Analisis

Preview PSS Sleman vs Semen Padang FC: Ujian Konsistensi Laskar Sembada

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan Arema FC di pertandingan pertama, Sabtu (25/5) malam, PSS Sleman akan melanjutkan petualangannya di Liga 1 dengan menjamu Semen Padang FC.

Berbeda dengan PSS, SPFC harus mengawali kompetisi dengan kekalahan di pekan pertama. Semen Padang FC takluk dari PSM dengan skor tipis 1-0 saat bertandang ke Makassar. 

Pertandingan nanti akan mempertemukan dua klub dengan misi yang berbeda. Super Elja mengemban misi untuk menjaga konsistensi permainan dan melanjutkan tren kemenangan. Sementara Kabau Sirah datang ke Sleman dengan tujuan bangkit dari kekalahan. Pertandingan yang juga akan mempertemukan dua pelatih yang baru menyelesaikan kursus AFC Pro, Seto Nurdiyantoro dan Syafrianto Rusli.

Meskipun sedikit diunggulkan karena hasil pekan pertama dan hasil pertemuan terakhir di final Liga 2, penggawa Laskar Sembada dilarang overconfident. Kabau Sirah memang kalah dari PSM di pekan pertama. Namun, Irsyad Maulana dan kolega berhasil menyulitkan tim tuan rumah walaupun tanpa dua pemain asingnya yang masih cedera, Marcio Barcia dan Jose Sardon.

Absennya Barcia dan Sardon membuat Semen Padang FC meninggalkan formasi 4-3-3 yang sering mereka gunakan pada Piala Presiden. Saat melawat ke Makassar, coach Syafrianto memilih untuk bermain dengan formasi 5-4-1 atau 5-2-3. Kabau Sirah mencoba menerapkan pertahanan rapat dan berlapis di daerahnya sendiri. Menunggu lawan membuat kesalahan dan kehilangan bola untuk selanjutnya melakukan serangan cepat memanfaatkan momen transisi.

Jika dua pemain asing di atas masih belum bisa dimainkan, SPFC kemungkinan akan menerapkan skema yang sama saat mereka bertandang ke Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Dua gelandang tengah akan mencoba memberikan proteksi tambahan untuk lini belakang dengan menjaga jarak tetap rapat. Sedangkan kedua winger, Dedi Hartono dan Irsyad Maulana, akan menjadi ancaman utama pertahanan PSS pada momen serangan balik.

Diperkirakan absen selama 2 minggu, kemungkinan lini tengah PSS akan kembali diisi oleh trio Alom, Dave , dan Brian Ketiga gelandang akan memainkan peran yang sangat besar dalam usaha mencari solusi untuk memecah pertahanan rapat dari Semen Padang FC. Bukan perkara mudah. Dengan formasi 5-4-1 dan taktik yang digunakannya, Syafrianto berani mengklaim bahwa anak asuhnya berhasil mematikan Wiljan Pluim, salah satu gelandang kreatif terbaik di Liga Indonesia.

Terdapat dua tantangan bagi coach Seto untuk pertandingan melawan anak asuh coach Syafrianto. Pertama, mereka harus mampu membongkar rapatnya pertahanan Kabau Sirah. Anak asuh Seto Nurdiyantoro harus mampu dan mau bersabar dalam membangun serangan dan menggoyah blok bertahan lawan. Tantangan kedua adalah antisipasi serangan balik lawan. Struktur yang baik saat membangun serangan akan mempermudah Super Elja dalam antisipasi momen transisi ini. Memanfaatkan penguasaan bola dengan baik, untuk menyerang dan bertahan wajib hukumnya apabila tidak ingin kecolongan oleh serangan cepat Kabau Sirah.

Overconfident bukan pilihan yang tepat apabila ingin memberikan kado indah untuk PSS di usianya yang ke-43. Percaya diri harus, tapi jangan meremehkan. Kemenangan PSS atas Arema FC masih meninggalkan beberapa catatan. Dave dan kolega baru bisa tampil lebih baik di babak kedua. Peluang PSS untuk menang melawan Kabau Sirah akan lebih besar apabila mampu menampilkan permainan seperti pada babak kedua saat melawan Singo Edan. Mari berharap Super Elja mampu konsisten bermain baik dan konsisten mendapatkan poin 3.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.