Analisis

Preview Persija vs PSS: Misi Berat di Jakarta

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pada pekan 6 Shopee Liga 1, PSS Sleman akan bertandang ke Bekasi untuk menghadapi tuan rumah, Persija Jakarta. Dari empat pertandingan yang sudah dijalani, PSS tiga kali bermain kandang dan baru satu kali bermain tandang. Hal berbeda dialami oleh Persija. Tim kebanggaan ibukota ini memainkan empat pertandingan awal Liga 1 dengan status tim tamu. Super Elang Jawa akan menjadi tim pertama yang harus menghadapi Macan Kemayoran di kandangnya.

Meski harus memainkan laga kandangnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, The Jak, pendukung Persija, tentu akan memberikan dukungan terbaiknya sebagai pemain ke-12. Catatan musim lalu sudah menjadi bukti. Persija berhasil menjadi juara Liga 1 meski harus memainkan partai kandang di enam stadion di lima kota berbeda. Hal yang harus diwaspadai oleh Bagus Nirwanto dan kolega.

Macan Kemayoran mau tidak mau akan menampilkan permainan terbaik di rumahnya sendiri. Walaupun tanpa sejumlah pilar penting seperti Andritany, Rezaldi Hehanusa, Steven Paulle, Ryuji Utomo, Heri Susanto dan Ramdani Lestaluhu, anak asuh Julio Banuelos tentu akan tampil agresif demi tiga poin pertama di Liga 1. Kedalaman skuat yang cukup baik juga membuat Persija tetap kuat, siapapun pemain yang turun untuk bermain.

Datang menggantikan Ivan Kolev, Julio Banuelos langsung memberikan efek positif bagi permainan Bambang Pamungkas dan kolega. Hal yang paling mencolok tentu pada fase menguasai bola. Bermain dengan formasi 4-3-3, Persija kami prediksi akan memaksimalkan penguasaan bola untuk menembus pertahanan PSS. Rohit Chand memang akan memegang peran penting dalam menginisiasi serangan Persija. Namun, strategi yang digunakan Julio tentu tidak hanya bertumpu pada satu pemain. 

Pada pertandingan melawan Persela, juara bertahan Liga 1 ini mampu bermain dengan struktur yang baik sehingga memudahkan dalam membangun serangan. Koneksi antara lini belakang dan lini tengah terjaga dengan baik. Marco Simic dan Rico Simanjuntak juga selalu bergerak aktif untuk bisa “terlihat” dan menjadi opsi umpan bagi pembawa bola.

Jika berhasil menemukan pemain yang bebas di ruang antar lini, Persija akan langsung mencoba menciptakan peluang, melalui crossing atau through ball. Jika proses membangun serangan berhasil dilakukan dan memaksa lawan untuk bertahan lebih dalam, Macan Kemayoran akan mencoba melakukan sirkulasi horizontal untuk memecah blok pertahanan lawan sebelum masuk ke fase penciptaan peluang.

Meredam serangan Persija akan menjadi tantangan bagi PSS. Ini bukan hanya tugas Alfonso atau Gufron sebagai pemain belakang. Bukan pula tugas Wahyu Sukarta atau Nerius Alom seorang karena mereka menempati posisi gelandang bertahan. Super Elja harus bertahan secara kolektif, dari Yehven di lini depan hingga Ega Rizky atau Try Hamdani sebagai kiper. Jarak antar lini tidak boleh terlalu jauh, untuk memastikan para pemain Persija tidak nyaman menguasai bola. Saat melakukan tekanan pada pembawa bola, semua pemain harus bergerak bersama-sama, menyesuaikan posisinya.

Super Elja bukan tanpa peluang. Terdapat beberapa catatan yang dapat dimanfaatkan oleh Brian Ferreira dan kolega untuk mengejutkan Persija. Jika Persija memilih untuk lebih bermain di fase menguasai bola, PSS harus kuat mengontrol ruang saat fase tidak menguasai bola dan mencari kesempatan saat transisi menyerang. Ruang yang ditinggalkan fullback Persija saat membantu serangan bisa coba dimanfaatkan Kushedya Yudo dan rekan-rekannya.

Anak asuh Seto Nurdiyantoro harus selalu waspada. Jika Super Elja mampu mematikan setiap terkaman yang akan dilakukan oleh Macan Kemayoran, misi berat mencuri poin bukan hal yang mustahil. Pertandingan tentu akan berjalan menarik. Terlepas dari panasnya tensi pertandingan yang akan terjadi, mari kita jadikan pertandingan PSS melawan Persija sebagai perayaan sepakbola, bersama-sama. Dalam suasana hangat persaudaraan.

Komentar

Comments are closed.