Cerita

Pengalaman Memesan Tiket Online Pertandingan PSS

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Memasuki kompetisi Liga 1 2019, PT PSS kembali menerapkan pemesanan tiket online untuk menyaksikan pertandingan kandang Super Elja. Kali ini, mereka melakukan kerjasama dengan Go-Tix dan Loket.com sebagai pihak ketiga.

Mengutip dari web official PSS, tujuan dari penjualan tiket secara online adalah untuk meningkatkan pelayanan serta meniadakan praktik percaloan. Harapan ke depan, seluruh pembelian tiket dilayani dengan sistem online, dan tidak ada lagi tiket yang dijual di loket stadion.

Menyinggung tiket online, sebenarnya bukan hal yang baru bagi PSS. Tahun ini adalah musim ketiga PSS menerapkan sistem serupa. Pada tahun 2017, tepatnya pada penyelenggaraan Piala Presiden 2017, PSS memperkenalkan pembelian tiket secara online dengan menggandeng brand tiketapasaja. Namun kerjasama tersebut tidak bertahan lama karena beberapa keluhan dari sistem yang digunakan.
Memasuki Liga 2 2017, PT PSS bekerjasama dengan Gojek sebagai salah satu sponsor.

Go-Tix sebagai satu bagian dari Gojek, menyediakan tiket kandang PSS.
Di Liga 2 2018, PSS kembali membuat inovasi dengan menggandeng BRI untuk penggunaan e-money sebagai pengganti tiket fisik. Saat itu, BRI e-money Brizzi, dapat digunakan sebagai tiket masuk pertandingan.

Terakhir, pada awal kompetisi 2019 PSS mempercayakan tiket online kepada Loket.com, yang juga berafiliasi dengan Go-Tix. Pada penerapannya, kita bisa membeli tiket pertandingan PSS melalui website resmi Loket.com, aplikasi Gojek, juga melalui web official PSS.

Pada tanggal 30 April 2019, saya berkesempatan untuk menjajal sistem tiket online ini untuk laga melawan PSIS Semarang, dan coba menuliskan pengalaman saya di tulisan ini. Bagi yang sudah terbiasa membeli tiket dengan menggunakan aplikasi, sangatlah mudah untuk melakukan transaksi pembelian tiket.

Tinggal klik – klik – klik, selesai. Semudah dan sesimpel itu. Hal positif dari penerapan tiket online melalui Go-Tix atau Loket.com adalah kita tidak harus datang ke stadion untuk membeli tiket di loket. Cukup dengan menggerakkan jari-jari kita di smartphone, maka tiket pertandingan sudah kita dapatkan.

Sebagai perbandingan, pembelian tiket menggunakan Go-Tix jauh lebih simpel dibandingkan dengan pemesanan lewat web Loket.com karena kita tidak perlu lagi mengisi identitas pemesan. Identitas kita yang sudah tersimpan dalam aplikasi Gojek akan menjadi identitas default ketika melakukan pesanan. Pembayaran juga sangat mudah jika kita terbiasa menggunakan Go-Pay sebagai alat pembayaran.

Namun, kalimat “simpel” tidak bisa lagi kita gunakan ketika sudah berada di area stadion. Ada beberapa prosedur yang akan memakan waktu dan tenaga, sebelum kita bisa masuk ke tribun.

Seperti layanan tiket online kebanyakan, setelah melakukan pembelian tiket, kita harus menukar e-tiket dengan tiket fisik. Penukaran e-tiket (hijau, merah, biru) dilakukan di loket sisi barat bagian selatan, hanya satu loket. Hal ini tentu kurang efisien, karena jika membeli tiket tribun merah, maka untuk mendapatkan tiket fisik kita harus berjalan jauh dan memutar. Setelah mendapatkan tiket fisik, kita pun harus kembali berjalan kembali ke gate tujuan untuk masuk tribun.

Hanya satu loket penukaran juga berpotensi menimbulkan kongesti jika ada banyak pemesan tiket online. Sebagai gambaran, jika ada 10% penonton membeli tiket online, berarti ada sekitar tiga ribu orang yang akan mengantri di satu loket penukaran.
Penukaran tiket juga tidak bisa diwakilkan, harus menggunakan kartu identitas yang sama dengan saat kita melakukan pemesanan. Hal ini memang bagus untuk menghindar kesalahan dalam penukaran tiket.

Satu hal lagi yang saya suka adalah, kita tidak perlu mencetak e-ticket yang kita miliki, tinggal tunjukkan bukti screenshot dari layar gawai kita. Satu hal baik sebagai bentuk penghematan penggunaan kertas untuk mencegah kerusakan lingkungan.
Pada akhirnya, dengan prosedur penukaran yang seperti dijelaskan di atas, orang akan berpikir lebih nyaman jika membeli tiket offline. Karena mereka tinggal membeli tiket di loket tanpa harus memutar jauh.

Akan lebih baik jika di setiap loket tribun disediakan tempat penukaran tiket. Bahkan lebih baik lagi jika pemesan tiket online tidak perlu lagi menukarkan e-ticket dengan tiket fisik. Tinggal scan barcode di setiap gate masuk tribun, akan lebih efisien dari segi waktu.

Menurut informasi, pertandingan uji tanding pramusim sekaligus digunakan sebagai bahan evaluasi penerapan sistem tiket online. Harapannya beberapa temuan bisa diperbaiki untuk mendapatkan sistem terbaik, yang bersifat saling menguntungkan semua pihak

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.