Cerita

Para Juara di Pos Bek Tengah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hingga saat ini, PS Sleman memiliki opsi melimpah di lini belakang. Setidaknya ada enam nama berposisi bek tengah murni dalam skuat yang telah diumumkan. Uniknya, kecuali Ifan Nanda yang memang baru dipromosikan dari tim Elang Muda, lima sosok lain cukup berprestasi di level profesional.

Bermula dari Asyraq Gufron, bek tengah pertama yang resmi tetap membela panji Super Elja musim ini. Bek kebanggaan asli Surabaya itu turut mengantarkan Laskar Sembada menjadi juara Liga 2 pada musim 2018 dan akhirnya mengantar PSS promosi ke Liga 1.

Di datangkan dari Persis Solo ketika babak 8 besar, ia langsung memegang peran vital. Duetnya bersama Ikhwan Ciptady benar-benar memberi rasa aman bagi pertahanan tim. Semenjak saat itu, Gufron terus menjadi bagian skuat Super Elja.

Lalu, di permulaan jendela transfer, datang Fandry Imbiri. Ia adalah mantan anak asuh Dejan Antonic di Madura United. Mengawali awal karier di Persipura, bek yang memang berasal dari Jayapura tersebut sempat menjadi bagian tim Mutiara Hitam menjuarai Indonesia Super League tahun 2013.

Harus diakui, pada saat itu, Fandry masih berstatus sebagai pemain muda dan belum banyak memperoleh menit bermain. Kontribusinya justru lebih terasa pada musim 2017. Ia menjadi palang pintu Persebaya Surabaya saat berhasil mengangkat trofi Liga 2.

Datang ke Sleman bersamaan dengan Fandry, ia adalah Fabiano Beltrame. Bek gaek asal Brazil tersebut sudah banyak asam garam di kancah persepakbolaan Indonesia.

Ia memang belum pernah menjuarai ajang resmi, tetapi catatannya bukan berarti tak mentereng. Kala membela Arema, ia pernah memenangi empat turnamen pramusim dalam kurun waktu 6 bulan. Mulai dari Inter Island Cup 2014, SCM Cup 2015, Trofeo Persija Cup 2015, dan Bali Island Cup 2015.

Sayang, masa keemasannya itu tak terhenti saat Liga Indonesia musim 2015 yang bertajuk QNB League dibatalkan karena kisruh di ranah PSSI. Hingga akhirnya persepakbolaan dalam negeri vakum akibat sanksi dari FIFA yang menyertai ontran-ontran tersebut.

Tak cukup sampai di situ, nama-nama tersebut, PSS kembali mendatangkan seorang palang pintu. Kali ini, satu bek tengah asal Balkan bernama Mario Maslac menjadi rekrutan baru. Ia tercatat pernah tergabung dalam Timnas Serbia U-21.

Bek bertampang sangar itu sebelumnya mondar-mandir di Asia dan Eropa Timur. Ia pernah menjadi bagian dari Riga FC yang bermain di kasta teratas Liga Latvia selama setengah musim. Klub tersebut berhasil menjadi juara di akhir kompetisi, walau Maslac sudah dilepas di pertengahan musim.

Terakhir, sehari setelah pengumuman hasil pembagian grup piala Menpora, Aaron Evans yang juga telah bergabung sejak musim 2020 dipastikan melanjutkan masa bakti kepada Laskar Sembada.

Sebelum bergabung dengan PSS, Evans merupakan satu dari segelintir pemain yang pertama kali mengangkat trofi resmi pada tahun 2019. Kala itu, bek asal Australia tersebut bermain untuk PSM Makassar.

Ia berhasil mengantarkan Juku Eja juara Piala Indonesia 2018-2019 dengan mengalahkan Persija Jakarta. Pada laga final leg kedua, Evans menjadi bintang dengan menyumbangkan satu gol dan satu asis yang membawa timnya menang dengan skor akhir 2-0.

Dengan kumpulan bek juara tersebut, tentu saja bayangan tentang betapa kokohnya pertahanan Super Elja mulai muncul dalam benak. Apakah mereka dapat mewujudkannya? Sangat menarik untuk dinanti.

Komentar

Comments are closed.