Analisis

Preview PSS vs Persebaya: Mencari Celah Antar Lini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman dijadwalkan akan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu, (13/7). Dari tujuh kali pertandingan, Persebaya meraih 12 poin dengan rincian tiga kali menang, tiga kali seri dan satu kali menelan kekalahan.

Sedangkan PSS yang baru menjalani enam laga, berhasil menang dua kali, sekali kalah dan seri di tiga pertandingan sisa. Total PSS mengumpulkan sembilan poin.

Persebaya sempat mengalami tren positif dengan tiga kemenangan beruntun sebelum ditahan imbang Barito. Green Force mampu mencetak 11 gol ke gawang lawan sebelum bertandang ke Maguwoharjo.

Gol-gol tersebut tercipta dari koneksifitas pemain bertahan dan gelandang dalam membangun serangan secara progresif dengan mencari pemain yang bebas diantar lini untuk mengakses ruang di belakang lawan.

M. Hidayat memiliki kecenderungan turun sejajar dengan bek tengah membentuk tiga pemain bertahan. Hal ini mempermudah sirkulasi bola secara horizontal untuk menggoyang struktur bertahan lawan hingga ruang antar lini terakses. Kalaupun ruang antar lini tidak terakses, Lizio dan para winger rajin turun untuk menjemput bola.

Ruben Sanadi, fullback senior yang kembali mendapat panggilan timnas ini rajin melakukan overlap membantu serangan Persebaya. Siapapun pemain Persebaya yang memegang bola sangat susah untuk tidak tergoda mengumpankan bola ke Ruben.

Selain crossing-nya yang ciamik, finishing touch Ruben juga cukup baik. Satu gol yang bersarang di gawang Borneo adalah bukti kualitasnya membantu serangan Persebaya bersama Manu Jalilov.

Lantas haruskah PSS merasa inferior? Ini Sleman bung, haram hukumnya merasa kecil dirumah sendiri!
In my teams, the goalie is the first attacker, and the striker the first defender,” ujar johan Cruyff.

Y. Baha dan kolega harus berani menganggu fase awal Persebaya membangun serangan, karena ketika mereka sudah merasa tidak nyaman sedari awal, hal ini akan memudahkan bagi PSS untuk bertahan atau mengantisipasi aksi serangan Persebaya selanjutnya.

Menutup koneksi antar centre back, dan akses bola ke gelandang adalah langkah awal menggangu kenyamanan Persebaya dalam membangun serangan, menjaga gelandang di depan area backline merupakan aksi lanjutan yang harus dilakukan untuk mencegah bola bisa progres atau sirkulasi ke sisi lainnya.

Mekanisme tersebut bertujuan untuk memaksa Persebaya membangun serangan melalui sisi samping, yang relatif lebih mudah diantisipasi daripada bola progres melalui tengah.

Jangan lupa juga pasang mata baik-baik dan cepat bereaksi terhadap penyerang Persebaya yang turun menjemput bola seperti Irfan jaya, bila aksi ini lepas akan sangat mudah memecah konsentrasi bertahan.

Persebaya memiliki double pivot yang disiplin menjaga lini pertahanan mereka, tapi bukan berarti PSS tidak bisa menembus pertahanan Persebaya. Selalu menjaga koneksi antara lini pertahanan dan gelandang agar selalu bisa terakses, adalah hal penting bagi PSS dalam membangun serangan.

Jika Batata dan kolega sabar memainkan bola dari kaki ke kaki, pindahkan bola dari sisi ke sisi maka akan ada celah yang bisa dimanfaatkan dari lebarnya ruang antar lini Persebaya. Segala kemungkinan celah tersebut wajib dicoba para penggawa Super Elja.

Apalagi PSS akan bermain di hadapan puluhan ribu Sleman fans yang tak berhenti bernyanyi, seharusnya menjadi motivasi lebih untuk mendulang poin penuh di kandang sendiri.

Sedikit menelisik ke musim-musim sebelumnya, PSS dan Persebaya pernah sama sama berjuang di liga 2. Bonek pernah menunjukkan dukungan moril yang mengharukan saat PSS gagal naik kasta dua musim lalu.

Begitu pula aksi BCS dan Sleman fans yang melakukan boikot pertandingan demi solidaritas kepada Persebaya. Sekarang, kedua tim ini berada di level yang sama, semoga tingginya intensitas pertandingan tidak melunturkan silaturahmi kedua suporter.

Komentar

Comments are closed.