Berita

Preview PSS vs Persija: Dominasi Adalah Kunci

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Persija datang ke Bumi Sembada dengan semangat kebangkitan, laga terakhir berhasil dimenangkan dengan skor 1-0 di kandang PSM. Ya, PSM tim dengan pemain berkualitas seperti Wiljan Pluim, Asnawi Mangkualam dan Ezra Walian itu takluk oleh persija dihadapan suporter mereka sendiri, ini menandakan bahwa PSS harus berhati hati dengan kebangkitan Persija.

Kebangkitan Persija ini tidak lepas dari kualitas sang pelatih anyar Edson Tavarez, pelatih kebangsaan Brasil dengan CV yang lumayan mentereng, pernah manangani sejumlah klub dan tim nasional dengan prestasi yang tidak bisa diremehkan. Terakhir, Edson menangani klub liga 2 Jepang, Yokohama Marinos. Edson hampir membawa Yokohama promosi ke liga tertinggi jepang setelah musim sebelumnya berada diperingkat 10, tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa jika mengingat liga jepang dan timnas nya adalah salah satu negara dengan sepak bola yang sangat modern.

Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana Persija dibawah asuhan Edson? Persija menyerang dengan formasi 4-3-3. Mereka mencoba membangun serangan dari bawah dengan fokus mencari pemain bebas dikoridor sayap melalui area tengah. Sandi sute dan Rohit Chand berfungsi sebagai gelandang yang mengoneksikan dan mendistribusikan bola ke para pemain sayap seperti Heri Susanto dan Rico Simanjuntak.

Kita tahu bahwa nama terakhir yang disebut adalah winger lincah full skill yang sangat berbahaya jika dibiarkan leluasa memegang bola diarea pertahanan PSS. Melalui pemain-pemain sayap Persija ini, umpan-umpan manja akan ditujukan untuk sang striker, Marko Simic. Perlu digarisbawahi bahwa torehan gol Simic lebih baik dari andalan kita, Yehven Bokhashvili. 

Persija bertahan dengan formasi 4-2-3-1, mencoba melakukan pressing atas dengan Simic sebagai orang pertama yang melakukan pressing, namun dengan intensitas yang tidak terlalu agresif. Blok bertahan akan sedikit merapat ke tengah dengan gelandang yang melakukan penjagaan man marking oriented, sedangkan posisi winger berada di-halfspace untuk cover area tengah, tetapi juga tetap menjaga akses pressing ke bek sayap lawan. Pengorganisasian permainan yang cukup rapi dilakukan Edson di Persija.

Lantas, bagaimana cara PSS agar untuk mengamankan poin tiga di kandang?

Langkah awal yang harus dipastikan adalah bagaimana Persija tidak mampu menyerang dengan baik, tentu saja memutus koneksi bola di fase awal Persija membangun serangan adalah syarat mutlak untuk itu. Dengan memutus koneksi penyerangan sejak awal, maka kualitas serangan Persija akan tidak maksimal. PSS juga harus mewaspadai kecenderungan bek tengah Persija, Xandao.

Ia cukup berani membawa bola kedepan untuk mencari opsi pemain bebas di area tengah maupun dikoridor sayap. Saat Xandao berani naik membawa bola ke depan, tentunya jumlah pemain Persija di tengah akan bertambah. Dengan jumlah pemain yang lebih banyak, maka akan menciptakan opsi passing. Hal ini akan sangat mengganggu konsentrasi bertahan para pemain PSS di lini tengah.

Untuk menang, maka kita harus menciptakan jumlah gol yang lebih banyak dari tim lawan. Walaupun organisasi bertahan Persija rapi, ternyata blok bertahan Persija tidak begitu konsisten saat mengahadapi lawan dengan penguasaan bola yang lama. Blok bertahan Persija akan cenderung pasif saat mengahadapi lawan yang memiliki penguasaan bola yang mampu mesirkulasikan bola dengan baik untuk menggoyang blok pertahanan mereka. Sangat positif sekali bagi kita, karena mendominasi permainan dengan ball possesion adalah karakter permainan PSS, PSS cukup memainkan sepakbola dengan cara PSS sendiri, tentunya dengan sabar dalam memainkan tempo hingga ada celah yang sangat bisa dimanfaatkan oleh para gelandang untuk menciptakan peluang.

Komentar

Comments are closed.