Opini

Penggawa Muda PSS dan Para Pesaingnya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setidaknya, di setiap lini PS Sleman, terdapat satu nama anak muda yang turut menjadi bagian dari tim. Harapannya, tentu mereka tak sekadar memenuhi kouta pemain saja, tetapi juga bisa menjadi bagian penting dari keberlanjutan skuat Super Elja.

Bahkan, di posisi penjaga gawang, PSS punya dua nama: Dimas Fani, yang promosi dari PSS Development Center, dan Adi Satryo, kiper andalan Timnas U-19 yang baru saja datang dari PSMS Medan.

Namun, kedua penjaga gawang itu masih harus bersaing dengan seniornya, Ega Rizky dan Miswar Saputra. Nama pertama sudah cukup lama mengunci tempat sebagai nomor satu Super Elja. Sementara itu, sosok kedua juga punya pengalaman di dua klub besar, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar.

Lanjut ke posisi pertahanan, terdapat nama Ifan Nanda yang juga jebolan dari PSS Development Center. Pos bek tengah yang ia mainkan mempunyai persaingan yang tidak kalah ketat, bek tengah muda itu harus bersaing tempat utama dengan Asyraq Gufron, Fandry Imbiri, dan Fabiano Beltrame.

Sementara itu, di area tengah juga terdapat dua nama. Yang pertama adalah Wahyu Boli. Gelandang bertahan tersebut sempat tampil gemilang dengan membawa PSS U-17 ke posisi tiga dalam kompetisi Piala Soeratin pada awal tahun 2020.

Kemudian, penggawa muda kedua ialah Ocvian Chanigio yang daerah operasinya lebih ke depan daripada Boli. Ia sendiri cukup banyak mendapat menit bermain sejak datang di era Seto Nurdiyantoro, termasuk penampilan gemilangnya menghadapi Bhayangkara FC pada musim 2019.

Lini tengah PSS sendiri tak cukup memiliki banyak opsi, mengingat Laskar Sembada biasa memainkan tiga gelandang. Namun, tetap saja Boli harus bersaing dengan Misbakus Solikin yang cukup berpengalaman di Liga 1. Jangan lupa, ada nama Wahyu Sukarta pula di pos tersebut.

Sementara itu, Ocvian kudu berebut tempat dengan Kim Kurniawan, gelandang gaek yang sudah makan asam garam dalam perkara bekerja sama dengan Dejan Antonic. Ada juga Fitra Ridwan yang masih dalam usia produktif sebagai pesepakbola.

Beralih ke flank terdapat nama Bagas Umar, pemain lain yang merupakan jebolan dari PSS Development Center. Ia memiliki pesaing cukup berat. Irkham Mila dan Irfan Jaya sepertinya mengamankan posisi tersebut.

Mila sendiri masih berusia 22 tahun dan bisa dibilang merupakan pemain muda yang paling menjanjikan. Dengan kemampuan yang menonjol saat melakukan pergerakan tanpa bola, sayap asal Tegal itu beberapa kali mendapat panggilan Timnas U-23.

Paling menarik adalah posisi penyerang utama, tercatat PSS hanya memiliki tiga pemain: Nico Velez, Rafi Angga, dan Saddam Gaffar. Dengan belum hadirnya penyerang asing asal Argentina itu, saat ini, persaingan penyerang utama praktis hanya jadi milik dua pemain lainnya.

Keduanya tidak bisa dibilang minim pengalaman. Sebelumnya, Rafi lebih banyak berkutat di kasta kedua, dengan klub yang terakhir ia bela ialah PSIM Yogyakarta. Di sisi lain, Saddam memiliki pengalaman dengan menjadi langganan Timnas U-19 asuhan Shin Tae-yong.

Walau begitu, andai mereka berdua gagal memenuhi ekspektasi, masih terdapat dua penggawa yang mengincar posisinya meski bukan pos terbaik mereka. Ada Irfan Bachdim yang kala muda pernah bermain sebagai penyerang dan juga Arsyad yang bisa pula memainkan peran itu.

Dengan cukup ketatnya persaingan, kiprah para penggawa muda Super Elja itu menjadi menarik untuk Sleman Fans nantikan. Pernyataan Dejan yang mengatakan bahwa ia akan memainkan pemuda-pemuda itu di turnamen Piala Menpora 2021 patut dinanti realisasinya.

Akankah mereka mendapat cukup menit bermain untuk menunjukkan potensinya?

Komentar

Comments are closed.