Berita

Players to Watch: Adu Kokoh Maslac dan Jaimerson

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah mendapat hasil positif pada pekan ketiga Liga 1 melawan Arema FC, PS Sleman langsung ditunggu lawan berat lainnya. Super Elja harus menghadapi Madura United di Stadion Madya pada hari Sabtu (25/9).

Laskar Sapi Kerap belum sama sekali mendapat poin penuh, dua kali imbang dan satu kali kalah. Tentu saja mereka ingin laga keempat nanti bisa memutus tren tersebut.

Sementara itu, Laskar Sembada sudah berhasil memecah kebuntuannya kala melawan Singo Edan. Hasil tersebut pastinya menjadi semangat tersendiri untuk melewati laga menghadapi Madura United.

Menarik menanti jalannya laga ini, apalagi melihat dua pemain bertahan yang akan sepenuh tenaga menggalang pertahanan. Di kubu PSS terdapat Mario Maslac, sedangkan ada Jaimerson da Silva Xavier di tim Madura United.

Mario Maslac

Mantan pemain Timnas U-21 Serbia itu terbilang sebagai sosok pemain bertahan yang ideal dengan tinggi badan 190 cm. Tubuh tinggi besarnya sudah barang tentu dapat menjadi modal untuk menghadapi lawan-lawannya.

Pemain yang pernah memenangkan trofi Liga Latvia bersama Riga FC itu memiliki kedisiplinan tinggi dalam mengawal pertahanannya.

Ia kerap bahu-membahu dengan Gufron menjaga kedalaman dan garis pertahanan saat rekan-rekannya fokus menginvasi sektor pertahanan lawan.

Selain itu, Maslac juga cakap dalam melakukan cover di sisi sayap yang ditinggalkan fullback kala overlap. Aksi ini dapat memperkecil peluang flank PSS dieksploitasi sembari bek sayap berupaya track back.

Kelebihan Maslac yang lain adalah kemampuan untuk melepas umpan lambung akurat. Kemampuan ini sangat berguna ketika harus menghadapi lini tengah lawan yang superior.

Salah satu cara mengatasi keunggulan lawan tersebut adalah dengan melakukan bypass menggunakan umpang panjang, dan bek asing tersebut memiliki atribut untuk melakukan itu.

Jaimerson da Silva Xavier

Pemain kelahiran Brazil yang juga sudah berusia 31 tahun itu banyak menghabiskan karier di negara kelahirannya sendiri. Hingga pada 2017, ia direkrut Persija Jakarta dan meregkuh gelar Liga 1 setahun berselang.

Jaimerson terkenal sebagai pemain bertahan yang lugas dan tanpa kompromi. Ia sering melakukan sapuan bola dengan tekel yang terbilang berisiko.

Bek Madura United itu juga terkenal memiliki kemampuan mengeksekusi tendangan bebas ala Roberto Carlos dan tak jarang berbuah gol. PSS sendiri pernah merasakan situasi tersebut di Piala Menpora tahun ini.

Satu lagi atribut penting Jaimerson, yakni kemampuannya membantu progresi serangan. Ia tidak ragu membawa bola meninggalkan posnya. Tidak jarang ia berlari kesana kemari di final third terutama dalam situasi bola mati.

Entah ia sendiri yang mengeksekusi set piece ataupun bersiap menerima umpan dari sepak pojok dan tendangan bebas, Super Elja patut waspada. Penyebabnya, hingga pekan ketiga, PSS sudah kebobolan 5 gol dan 3 di antaranya melalui skema bola mati.

Komentar

Comments are closed.