Opini

Players to Watch: Kontribusi Nico Velez dan Frets Butuan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Laga lanjutan leg kedua semifinal Piala Menpora 2021 antara PS Sleman lawan Persib Bandung akan dihelat di Stadion Manahan, Solo. Pada laga pertama, Maung Bandung berhasil mengungguli Super Elja 2-1 di Stadion Maguwohargo, Sleman.

Dalam laga tersebut kedua tim memiliki pemain yang atributnya hampir mirip meski secara posisi main cukup berbeda. Kedua pemain tersebut adalah Nico Velez dan Frets Butuan yang sama-sama memiliki kemampuan menempatkan diri dan juga kecepatan, walau bukan pemain tercepat di timnya masing-masing.

Nico Velez

Velez yang diposisikan sebagai pemain nomor 10 di kubu Super Elja menjadi tumpuan PSS dalam perkara kreasi peluang. Meski berposisi di belakang penyerang utama, ia sangat mobile.

Gelandang jebolan River Plate tersebut kerap berlari mencoba mengisi area tengah dari PS Sleman atau sekedar menjemput bola sendiri sebelum dialirkan ke depan.

Dari lima laga yang telah dimainkan, Velez baru mencetak satu gol kala melawan Persik Kediri. Meski baru mencetak satu gol tersebut, ia selalu dimainkan Dejan Antonic sejak kedatangannya.

Pada laga kedua, Velez main dari bangku cadangan. Selebihnya, pemain asal Argentina itu selalu menjadi sebelas pertama pilihan pelatih berpaspor Hongkong tersebut.

Kepercayaan Dejan terhadapnya tentu berdasar. Di atas kertas Velez memang pemain yang lebih kreatif dibandingkan Kim Kurniawan atau Aaron Evans yang sama-sama menjadi andalan di lini tengah Super Elja.

Kemampuan olah bolanya cukup mumpuni, soal kecepatan mantan penggawa Felda United tersebut juga memilikinya. Sayang atribut tersebut belum keluar secara maksimal di laga-laga yang telah dijalaninya.

Pada pertandingan leg pertama Semifinal Piala Menpora 2021, ia kerap mengambil keputusan yang berujung sia-sia. Seperti ketika dua kali umpannya di depan gawang Maung Bandung tidak berbuah apapun.

Padahal Velez, cukup punya kelebihan soal menempatkan diri di area penyerangan lawan. Ia kerap mendapat posisi matang saat mendapat bola, sayang sentuhan akhirnya masih mengecewakan.

Pada pertandingan tersebut gol PSS sejatinya juga andil darinya. Sebelum mengirimkan umpan terukur kepada Saddam Gaffar, Samsul Arifin memperoleh bola dari pemain yang bertugas sebagai playmaker itu.

Sejatinya, gelandang serang berusia tiga dasawarsa itu hanya perlu aliran bola yang matang dari rekan-rekan di belakangnya atau sisinya. Sehingga dia tidak perlu repot lari menjemput bola ke area pertahanan PSS.

Jika umpan-umpan tersebut didapatkan, peluang  Velez untuk membahayakan gawang lawan cukup besar. Meski demikian, ia juga perlu kembali mengasah sentuhan terakhirnya agar lebih akurat antara umpan atau tembakan mencari gol.

Frets Butuan

Pemuda asal Ternate itu cukup menjanjikan di barisan penyerangan. Selama gelaran Piala Menpora 2021, ia telah mencetak tiga gol, termasuk golnya ke gawang PSS, tempo hari.

Frets hanya terpaut satu gol dari daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Menpora 2021, Assanur “Torres” Rijal. Ia kini menyamai jumlah angka yg dicetak Andri Ibo, bek gaek Persik Kediri. Walau begitu, peluang Frets menjadi pencetak gol terbanyak masih terbuka karena dirinya masih memainkan laga ajang itu.

Ia sendiri bermain sebagai sayap di Persib. Mantan pemain PSMS Medan tersebut kerap bertukar posisi dengan Febri Haryadi di area terluar. Tentu saja, sebagai winger, kecepatan menjadi senjata utama. Selain itu, dari gol-gol yang ia cetak menunjukkan penempatan posisinya juga lumayan.

Angka perdana dicetak Frets saat menghadapi Bali United. Bermula dari sepak pojok di ujung laga. Sepak pojok berhasil menciptakan kemelut depan gawang Bali United, beruntung pemain bernomor punggung 21 itu dapat menguasai bola lalu menyarangkannya ke gawang.

Sementara itu, gol keduanya hadir ketika lawan Persiraja. Kala itu, Frets mendapatkan bola sodoran dari Wander Luiz yang melihatnya bebas di sisi kanan pertahanan Persiraja, sedetik kemudian Frets melakukan penetrasi ke depan gawang dan melepaskan tembakan ke tiang jauh.

Kemudian, gol ketiganya terjadi di laga semifinal leg pertama melawan PSS. Bersama Febri, ia merupakan satu dari dua penggawa yang melakukan serangan balik cepat di menit terakhir waktu normal. Frets pula yang memanfaatkan bola muntah hasil sepakan rekannya untuk mencetak angka.

Jika ditelisik kembali, pada laga tersebut, ia hampir tidak mendapatkan peluang sekalipun. Namun, kala memperoleh satu kesempatan, winger berusia 24 tahun itu berhasil menyelesaikannya. Kemampuannya dalam memanfaatkan peluang itu perlu pula diwaspadai oleh Super Elja.

Komentar

Comments are closed.