Berita

Persik Tumbang di Hadapan PSS

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman mengincar poin penuh pertamanya di ajang Piala Menpora 2021 ketika melawan Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Kali ini, Super Elja memberikan Adi Satryo penampilan debutnya di pos penjaga gawang.

Wasit meniup peluit. Persik lebih dulu mengancam melalui skema tendangan bebas.  Pad awal pertandingan, O.K. John yang berdiri di depan gawang PSS nyaris membuat Persik unggul. Namun sayang, selain sontekan yang tidak mengenai bola, posisinya juga terlanjur offside.

Justru Nico Velez yang berhasil Laskar Sembada. Berawal dari umpan Andri Ibo yang berhasil dipotong oleh Irfan Jaya, bola liar melambung. Ibo berusaha kembali menyapunya, tetapi Kim Kurniawan melakukan intersep. Ia lalu memberikan umpan ke arah Irfan Jaya di sisi lapangan.

Winger lincah itu bebas melesat dengan cepat ke depan gawang Persik. Irfan Jaya kemudian memberikan umpan tarik ke Velez yang tinggal mendorong bola saja ke arah gawang Dikri Yusron. Satu kosong.

Persik bukan tanpa peluang. Septian Bagaskara yang mendapat celah mencoba menendang bola dari jarak yang jauh meski cukup mudah ditangkap oleh Adi Satryo. Vava Yagalo juga sempat mengancam dengan menanduk bola dari Faris Aditama. Namun, si kulit bulat masih sedikit melenceng.

Setelah cooling break tim berjuluk Macan Putih itu lebih banyak menyerang melalui Faris Aditama di sisi kanan pertahanan PSS. Umpan-umpan diagonal kerap diupayakan meski lebih sering tidak menemui sasaran.

Di kubu Super Elja, Irfan Jaya nyaris menambah keunggulan. Sayang sekali, kecepatannya tidak mampu meraih umpan terobosan dari rekannya. Bola hanya berakhir di pelukan kiper Persik.

Pada pengujung paruh pertama, Arthur kehilangan bola. Sedetik kemudian, bola bergulir ke arah kaki Septian Bagaskara di sisi kiri pertahanan PSS. Lagi-lagi Mario Maslac yang menyelamatkan pertahanan PSS dengan tekelnya yang berujung kartu kuning.

Mengawali babak kedua, Dejan mengganti Arthur Irawan dengan Derry Rachman. Mantan penggawa PS Mojokerto Putra itu langsung harus menghadapi serangan Persik. Umpan-umpan pendek cepat menjadi senjata Macan Putih untuk melakukan gebrakan, meskipun gagal.

Mereka malah harus bermain dengan sepuluh pemain kala Ahmad Agung mendapat kartu kuning kedua. Pasalnya gelandang bernomor punggung 24 itu mendaratkan sikunya kepada Kim Kurniawan kala mereka berdua melakukan duel udara.

Meski tinggal sepuluh penggawa di lapangan, Persik tampak terus mengambil inisiatif menyerang. Baik Faris Aditama, Antoni Putro, Ady Eko Jayanto, maupun Septian Bagaskara berkali-kali merepotkan lini belakang PSS.

Laskar Sembada sempat membuat blunder beberapa kali saat ingin membangun serangan dari bawah. Asyraq Gufron dan Mario Maslac masing-masing sekali melepaskan umpan tanggung memudahkan lawan melakukan intersep. Untung saja, Persik masih belum dapat memanfaatkannya.

Meski unggul jumlah pemain, Super Elja malah lebih banyak bermain di belakang. Sesekali lini belakang PSS memberikan umpan jauh langsung ke depan yang tidak juga efektif. Ketika berusaha menyerang melalui gelandang mereka, serangannya kerap mentah pula.

Seusai cooling break, tampak tidak ada perubahan arah permainan. Bola masih lebih sering berada di kaki pemain Persik. Sementara itu, Laskar Sembada tampak hanya menunggu saja di belakang, menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Macan Putih sekali mendapat peluang berbahaya kala Bagus Nirwanto melanggar Hariyanto Panto. Antoni Putro yang mengeksekusi tendangan bebas mengarahkan si kulit bulat langsung ke gawang Adi Satryo. Beruntung, bola masih membentur mistar.

Hingga laga usai, PSS berhasil menjaga keunggulan satu gol atas Persik. Hasil itu membuat Super Elja menggondol tiga poin yang pertama di Piala Menpora 2021. Kemenangan perdana pula bagi Laskar Sembada di bawah Dejan Antonic kala menghadapi tim Liga 1.

Komentar

Comments are closed.