Analisis

Preview PSS vs Persela: Jangan Anggap Remeh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Persela Lamongan memang berada di bawah PSS jika melihat urutan klasemen sementara Shopee  Liga 1. Laskar Joko Tingkir tertahan di posisi 15 atau  satu strip di atas zona degradasi. Namun bila melihat cara bermain yang ditunjukkan Alex dan kolega, kitat patut waspada terhadap Persela.

Persela datang ke Bumi Sembada dengan track record yang cukup mentereng. Dari lima pertandingan terakhir,  mereka tak sekalipun kehilangan poin.

Bahkan sanggup mengalahkan Bali united dengan skor 2-0. Pertandingan  terakhir di Stadion Surajaya, mereka juga menahan imbang tim besar Persib Bandung dengan skor 2-2.

Nil Maizar adalah salah satu pelatih yang berkarakter dan cukup idealis dalam memainkan sepakbola bermazhabkan defend counter. Berbeda dengan Seto Nurdiyantoro,  pelatih kepala PS Sleman ini memainkan sepakbola yang lebih menyerang menyerang berbasis ball possesion.

Di bawah asuhan Nil Maizar, Persela perlahan mulai bangkit menjadi tim dengan pertahanan yang cukup solid dan agresif dalam mengganggu fase awal lawan membangun serangan. Mereka bertahan dengan formasi 4-4-2 dengan level pertahanan yang medium.

Mereka akan melakukan pertahanan rapat di area tengah Lapangan. Lalu gelandang mereka yang diisi Kei Hirose lebih terbiasa melakukan man marking.

Dua pemain asing Persela yakni Alex dan Kei Hirose  akan mencoba melakukan pressing atas untuk mengarahkan serangan lawan melalui samping dan mencoba untuk merebut bola dengan menumpuk pemain di area dekat di mana bola sedang berada.

Prioritas utama mereka melakukan hal itu adalah untuk mencegah bola dari lawan bisa bergerak melalui area tengah. Saat bola sudah dimainkan disalah satu bek tengah, Alex bereaksi untuk menutup koneksi antar dua bek tengah lawan.

Sementara kei Hirose yang di awal bertugas menjaga gelandang bertahan lawan, akan bereaksi melakukan pressing ke pemain bertahan lain yang membawa bola.

Yang dilakukan kei Hirose ini cerdas karena dalam satu aksi dia dapat menciptakan dua keunggulan sekaligus, yakni menutup akses operan ke gelandang bertahan lawan untuk yang nantinya akan dialirkan ke tengah, dan juga mengganggu pemain bek tengah memegang bola.

Dalam situasi ini, si pemegang bola akan terjepit karena ketersediaan  opsi passing yang minim, karena pemain sayap yang dekat dengan bola akan menjaga fullback lawan.

Biasanya  si pembawa bola akan melakukan long pass jauh ke depan dengan tingkat akurasi yang rendah. Hal ini relatif akan lebih mudah untuk diantisipasi dari pada serangan yang dilakukan secara konstruktif dan bergerak melalui area tengah.

Mekanisme pertahanan di atas cukup sukses Persela lakukan saat melawan Borneo FC, Madura  United dan Persib Bandung.

Untuk menang, PSS harus bisa nyaman dalam memainkan gaya permainan sendiri. Sepakbola menyerang dengan basis ball posession, berani membangun serangan dari bawah dan bergerak dari lini ke lini.

Untuk nyaman tersebut, PR pertama yang harus diselesaikan secara tuntas adalah melepaskan diri dari pressing Alex dan kei Hirose .PSS harus memastikan bahwa koneksi antar pemain tidak terganggu sehingga sirkulasi bola bisa berjalan lancar dan tidak masuk ke dalam perangkap jebakan pressing yang dilakukan Persela.

Langkah kedua adalah  rotasi posisi para gelandang dalam melepaskan diri dari penjagaan man marking. Dalam fase ini fullback PSS berperan krusial untuk menjaga lebar area permainan sehingga memberikan ruang yang cukup  bagi penyerang untuk menerima bola di ruang antar lini.

Yang terakhir adalah efektivitas penyelesaian akhir. Bagaimana nantinya setiap peluang harus bisa dikonversi menjadi gol. Jangan sampai peluang matang yang datang terbuang sia-sia akibat penyelesaian yang kurang tenang ataupun tidak melihat posisi rekan sendiri yang lebih strategis.

Pemain PSS harus yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Mereka harus nyaman dalam memainkan sepakbola itu sendiri, sehingga naluri bermain dengan gaya permainan PSS sendiri bisa muncul dengan di dampingi intruksi pelatih Seto Nurdiyantoro langsung dari pinggir lapangan.

 

Komentar

Comments are closed.