Analisis

Preview PS Sleman vs Persikabo: Waspadai Overload di Area Sayap

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sama-sama menelan kekalahan di pekan perdana Liga 1 2020, tentunya laga minggu besok (8/3) adalah ajang pembuktian dari kedua tim. Musim lalu, PS Sleman kalah 1-3 saat bertandang ke Stadion Pakansari pada putaran pertama dan membalas habis-habisan dengan skor 5-2 saat Persikabo datang bertamu di Stadion Maguwoharjo

Dua dari lima gol dicetak oleh striker jathilan, Kushedya Hari Yudo. Sementara itu, masing-masing satu gol dicatatkan Irkham Milla dan Ocvian Chanigio. Tambahan gol terakhir dibukukan center back PS Sleman, Asyraq Gufron, yang berlari membawa bola dari setengah lapangan.

Kemudian, melepaskan tendangan kerasnya yang mampu menjadi gol penutup pada laga. Seisi stadion bergemuruh merayakan kemenangan hari itu. Kegemilangan fantastis menjadi laga penutup yang manis di akhir musim 2019.

Persikabo sempat melakukan beberapa uji tanding, salah satunya melawan Persib Banding yang berakhir dengan skor kaca mata. Di laga itu, mereka tidak mampu berbuat banyak saat membangun serangan, karena dua striker Persib langsung menempel ketat ke dua bek tengah Persikabo.

High pressing yang dilakukan Persib memaksa Dwi Kuswanto untuk terus melakukan build-up dangan cara melepaskan umpan panjang langsung ke depan dengan target Alex Goncalves. Bola kedua pun cukup sulit didapatkan oleh Ciro Alves dan kawan-kawan.

Berbeda saat laga pertama Liga 1 2020 menghadapi Arema Malang yang berakhir dengan kekalahan dua gol tanpa balas dari Hari Yudo dan kolega. Arema yang bertahan dengan struktur 4-4-2 dan menerapkan blok bertahan dengan ketinggian medium.

Hal ini direspon dengan baik oleh lini pertahanan Persikabo dengan berani membangun serangan dari bawah untuk memberi kenyamanan lebih dalam membangun serangan. Guntur Triaji cukup sering turun sehingga sejajar dengan dua bek tengah untuk membuat situasi menjadi 3v2 melawan striker Arema.

Sisa dua gelandang lain di depan backline, Arthur Bonai dan Izmi Hatuwe berfungsi sebagai penyambung koneksi antara lini belakang dan penyerang. Sementara itu, fullback Persikabo saat build up diposisikan cukup tinggi dan agresif dalam membantu serangan.

Lantas, apa sebeneranyaΒ  yang ingin dilakukan Persikabo saat menyerang?

Saat menghadapi lawan dengan blok medium yang menggunakan dua striker, Persikabo mencoba untuk melakukan overload di sisi sayap dengan memanfaatkan dua bek sayap yang aktif dalam membantu serangan.

Mereka menumpuk pemain untuk menang jumlah dan menciptakan satu pemain bebas yang bisa melakukan penetrasi dan melepaskan umpan silang. Minimal selalu ada tiga pemain yang terlibat dan melakukan kombinasi di area flank tersebut, yaitu atu gelandang, fullback, dan winger.

Super Elja harus mewaspadai kecerdikan Ciro, Petteri Penannen, dan Arthur dalam melakukan running from behind untuk mengeksekusi ruang di belakang barisan pertahanan. Terlebih Ciro, ia memiliki kecepatan dan skill individu 1v1 yang sangat baik. Kecenderungan Ciro untuk melakukan cut inside dan shooting saat bermain di sayap kiri juga patut diwaspadai.

Namun, Persikabo bukannya tidak memiliki celah. Ada beberapa sisi yang bisa dieksploitasi PS Sleman untuk memenangkan laga dan meraih poin penuh pertama di kandang sendiri, Stadion Maguworahjo.

Ruang antar lini Persikabo cukup bisa dieksploitasi saat mereka melakukan pressing atas. Ruang yang ditinggalkan bek tengah saat naik untuk melakukan cover di ruang antar lini juga bisa dimanfaatkan. Selain itu, ada situasi yang sangat jelas dimanfaatkan Arema saat meraih poin penuh di Pakansari, yaitu situasi transisi bertahan.

Situasi ini tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak bisa dipisahkan dari situasi lainnya yang terjadi dalam sepak bola, yakni menyerang dan bertahan. Situasi transisi bertahan adalah situasi peralihan dari menyerang, hilang bola, dan bertahan.

Apapun yang terjadi saat situasi transisi bertahan adalah konsekuensi dari mekanisme Persikabo menyerang. Pesikabo menyerang dengan fullback yang naik secara agresif untuk menambah jumlah di area sayap. Dengan begitu, ada ruang di belakang fullback yang cukup besar.

Ruang tersebut bisa dieksploitasi oleh Irkham Mila dan Irfan Bachdim saat melakukan serangan balik. Harapannya, Mila bisa melakukan hal yang seperti biasanya ia lakukan, yaitu running from behind dan membantu Yevhen Bokhasvili menambah pundi golnya atau bahkan mencetak gol untuk dirinya sendiri dan membuahkan angka untuk PS Sleman di Liga 1 tentunya.

Komentar

Comments are closed.