fullback Madura United hingga sejajar lini pertahanan untuk menjaga ruang sayap.

Gambar 5. Skema bertahan PSS saat menurunkan blok bertahannya

Hal itu menyebabkan Madura United banyak melakukan serangan melalui ruang sayap dan diakhiri dengan melepaskan crossing untuk menciptakan peluang mencetak gol, selain dari situasi bola mati. Terdapat beberapa hal yang kemudian menyebabkan Rakic dan kawan-kawan susah mencetak gol.

Pertama, Arsyad / Mila, Dave / Batata, dan Bagus / Derry cukup baik melindungi ruang sayap. Keterlibatan ketiganya juga membuat stopper PSS bisa fokus menjaga kotak penalti untuk antisipasi crossing.

Faktor selanjutnya adalah gemilangnya Batata dalam melakukan cover. Saat Arsyad atau Mila terlambat untuk melakukan penjagaan terhadap fullback lawan, Derry kemudian yang akan keluar memberikan tekanan terhadap fullback yang melakukan overlap.

Batata kemudian melakukan cover untuk melindungi munculnya jarak antara fullback dan stopper PSS dan mencegah Ikhwan atau Gufron untuk meninggalkan posnya untuk melindungi kotak penalti.

Ega Rizky juga tampil cukup apik dalam mengantisipasi crossing yang sering dilepaskan ke dalam kotak penaltinya. Bola-bola crossing datar, melambung, inswing, outswing, hingga cutback berhasil dipotongnya.

Performa para pemain Madura United juga sebenarnya menjadi faktor gagalnya serangan mereka berbuah gol. Salah satunya adalah kegagalan lini depan Laskar Sape Kerab memanfaatkan ruang di belakang lini.

Padahal, saat Beto turun, sering Gufron atau Ikhwan mengikutinya. Situasi tersbut tentu membuka ruang bagi Rakic untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh salah satu stopper PSS untuk bergerak ke ruang di belakang lini.

Selain itu, anak asuh Dejan juga gagal secara konsisten untuk membebaskan pemain di ruang sayap, terutama fullback.

Skema itu sering dilakukan dengan melakukan kombinasi umpan di ruang antar lini atau di ruang tengah untuk menarik lawan rapat secara horizontal kemudian memberikan umpan terobosan ke ruang di belakang lini PSS bagi Marchko atau Rendika.

Super Elja sendiri banyak memanfaatkan momen transisi untuk menciptakan peluang. Serangan balik PSS yang sering dimotori oleh Brian memang tidak selalu mampu mencapai kotak penalti Madura United. Momen transisi yang kemudian berhasil dimanfaatkan oleh Super Elja untuk mencetak gol juga bukan dari situasi serangan balik.

Momen transisi yang mengawali gol Mila terjadi saat Jaime gagal mengantisipasi umpan panjang melambung Ega Rizky. Umpan Ega yang sempat disundul Saimima sebenarnya mengarah kepada Jaime.

Namun, pemain asal Brasil tersebut justru gagal mengontrol bola. Kesiapan dan kecepatan Yehven dan Mila merespons perpindahan bola tersebut berhasil membuat PSS mencetak gol kemenangan.

Gambar 6. Proses gol PSS dengan merespons lebih cepat perpindahan bola dibandingkan lawan

Kemenangan yang tentu sangat berharga bagi anak asuh Seto. Selain menghentikan tren buruk pertandingan sebelumnya, kemenangan itu juga sangat berpengaruh terhadap pertandingan Super Elja selanjutnya dalam perjalanannya di Liga 1.

Hasil positif dalam laga tersebut menjadi momentum peningkatan penampilan Brian dan kawan-kawan di dua pertandingan away berikutnya: menahan imbang Borneo FC dan mengalahkan Badak Lampung.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.