Analisis

Preview PSS Sleman vs Arema FC: Jalan Terjal di Laga Awal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah melalui penantian dan pengorbanan yang panjang, pada akhirnya PSS bisa berlaga di Kompetisi tertinggi di tanah air, Liga 1. Pertandingan pertama Super Elja didapuk sebagai pertandingan pembuka Liga 1 2019, pada pertandingan itu PSS akan menghadapi Arema FC.

Arema FC tentu bukanlah tim sembarangan, pada gelaran Piala Presiden 2019, Arema FC berhasil keluar sebagai juara. Di event yang sama, PSS gagal di fase grup.

Walaupun pertandingan ini bertajuk Laga para juara, namun tentu ada perbedaan besar antara kedua tim ini, terutama dari sisi skuat yang ada.

Sang tamu, diisi pemain – pemain bintang dan berpengalaman macam Hamka Hamzah, Hendro Siswanto, Ricky Kayame, Makan Konate. Terbaru, mereka mendatangkan eks bintang Bali United, Sylvano Comvalius.
PSS, memilih mendatangkan pemain – pemain eks Liga 2 dan pemain asing debutan untuk mengarungi Liga 1 musim ini. Eks Liga 1 yang direkrut, pun dominan diisi pemain senior macam Purwaka Yudhi, Jajang Sukmara, dan Rudi Widodo.

Pertemuan terakhir kedua tim ini terjadi 4 tahun yang lalu, kala itu PSS All Star harus mengakui keunggulan Arema Cronus, 1-4.
Membicarakan kekuatan Arema FC, tentu tidak lepas dari ketajaman lini depannya. Ada nama Comvalius, Dedik Setiawan, Rifaldy Bauwo, dan Ricky Kayame. Nama terakhir berhasil menjadi top skorer Piala Presiden 2019.

Hal ini dibuktikan pada 5 pertandingan resmi terakhir Arema FC di Piala Presiden lalu. Mereka berhasil mengoleksi 14 gol, dengan rincian 5 gol di pertandingan kandang dan 9 gol di pertandingan tandang.
Serangan dari Arema akan diawali dari Makan Konate. Perannya sebagai playmaker membuatnya diberikan kebebasan dalam mengolah bola.

Kemampuan Arema juga berasal dari eksekusi bola mati para pemainnya, terutama saat melakukan sepak pojok. Pemain belakang PSS harus mewaspadai 2 nama: Comvalius dan Hamka Hamzah.
Dengan catatan seperti itu, lini belakang PSS wajib waspada dalam menghadapi serangan Arema. Peran dari gelandang bertahan menjadi yang paling krusial dalam menghalau setiap serangan Singo Edan.

Meredam serangan Arema menjadi tantangan tersendiri bagi PSS, karena pada kenyataannya lini tengah mereka masih belum begitu padu. Batata dan Alom belum berhasil menunjukkan performa terbaiknya dalam beberapa pertandingan ujicoba.

Menurut perkembangan terakhir, Batata dipastikan absen karena menderita cidera sehingga kemungkinan besar posisi gelandang bertahan akan dipercayakan kepada Alom. Nerius Alom wajib membatasi kreativitas dari Makan Konate.

Selain di area pertahanan, PSS juga mempunyai masalah besar di lini depan. Dalam 5 pertandingan resmi terakhirnya, PSS hanya berhasil mencetak 2 gol. Yaitu saat mereka mengalahkan Borneo FC di ajang Piala Presiden. Selain itu, di 3 pertandingan ujicoba PSS hanya berhasil mencetak 1 gol kala melawan PSIS.

Loyonya produktivitas PSS tidak lepas dari kegagalan lini tengah PSS memberikan suplai bola ke lini depan. Dari beberapa pertandingan terakhir, Seto tampak belum menemukan formulasi yang pas untuk lini tengah. Para pemain asing yang digadang menjadi pembeda belum menunjukkan performa yang diharapkan.

Brian yang diharapkan menjadi seorang playmaker belum bisa menjadi penghubung bola ke lini depan. Malah pemain Argentina ini sering off position dan salah pengertian dengan pemain lainnya.

Hal ini praktis membuat lini tengah PSS hanya mengandalkan Dave Mustaine. Man of The Match partai final Liga 2 ini didapuk menjadi box to box midfielder, namun sering kesulitan untuk menyalurkan bola ke depan karena belum padu dengan Brian Fereira. Walau begitu, kemungkinan trio Alom – Dave – Brian akan tetap dimainkan sejak awal.

Kesulitan mengalirkan bola ke lini depan, praktis Dave menyisakan opsi untuk meberikan umpan ke lini sayap. Di sana, Seto juga masih berkutat dengan masalah. Lini sayap PSS tidak lagi segarang musim lalu. Pemain seperti Rangga, Yudho, Arsyad, Tuharea kesulitan mengirimkan umpan kepada penyerang PSS.

Arema diprediksi akan menguasai pertandingan, mereka akan sangat dominan di lini tengah. Zonal marking mungkin bisa dipraktekan oleh PSS, dengan menumpuk pemain di area kotak pinalti. Menunggu pemain lawan kehilangan bola dan segera melakukan fast break. Saat menghadapi bola mati, harus ada yang secara khusus mengawal Comvalius dan Hamka Hamzah jika tidak ingin kecolongan.

Selain itu, para pemain harus meminimalkan kesalahan – kesalahan elementer yang ditunjukkan pada beberapa pertandingan terakhir. Salah paling, terlalu lama kehilangan bola, kecolongan bola – bola mati jangan sampai diperlihatkan di pertandingan ini.

Membicarakan peluang, tentu PSS punya kans untuk memenangkan pertandingan ini. Dalam sepakbola tidak ada yang tak mungkin. Kita berharap evaluasi yang dilakukan tim pelatih berdampak positif dan PSS bisa mendulang poin penuh.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.