Analisis

Nostalgia Taktikal: Tren Gol PSS di Liga 2 2018

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman menyudahi perjalanan Liga 2 2018 dengan status juara. Selama perjalanannya, Super Elja berhasil mencetak 53 gol. Dari 31 pertandingan yang dijalani, PSS hanya gagal mencetak gol di tujuh pertandingan.

Dua kali laga away ke Kalteng Putera, dua kali bertandang ke Madura FC, dan masing-masing sekali saat away melawan PSIM, Blitar United, dan Martapura. Namun, Jika dirata-rata, Cristian Gonzales dan kawan-kawan mampu mencetak 1.7 gol per pertandingan. Catatan yang cukup apik.

Secara umum, Seto Nurdiyantoro mencoba menerapkan permainan Possession Progressive dengan berusaha mengalirkan bola dari lini ke lini guna menciptakan peluang untuk mencetak gol.

Gambar 1. Gol-Gol PSS dalam situasi Assisted dan Unassisted

Hal itu membuat mayoritas gol yang dicetak oleh Super Elja berasal dari situasi assisted, atau situasi si pencetak gol mendapatkan bola dari umpan rekannya. Dari 53 gol yang dicetak, gol dari situasi assisted mencapai 65% (34 gol). Sisanya, 18 gol berhasil dicetak dari situasi unassisted.

Gambar 2. Lokasi Asis dari Gol-Gol yang Dicetak PSS

Lalu, dari Gambar 2, kita bisa lihat lebih dalam mengenai lokasi kreasi peluang dari Super Elja yang berhasil menjadi asis. Dari 34 gol assisted, 12 gol dicetak dari assist yang dilepaskan dari ruang sayap (flank), 10 gol dari asis di dalam kotak penalti. Dari ruang apit (halfspace) sebanyak tujuh asis, dan 5 asis dari ruang tengah (center).  

Dari 34 gol tersebut hanya tiga gol yang berasal dari situasi set piece. Selebihnya, sebanyak 31 gol dicetak dari situasi open play. Dari situasi open play itu kita masih bisa bagi lagi ke dalam dua kategori, fase menyerang dan fase transisi (serangan balik).

Jika dilihat dari data di atas, serangan PSS lebih banyak melalui area flank dengan mengandalkan kemampuan pemain sayapnya. Namun, serangan yang dibangun tidak selalu langsung menyasar area yang sering ditempati Rifal Lastori tersebut.

Super Elja biasanya mencoba membangun serangan dari lini belakang dan menguasai bola di lini tengah. Selanjutnya, proses yang dilakukan untuk memasuki area pertahanan lawan cukup bervariasi. Beberapa tren atau kecenderungannya akan dibahas di bawah itu.

Serangan ke Ruang Sayap Lawan: Dari Ruang Tengah ke Ruang Sayap

Dalam permainan possession yang diterapkan oleh anak asuh Seto, progresi bola dari lini belakang ke lini tengah melalui gelandang menjadi hal yang sering terjadi. Setelah berhasil mengalirkan bola ke lini tengah, progresi ke ruang sayap sebagai guna memecah organisasi bek lawan dilakukan sebagai aksi lanjutan.

Serangan ke ruang sayap umumnya dilakukan dengan memanipulasi fullback lawan terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menciptakan situasi menang jumlah atau menarik fullback lawan untuk keluar dari zona yang menjadi area jaganya. Selain itu, serangan ke ruang sayap juga dilakukan guna meregangkan pertahanan lawan yang rapat secara horizontal.

Serangan ke Ruang Sayap: Dari Ruang Sayap ke Ruang Tengah

Serangan yang dibangun oleh PSS tidak selalu melalui ruang tengah. Beberapa kali serangan Super Elja juga dibangun dari ruang sayap. Namun, progresi ke sepertiga akhir tidak dilakukan melalui ruang yang sama. Bola akan dialirkan lebih ke dalam secara horizonal atau diagonal, ke ruang apit atau hingga ruang tengah.

Dengan perpindahan tersebut, pembawa bola bisa berada dalam situasi yang lebih menguntungkan dengan langsung berhadapan dengan lini belakang lawan. Pada situasi itu, pembawa bola akan lebih mudah memecah lini belakang lawan dengan menarik keluar salah satu bek lawan dari posisinya.

Serangan Melalui Ruang Tengah

Serangan melalui ruang tengah umumnya dilakukan dengan memanfaatkan lebarnya ruang antar lini lawan. Setelah berhasil melewati garis pressing pertama lawan, PSS akan mencoba mensirkulasi bola di depan blok pertahanan yang dibuat lawan, umumnya lini belakang dan lini tengah. Hal itu dilakukan untuk mencari celah yang bisa dimanfaatkan di ruang antar lini.

Umumnya, terdapat dua pemain yang berada di ruang antar lini, gelandang dan pemain sayap yang masuk ke dalam. Terdapat pola menarik dalam mengakses pemain di ruang antar lini tersebut.

Dengan skema Up-Back-Through, bola akan diumpan kepada penyerang untuk dipantulkan pada pemain di ruang antar lini. Kemudian, bola akan diberikan kepada pemain lain yang bergerak ke ruang di belakang bek lawan.

Serangan Balik Melalui Ruang Sayap atau Ruang Tengah

Pada fase transisi, terdapat dua kecenderungan yang dilakukan oleh PSS dalam melakukan serangan balik. Tergantung dari ruang yang tersedia, Super Elja memanfaatkan ruang sayap atau ruang tengah untuk melakukan serangan cepat ke daerah pertahanan lawan.

Dalam melakukan serangan balik, terdapat dua pola yang digunakan oleh PSS, menggunakan pemain sayap atau menggunakan penyerang. Jadi, bola akan langsung diumpan kepada pemain sayap atau diumpan ke penyerang tengah dengan kemudian pemain sayap memberikan support.

Dari kecenderungan gol-gol yang dicetak PSS yang dibahas di atas, terdapat dua poin penting yang menjadi perhatian, Ruang antar lini dan peran pemain sayap.

Dalam fase menyerang, memanfaatkan ruang antar lini, dengan menemukan pemain untuk diumpan di ruang antar lini atau membawa bola ke ruang antar lini, menjadi suatu hal yang krusial. Dengan memaksimalkan ruang antar lini, pemain PSS menjadi lebih mudah untuk merusak organisasi lini belakang lawan dan menciptakan peluang yang lebih berkualitas.

Pada fase transisi, pemain sayap mempunyai peran yang penting saat serangan balik. Pada momen transisi, pemain sayap akan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh fullback lawan yang biasanya ikut membantu serangan.

Kecepatan yang dimiliki pemain sayap untuk segera memberikan support juga sangat membantu untuk menciptakan situasi menang jumlah. Selain itu, skill para pemain sayap dalam situasi 1v1 juga cukup baik.

Gambar 3. Peta Gol Assisted PSS di Liga 2 2018

Menciptakan peluang dan mencetak gol merupakan hal yang berkaitan. Proses kreasi peluang yang baik akan membuat pemain terakhir yang harus melepaskan tembakan berada pada situasi yang lebih menguntungkan untuk mencetak gol. Kecenderungan-kecenderungan gol yang dicetak Ichsan Pratama dan rekan-rekan menunjukkan proses penciptaan peluang yang baik.

Dari Gambar 3, kita bisa lihat bahwa mayoritas gol yang dicetak berasal dari tembakan yang dilepaskan di ruang tengah di dalam kotak penalti. Sedikit yang berasal dari sudut sempit dan dari jarak jauh. Catatan apik dari sang juara Liga 2 2018.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.