Opini

Player to Watch: Darah Muda Saddam dan Si Gaek Beto

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pertandingan pertama PS Sleman kontra Madura United di Piala Menpora 2021 tinggal menghitung hari. Laga besok (23/3), akan menjadi ajang pembuktian dua penyerang Timnas Indonesia yang usianya terpaut sangat jauh.

Pada pos penyerangan Super Elja memiliki Saddam Emiruddin Gaffar yang rutin membela Timnas U-19 Indonesia. Sementara itu, Madura United memiliki Beto Goncalves yang menampilkan performa apik saat membela Timnas Senior di berbagai kompetisi.

Saddam Emiruddin Gaffar

Pemain kelahiran Jepara itu merupakan adalah produk dari PSS Develompent Center yang sejak dua tahun lalu promosi ke tim utama. Sebelum bergabung dengan keluarga Laskar Sembada, ia tercatat pernah membela Persiku U-17 dan tim PPLP Jawa Tengah.

Setelah moncer bersama tim PSS U-18, Saddam diboyong Shin Tae-yong untuk bergabung bersama Timnas U-19 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20. Di saat yang hampir bersamaan, is naik ke tim senior PSS pada musim 2019.

Sementara itu, di timnas usia muda, ia menjadi langganan masuk dalam skuat asuhan pelatih asal Korea Selatan yang terkenal akan kedisiplinannya tersebut. Saddam tercatat ikut ambil bagian dalam pemusatan latihantimnas, termasuk yang digelar di luar negeri, seperti di Thailand, Kroasia dan Spanyol.

Saat pemusatan latihan di Kroasia, ia turun sebagian besar uji tanding yang dijalani tim U-19 Indonesia kala itu. Dirinya bahkan berhasil mencetak gol, masing-masing satu ke gawang Arab Saudi dan Qatar.

Postur fisik setinggi 1,83 meter menjadi kelebihannya. Ia memanfaatkan itu dengan menampilkan kekuatannya dalam duel. Saat berlari membawa bola, Saddam juga cukup sulit diganggu. Tendangan kaki kirinya ciamik dan mampu ia gunakan untuk mengambil bola mati.

Di skuat PSS musim ini, selain Saddam ada dua penyerang lain, yakni Dwi Rafi Angga dan Nicolas Veles. Belum hadirnya Velez dan situasi Rafi Angga yang baru beberapa minggu bergabung, menjadi kesempatan besar bagi Saddam untuk diturunkan oleh Dejan Antonic.

Alberto Goncalves da Costa

Striker kelahiran Brazil itu merupakan penyerang gaek yang sarat pengalaman di Liga Indonesia. Dirinya pernah membela tim-tim besar, seperti Persipura, Sriwijaya FC, dan Arema. Bersama Mutiara Hitam, Beto pernah menjuarai liga pada musim 2008/2009 dan menjadi top skor kompetisi 2011/2012.

Beto sediri sudah mengantongi status sebagai warga negara Indonesia awal tahun 2018. Pada warsa yang sama, Timnas yang kala itu diasuh oleh Luis Milla memanggil dirinya untuk mengisi slot pemain senior di tim U-23.

Performa Beto tidak main-main. Meski tidak berhasil mempersembah gelar untuk Indonesia, ia berhasil mencetak empat gol dalam kompetisi Asian Games 2018. Selain di ajang itu, sepuluh gol telah ia bukukan untuk Tim Garuda.

Kemudian, sejak tahun 2019, Beto memilih bergabung dengan Madura United yang kala itu diarsiteki oleh Dejan Antonic. Tiga kali menghadapi PSS pada musim tersebut, penyerang berusia 40 tahun itu sukses menyarangkan tiga gol.

Keterampilannya dalam mencari ruang di kotak penalti memang luar biasa. Begitu pun dengan kejeliannya memanfaatkan area di belakang garis pertahanan lawan yang ciamik. Kemampuan itu yang membuat ia menjadi momok bagi para bek Liga Indonesia lebih dari satu decade terakhir.

Buktinya, torehan gol Beto bisa dikatakan menakjubkan dengan 18 gol dan 5 asis dalam 27 pertandingan di Liga 1 2019. Catatan itu menempatkan dirinya di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak kompetisi di bawah Marco Simic.

Sementara itu, pada musim lalu, Beto sempat memainkan tiga laga dengan mencatatkan tiga buah gol. Capaian Beto tersebut sungguh luar biasa mengingat usianya saat itu hampir memasuki kepala empat. Sesuatu yang kudu diwaspadai oleh Laskar Sembada.

Komentar

Comments are closed.