Berita

Pelatih PSS Sleman U-18 Ingin Membalut Pembinaan dengan Prestasi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Ini cuma recovery activity. Setelah mereka seleksi cukup berat, lalu libur hari senin. Ini untuk pengembalian kondisi saja. Belum mengarah ke taktikal,” ujar Lilik Winarno, pelatih kepala PSS Sleman U-18, saat ditemui ketika anak asuhnya menggelar latihan perdana pada hari selasa (16/4).

Pada sesi tersebut, pemain yang berasal dari luar daerah belum dapat bergabung karena masih memiliki hak dan kewajiban dalam Pemilu. Mereka baru akan bergabung hari ini. Setelah semua pemain bergabung, barulah latihan yang mengarah ke game model dimulai.

Para penggawa PSS Sleman U-18 tersebut merupakan hasil seleksi tertutup selama tiga hari, mulai dari Jumat (12/4) hingga Minggu (14/4). Pada hari pertama seleksi, ada kurang lebih 200 peserta. Meski sebenarnya tidak semua dari mereka mendapatkan undangan untuk seleksi.

“Yang datang hari pertama itu, hari Jumat, di luar perkiraan. Antusias sepak bola di Sleman ternyata sangat besar untuk PSS U-18. Begitu juga dari luar daerah, ada yang tidak kita undang tetapi datang,” ia menceritakan.

Meski begitu, semua peserta, baik yang mendapat undangan maupun tidak, tetap diakomodasi. Lilik mengaku mereka yang tidak mendapat undangan juga ada yang beberapa yang dibutuhkan oleh tim. Hingga seleksi hari terakhir, terdapat 31 pemain yang akhirnya dinyatakan lolos seleksi.

Dari 31 pemain tersebut, masih akan dilakukan seleksi berjalan sembari menjalani program latihan. Nantinya akan diambil sebanyak 23 pemain untuk mengikuti Liga 1 U-18. Nanti Insya Allah awal puasa kita sudah mendapatkan 23 pemain yang kita butuhkan. Kita kick off tanggal 15 Juni,” ungkapnya.

Mempunyai pemain yang tidak hanya berasal dari Sleman, Lilik mengakui bahwa komunikasi antar para penggawa menjadi sesuatu yang perlu dipebaiki. Budaya dan karakteristik pemain luar daerah menjadi tantangan tersendiri. “Kita coba satukan sehingga menjadi sebuah tim yang benar-benar kompetitif,” tuturnya.

Dalam mewujudkan keinginan tersebut Lilik tidak sendiri dalam tim pelatih. Ia memiliki dua asisten pelatih, yakni mantan pelatih akademi FC UNY, Andhika Djalu, serta mantan staf Timnas U-19, Budi Handoko. Mereka juga dibantu oleh seorang kitman, Topo Widagdo.

Seperti halnya sepak bola pada umumnya, kemenangan adalah target yang mereka pasang untuk PSS Sleman U-18. Mereka menginginkan pembinaan di kelompok umur U-18 ini dibalut dengan sebuah prestasi.

“Kita bikin suatu kesepakatan dengan pemain. Di kompetisi ini, apapun keadaannya, apapun kondisinya, kita akan berusaha semaksimal mungkin, sebagus mungkin untuk mencapai kemenangan di setiap pertandingan. Intinya kita bikin mereka semangat,” Lilik menjelaskan

Tim pelatih PSS Sleman U-18 juga berharap para pemainnya dapat naik ke level selanjutnya dalam beberapa tahun ke depan. Namun, itu semua bergantung ke individu pemain. “Bagaimana pemain menjalani proses latihan, bagaimana dia antusias di latihan, bagaimana dia menampilkan permainannya, itu salah satu penentu dia akan naik kelas atau tidak,” pungkasnya.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.