Analisis

Preview PSS Sleman vs Bhayangkara FC: Adu Kuat Lini Tengah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Libur lebaran telah usai, Shopee Liga 1 siap kembali dimulai. Setelah pekan 4 harus disesuaikan jadwalnya akibat berbenturan dengan agenda tim nasional, PSS Sleman akan kembali bermain di rumahnya, Stadion Maguwoharjo, melawan Bhayangkara FC, Jumat (21/6) pada pekan kelima Liga 1.

Dalam pertandingan terakhirnya, kedua tim berhasil mendapatkan hasil yang cukup baik. Super Elja berhasil mencuri poin dari Persipura. Sedangkan The Guardian mampu menyudahi perlawanan Barito Putera dengan skor 4-2.

Walaupun berstatus sebagai tim baru di dunia sepakbola Indonesia, Bhayangkara FC mampu menjadi tim yang cukup solid. Memiliki materi pemain yang mentereng dan dengan kedalaman skuad yang baik menjadi senjata andalan anak asuh Alfredo Vera dalam mengarungi Shopee Liga 1 2019.

Pertandingan yang akan berjalan menarik dan tidak mudah akan dijalani oleh Bagus Nirwanto dan kolega. Tapi akan menjadi sulit juga bagi Awan Setho dan kolega karena mereka harus melawan 11 pemain PSS di lapangan dan ribuan Sleman Fans di stadion Maguwoharjo.

Sama seperti PSS, Bhayangkara FC juga menampilkan permainan proaktif dengan berusaha lebih banyak menguasai bola. Mencoba membangun serangan dari lini belakang, mencoba menguasai bola untuk mencari celah mengalirkan bola ke lini tengah dan mencoba menciptakan peluang mencetak gol saat mengalirkan bola ke lini depan. Lini tengah menjadi salah satu kekuatan utama The Guardian dalam menjalankan skema permainannya.

Dalam tiga pertandingan awal, Bhayangkara FC menurunkan komposisi lini tengah berbeda di tiap pertandingan tanpa banyak mempengaruhi permainan secara tim. Flavio Beck Junior menjadi satu-satunya nama yang selalu menjadi pilihan utama.

Reksa Maulana, Muhammad Hargianto, Lee Yoo-Joon, Wahyu Subo Seto, dan Nur Iskandar bergantian mendampingi Flavio Beck di lini tengah. Kualitas lini tengah ini juga diimbangi oleh lini depan yang mumpuni. Dendy Sulistyawan, Ilham Udin Armayn, dan Herman Dzumafo, dan Ramiro Fergonzi selalu siap menyelesaikan setiap peluang yang tercipta.

Secara tim, Indra Kahfi dan Anderson Salles akan mencoba mencari celah melepas umpan pada Lee Yoo-Joon yang diprediksi mengisi pos no. 6 Bhayangkara FC. Untuk membantu proses bangun serangan ini, Flavio Beck juga sering turun untuk membantu menjadi opsi umpan bagi lini belakang.

Untuk mengatasi penjagaan lawan, ketiga gelandang Bhayangkara FC juga sering melakukan rotasi posisi antar ketiganya, dengan tetap menjaga posisinya agar mampu tetap menjadi koneksi antara lini belakang dan lini tengah.

Kombinasi umpan akan dilakukan dengan tujuan mencari pemain bebas di ruang antar lini lawan.Pemain bebas di ruang antar lini ini kemudian akan berusaha menciptakan peluang dengan melepaskan through pass ke pemain depan atau memberikan umpan ke pemain sayap untuk kemudian diteruskan dengan crossing atau cutback.

Flavio Beck menjadi pemain yang harus diwaspadai oleh Nerius Alom dan kolega. Selain baik dalam membantu membangun serangan saat turun ke posisi yang lebih rendah, pemain tengah berkebangsaan Brasil ini memiliki kreativitas yang mematikan saat berhasil menerima bola di ruang antar lini.

Terdapat dua opsi untuk mematikan kreativitas Flavio Beck. Mengisntruksikan pemain untuk menjaganya secara ketat di ruang antar lini atau memutus aliran bola ke Flavio Beck. Saat bertahan, Super Elja harus memastikan bahwa tidak ada ruang antar lini yang bisa dimanfaatkan lawan dengan nyaman. Pertahanan yang rapat menjadi keharusan bila ingin meredam serangan Bhayangkara FC. Hal ini secara tidak langsung akan mengurangi ruang bagi Flavio untuk berkreasi.

Selain itu, dalam tiga pertandingan sebelumnya, Bhayangkara FC kesulitan untuk membangun serangan saat akses umpan dari lini belakang ke pemain di area tengah berhasil ditutup. Melakukan pressing secara kolektif untuk mengganggu bangun serangan The Guardian bisa menjadi senjata untuk memutus aliran bola ke Flavio Beck atau pemain lain di ruang antar lini.

PSS tidak perlu merasa inferior. Kunjungan ke Jayapura menjadi bukti bahwa tim ini juga memiliki kekuatan yang cukup baik, saat bertahan maupun saat menguasai bola. Lini tengah Super Elja nyatanya mampu cukup nyaman menguasai bola dan mencari celah untuk menciptakan peluang.

Nama Dave Mustaine dan Ricky Kambuaya mungkin masih kalah mentereng dibandingkan Hargianto atau Subo Seto. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi para gelandang PSS untuk unjuk kemampuan. Ajang pembuktian diri bahwa mereka juga memiliki kualitas untuk bersaing di liga teratas Indonesia.

Brian Ferreira dan kolega akan mendapatkan ujian kreativitas berikutnya dari strategi bertahan Bhayangkara FC. Bertahan dengan formasi 4-2-3-1, dengan pemain sayap sedikit masuk ke tengah, The Guardian berusaha mencegah lawan mengalirkan bola langsung ke area tengah pertahanan mereka. Lini tengah PSS wajib untuk memeras otak dan menguras seluruh ide kreatifnya untuk membongkar pertahanan lawan.

Selain itu, momen transisi harus dimaksimalkan sebaik-baiknya oleh PSS. Gelandang dan pemain sayap Bhayangkara FC yang sering terlambat bereaksi saat tim kehilangan bola bisa dimanfaatkan Yehven dan kolega untuk menyerang Indra Kahfi dan kolega.

Tim pelatih dan pemain sudah berlatih keras dan menyiapkan diri untuk pertandingan Jumat besok. Sekarang saatnya Sleman Fans juga ikut mempersiapkan diri untuk memberikan dukungan terbaik. Mari berikan dukungan terbaik bagi para pemain yang sudah berlatih keras untuk bisa tampil dalam performa terbaiknya di hari pertandingan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Komentar

Comments are closed.