Analisis

Preview PSM Makssar vs PS Sleman: Waspadai Wide Rotation

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman bertandang ke Makassar untuk menjalani laga perdana di gelaran Liga 1 musim 2020 dengan segala kusutnya urusan di manajemen. Namun, pemain beserta jajaran ofisial harus tetap fokus melangkah mengarungi liga musim ini. Kita sama-sama tahu itu, tetapi jangan kerutkan dulu dahimu. Mari bekerja keras untuk mencapai target menembus papan atas.

Super Elja datang ke Makssar dengan membawa bekal dua kali uji coba dengan tim sesama Liga 1: kalah 0-2 dari Persib dan imbang 1-1 dari Persipura. Di sisi lain, PSM Makassar selain melakukan uji tanding dengan Bhayangkara FC dan Persikabo.
Mereka juga sudah menjalani 4 laga di AFC Cup. Hasilnya, dua kali menang di fase kualifikasi melawan Laenok United. Kemudian, di fase grup, PSM memenangkan satu laga menghadapi Shan United serta menelan kekalahan dari Tampines Rovers. Dengan bekal beberapa laga tersebut, tentunya mereka merasa lebih siap untuk laga besok.

Di bawah asuhan Coach Bojan Hodak, PSM menyerang dengan variasi formasi 4-2-3-1 atau 4-4-2, mencoba membangun serangan dari bawah dengan fokus mencari gelandang yang bebas di area tengah.

Biasanya, akan ada dua gelandang sejajar di depan backline yang bertugas sebagai koneksi sirkulasi bola. Urusan opsi di ruang antar lini akan menjadi tugas sang gelandang serang Wiljan Pluim. Opsi lain, bisa juga diisi dengan rotasi posisi winger yang bergerak agak ke dalam, sedangkan area flank yang ditinggalkan winger tersebut akan diisi oleh fullback yang overlap.

Pergerakan wide rotation ini cukup ampuh menciptakan pemain bebas untuk melakukan umpan silang. Sementara itu, di depan gawang akan ada tiga pemain yang bersiap untuk menerima bola crossing tersebut.

Di situasi lain, saat gelandang dan area tengah tidak terakses, barisan belakang PSM, seperti Serif Hasic dan Hussein El Dor cenderung akan langsung melakukan umpan panjang ke penyerang tengah.

Bagus Nirwanto dan kolega harus benar-benar mewaspadai pergerakan winger PSM yang mencari second ball di belakang mereka. Kecepatan Yacob Sayuri dan Ferdinand Sinaga tentunya sangat berbahaya andai terlepas dari penjagaan.

Solusi yang mungkin bisa dilakukan oleh PSS terhadap serangan PSM adalah dengan menjaga kerapatan jarak antar pemain saat bertahan sehingga memberi sedkit ruang yang bisa dieksploitasi. Lini serang Laskar Sembada juga dapat melakukan provokasi kepada backline PSM untuk cepat melakukan umpan panjang dengan cara menutup opsi passing ke area tengah. Cara tersebut tentunya diselesaikan dengan mengantisipasi second ball.

Sepak bola tidak hanya urusan bagaimana mencegah lawan mencetak gol, tetapi juga bagaimana menciptakan gol untuk memenangkan laga. Saat bertahan, PSM cenderung melakukan pressing dengan formasi 4-4-2.

Dua striker di depan akan menjadi orang pertama yang melakukan pressing. Sementara itu, winger PSM baru akan bereaksi saat fullback atau pemain lawan di sisi luar menguasai bola. Dua gelandang sisanya bertugas melakukan penjagaan man marking terhadap pemain tengah lawan. Pressing para penggawa Juku Eja mencoba mengarahkan atau menyudutkan serangan lawan ke samping.

Poin menarik dari mekanisme pressing PSM dan yang bisa juga dimanfaatkan adalah lebarnya ruang antar lini PSM saat melakukan high pressing. Kebiasaan striker tidak melakukan backpress juga menjadi faktor penting untuk menciptakan situasi menang jumlah di area tengah.

Ruang antara winger dan striker juga relatif bebas untuk bisa digunakan sebagai progresi bola, baik oleh gelandang maupun bek tengah yang mencoba drive ke depan untuk memecah konsentrasi gelandang PSM dalam bertahan. Sementara itu, PSS memiliki Asyraq Gufron dan Aaron Evans yang memiliki keberanian untuk melakukan hal tersebut.

Komentar

Comments are closed.