Opini

Players to Watch: Duel Fabiano Beltrame dan Ferdinand Sinaga

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pertemuan antara PS Sleman melawan Persib Bandung di babak semifinal Piala Menpora 2021 sepertinya akan berjalan cukup sengit. Kedua tim merupakan juara pada fase grup: Super Elja di Grup C dan Maung Bandung di Grup D.

Pada babak delapan besar lalu, PSS mampu mengalahkan tim kuat Bali United, sedangkan Persib mengkandaskan perlawan Persebaya Persebaya. Menariknya, dua klub yang akan bertemu ini memiliki kekuatan pada lini yang berbeda.

Dalam perjalananya di Piala Menpora 2021, skuat Dejan Antonic mampu memperlihatkan pertahanan yang kokoh. Dari lima laga, mereka hanya kemasukan dua gol yang terjadi di laga perdana melawan Madura United. Salah satu faktor dari rapatnya pertahanan Super Elja kehadiran Fabiano Beltrame.

Sementara itu, anak asuh Rene Alberts menjadi salah satu tim yang tajam di 3depan gawang lawan. Total sudah sembilan bola yang diceploskan oleh para pemain Maung Bandung ke jala lawan.

Meski tak akan diperkuat oleh Wander Luiz serta Ezra Walian yang diragukan tampil akibat cedera, tim kesayangan Bobotoh itu masih memiliki striker berpengalaman. Sosok itu adalah Ferdinand Sinaga.

Peran vital dari Fabiano dan Ferdinand akan menjadi salah satu kunci bagi tim mereka masing-masing untuk meraih kemenangan.

Fabiano Beltrame

Memulai karir di Indonesia bersama Persela Lamongan, Fabiano menjelma menjadi salah satu bek tangguh di kancah persepakbolaan tanah air. Tercatat dirinya sudah pernah membela tim-tim besar seperti Persib, Persija Jakarta, hingga Arema FC.

Selain mampu mengomandoi lini belakang dengan baik, pria yang belum lama ini menjadi Warga Negara Indonesia juga memiliki kemampuan untuk menjadi algojo bola-bola mati. Tak jarang juga ia sering kali mencetak gol melalui sundulan kepalanya.

Keputusan manajemen PSS untuk merekrut Fabiano sempat menimbulkan keraguan di publik. Selain usia yang sudah hampir mencapai kepala empat, pemain kelahiran Brazil itu juga tidak bermain dalam kompetisi professional hampir selama dua musim.

Namun, dengan pengalaman Dejan Antonic yang pernah bekerjasama dengan sang pemain, Fabiano dapat menjawab pesimisme itu. Dalam empat laga di Piala Menpora 2021, Fabiano tampil sebanyak tiga kali. Dua diantaranya turun sejak menit awal dan sekali masuk sebagai pengganti.

Meski sempat menerima kartu merah kala melawan Persela, ia mampu menjawab keraguan publik dengan penampilan gemilang ketika melawan Persebaya dan Bali United.

Dengan bekal pengalaman yang sangat banyak, tak heran jika dirinya bersama Mario Maslac diharapkan oleh Sleman Fans untuk dapat menahan gempuran Febri Haryadi dan kolega.

Ferdinand Sinaga

Pemain kelahiran Bengkulu ini sudah tak asing lagi bagi pecinta sepak bola tanah air. Segenap prestasi yang ia raih bersama beberapa klub yang ia bela menjadikan Ferdinand Sinaga sebagai salah satu striker elite di Indonesia.

Pada musim 2019, penyerang berusia 32 tahun itu mengantarkan PSM sebagai kampiun di Piala Indonesia. Selain itu, puncak prestasinya terjadi ketika Ferdinand membela Persib di tahun 2014 yang mampu ia bawa menjadi yang terbaik di Liga Indonesia.

Setelah menghabiskan sekitar 4 musim di PSM dan sedikit waktu di negeri jiran bersama Kelantan FA, Ferdinand akhirnya memilih bergabung kembali bersama pangeran biru.

Di Piala Menpora 2021 ini, Ferdinand beberapa kali dicoba oleh pelatih Rene Alberts untuk mengisi lini depan Persib bergantian dengan Wander Luiz maupun Ezra Walian. Ia juga menjadi starter pada laga melawan Bali United, pemain bernomor 17 itu belum mampu berbuat banyak.

Namun, dengan banyaknya asam garam yang sudah ia miliki, Ferdinand mampu menjadi penentu kemenangan bagi timnya ketika bersua Persiraja. Gol pemain berpostur 170 cm tersebut terjadi di menit ke-93 sekaligus memantapkan posisi Persib di puncak mengungguli Bali United.

Melawan PSS, Ferdinand hampir pasti mengisi pos depan Persib yang kosong akibat Wander Luiz mendapat hukuman kartu merah. Pengalaman serta akselerasi dribbling dari mantan pemain PPSM Magelang itu menjadi senjata untuk merepotkan lini belakang Laskar Sembada.

Secara postur ia memang tidak setinggi Fabiano atau Mario Maslac. Namun, Ferdinand mempunyai senjata lain yakni penempatan posisi yang acapkali tidak terbaca oleh lawan. Jelas, pmain yang sudah 8 kali tampil bagi Timnas itu bisa menjadi momok bagi pertahanan Super Elja.

Komentar

Comments are closed.