Analisis

Preview Persib vs PSS: Waspadai Taktik Man Marking

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Persib Bandung membangun serangan dari bawah dengan set up awal mulai dari fullback yang rendah mengandalkan dua gelandang didepan backline sebagai distributor bola. Selain itu, PS Sleman harus mewaspadai pergerakan Esteban Viscara dan Ezechiel N’douassel.

Kedua pemain tersebut sering melebar atau drop ke halfspace untuk melakukan overload di koridor sayap. Tujuannya adalah membebaskan pemain yang akan melakukan crossing atau penetrasi memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan.

Sejak sebelum melatih Persib, Coach Rene Albert memiliki taktik bertahan man marking oriented, taktik bertahan yang melakukan penjagaan pemain satu lawan satu secara ketat. Dengan begitu, tentunya taktik ini membutuhkan kondisi fisik dan konsentrasi yang prima.

Ada konsekuensinya pula memakai man marking, yakni struktur bertahan yang terlihat sedikit berantakan. Diantaranya adalah jarak pemain menjadi renggang dan ruang antar lini yang terbuka lebar. Inilah yang seharusnya bisa dimanfaatkan PSS untuk menciptakan peluang.

PSS harus bisa lepas dari penjagaan man marking terlebih dulu untuk bisa memanfaatkan lebarnya ruang antar lini Persib dengan nyaman. Rotasi posisi dari para gelandang dengan aliran bola yang cepat adalah opsi pertama yang harus dilakukan.

Barisan backline terutama bek tengah harus lebih aktif terlibat dalam membangun serangan saat gelandang dijaga ketat dangan mencoba untuk sedikit naik. Hal itu akan membuat PS Sleman superior dalam jumlah pemain di tengah dan akan membuyarkan konsentrasi penjagaan man marking gelandang Persib.

Opsi selanjutnya adalah barisan penyerang baik striker maupun winger lebih aktif lagi untuk memanfaatkan ruang antar lini belakang dan lini tengah Persib. Ketika ruang antar lini bisa terakses dan bola dikuasai dengan nyaman, kemungkinan untuk menciptakan peluang dan mengkonversikannya menjadi gol akan relatif lebih mudah.

Komentar

Comments are closed.