Analisis

Preview Persib Bandung vs PS Sleman: Manfaatkan Kemampuan Ega Rizky

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pada pekan ketiga, PS Sleman bertandang ke Bandung untuk menghadapi salah satu tim besar yang memiliki sejarah kuat di liga tertinggi Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, Persib Bandung pernah sekali meraih gelar saat ditangani oleh pelatih putra daerah, Djajang Nurdjaman. Mereka juga merupakan tim yang mau merogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan pemain bintang.

Tidak tanggung-tanggung, mantan pemain Chelsea dan Real Madrid, Essien pernah bermain untuk klub kebanggan bobotoh tersebut. Musim ini, deretan pemain seperti Nick Kuipers, Wander Luiz, Geoffrey Castillion, Omid Nazari cukup sering menghiasi sebelas pertama Persib. Belum lagi ada beberapa pemain naturalisasi, yakni Victor Igbonefo, Kim Jeffrey Kurniawan, Esteban Viscarra, dan Fabiano Beltrame.

Persib menjalani persiapan pramusim dengan cukup baik. Maung Bandung melakoni laga uji tanding dengan salah satu klub kontestan liga tertinggi Malaysia. Beberapa klub Liga 1 juga mereka jajal, salah satunya saat menang 2-0 melawan PSS di Stadion Sultan Agung. Performa Persib di liga juga positif dengan dua kemenangan beruntun menghadapi Persela Lamongan dan Arema FC.

High Pressing Saat Bertahan

Pada situasi tertentu, seperti freekick, throw in, dan transisi negatif, Persib menggunakan blok 4-4-2 dengan ketinggian medium. Namun, pada kebanyakan situasi, Maung Bandung cukup konsisten dengan 4-4-2 dengan posisi blok yang tinggi. Pada saat lawan membangun serangan, mereka cenderung melakukan high pressing.

Dalam situasi tersebut, dua striker Persib, Wander Luiz dan Castiliion, langsung menempel ketat bek tengah lawan. Namun, intensitas mereka rendah untuk melakukan backpress saat bola berhasil lewat.

Akan tetapi, cara tersebut tetap saja cukup ampuh untuk mengganggu fase build up lawan. TErlebih lagi dengan kemampuan bek tengah tim-tim Liga 1 yang masih dalam penyesuaian untuk mencoba membangun serangan dari bawah.

Hal itu dapat dibuktikan dari kecenderungan Persikabo melakukan umpan panjang saat uji tanding melawan Persib. Cara yang sama juga dilakukan Persela dan Arema yang juga banyak melakukan long pass saat menghadapi Maung Bandung. Semua laga tersbut berakhir dengan kemenangan Persib.

Namun, mekanisme high pressing Persib ini bukan tanpa celah. Jarak antara striker dan gelandang mereka cukup jauh. Terdapat pula situasi kalah jumlah pada area gelandang saat Maung Bandung melakukan presssing atas dengan dua striker yang langsung menempel ketat bek tengah lawan.

Di kubu PSS, jangan lupakan faktor Ega Rizky. Saat Wander Luiz dan Castillion menempel ketat center back, ada satu pemain yang pasti bebas tanpa kawalan dalam situasi overload 3v2, yaitu kiper. Sementara itu, Persela dan Arema tidak memiliki kiper dengan kualitas passing seperti Ega Rizky.

Guilherme Batata bisa ikut membantu sebagai koneksi dengan memanfaatkan ruang yang cukup lebar di belakang striker. Mekanisme bangun serangan tersebut sudah cukup sering dilakukan Ega Rizky dan Batata di musim lalu.

Overload diarea tengah

Ketika menyerang, Persib juga cukup konsisten menggunakan dua striker. Selama uji tanding dan pada dua laga terakhir di Liga 1, Persib menggunakan formasi menyerang 4-4-2 dengan duet penyerang asing Castilion dan Wanderluis. Sementara itu, Viscarra beroperasi di sayap kiri dan Febri Haryadi menghuni flank kanan.

Persib mencoba membangun serangan dengan dua gelandang di depan back line sebagai koneksi untuk melakukan progresi bola ke depan. Saat progresi bola dari back line ke gelandang sudah dirasa sudah nyaman, Kim Jefrrey akan ikut naik membantu serangan.

Ia akan berada di belakang striker, sedangkan Omid Nazari tetap stay di area tengah. Dalam situasi tersebut, Viscarra akan bergeser dari flank kiri untuk masuk ke area halfspace. Untuk mengisi koridor sayap yang ditinggal Viscarra, Ardi Idrus akan sedikit naik.

Sementara itu, di sayap kanan, Febri atau Frets Butuan akan tetap berada di koridor flank. Situasi yang cukup berbeda dengan yang terjadi di sisi kiri membuat Supardi cenderung mengambil posisi agak rendah. Ia membentuk tiga backline bersama Igbonefo dan Nick untuk mengantisipasi serangan balik.

Hampir selalu ada empat pemain dengan jarak yang cukup dekat di depan kotak penalti, yakni Viscarea, Castillion, Wander Luiz dan Kim. Serangan Persib ini akan sangat berbahaya apabila overload di area tengah terakses. Mekanisme tersebut sangat jelas terlihat saat Maung Bandung menang melawan Persela 3-0 di Jalak Harupat.

Mampulah Bagus Nirwanto dan kolega mengatasinya?

Komentar

Comments are closed.