Analisis

Preview PSS vs Barito Putera: Saatnya Bangkit

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Barito Putera datang ke Kabupaten Italia dengan membawa  skuat yang mentereng. Mereka memiliki stok gelandang berlabel timnas yang akan diuji kualitasnya oleh sang local hero, Wahyu Sukarta. Pemain PSS harus percaya diri sejak pertandingan dimulai dan jangan pernah merasa kecil ketika berhadapan di depan ribuan pendukungnya.

Dari dua hasil kekalahan yang meyakitkan, tentu ada pelajaran yang bisa diambil. Kekalahan di Bali memberikan catatan yang menarik. Sempat mencoba menunggu untuk bertahan di duapertiga lapangan sendiri di babak pertama, lalu di awal babak kedua PSS mencoba untuk bangkit.

Pemain PSS lebih berani naik menekan Bali United dalam membangun serangan, mereka telahlebih nyaman dalam penguasaan bola. Walaupun hanya beberapa menit tapi cukup memberikan harapan bahwa kita bisa mencuri angka di laga melawan Bali malam itu.

Yang menarik adalah, cara bermain yang hanya sebentar itu justru merupakan cara bermain originalnya PSS. Cara bermain seperti itulah yang harus pemain ingat dan bawa ke setiap laga laga berikutnya. Dan cara itu juga yang harus dimunculkan saat melawan Barito putera nanti.

Barito memiliki style bermain menyerang. Mereka membangun serangan dari bawah, mencoba mencari pemain yang bebas diruang antar lini. Evan Dimas dan Bayu Pradana bertugas sebagai distributor aliran bola. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan tiga pemain bertahan untuk sirkulasi.

Aksi mereka selanjutnya apabila ruang antar lini tidak terakses adalah dengan taktik long ball ke Winger atau striker. Rizki pora adalah salah satu pemain yg menjadi target long ball Evan Dimas dan kawan-kawan di belakang.

PSS juga harus mewaspadai umpan-umpan terobosan Barito yang  menyasar ruang di belakang Purwaka dan pemain bertahan lain. Gavin Kwan, Samsul Arif dan Friska Womsiwor memiliki kemampuan melihat ruang yang baik untuk bisa menciptakan peluang dari situasi tersebut.

Kuncinya adalah jika PSS tidak mau repot-repot untuk menghandle Riski Pora dan kolega di pertahanan sendiri, Baha dan barisan depan PSS harus bisa mengganggu fase awal Evan Dimas membangun serangan.

Untuk menang kita tidak hanya berusaha  mencegah lawan mencetak gol, tapi kita juga harus berusaha menggetarkan gawang lawan. PSS harus berani membangun serangan dari bawah untuk mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola. Peluang banyak tercipta apabila pemain PSS nyaman dalam menguasai bola dimulai saat membangun serangan.

Meskipun Barito memiliki blok pertahanan yang lumayan rapat dia rea tengah, masih ada ruang yang bisa dimanfaatkan Yudho dan rekan-rekannya untuk mengkreasi peluang dan menjadikannya gol. Dukungan para Sleman fans untuk datang dan terus bernyanyi lantang menggemakan stadion Maguwoharjo akan memberikan pengaruh besar bagi para penggawa Super Elja.

Satu satunya harapan kita agar PSS mendapat raihan positif adalah kemampuan belajar para pemain PSS.  Dengan skuat yang disisi oleh kebanyakan pemain muda yang masih bisa terus berproses, mari kita support mereka untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainan, karena apabila kualitas individu permainan mereka meningkat, maka secara tidak langsung performa tim PSS akan ikut meningkat pula.

Jangan pernah mengeluh apabila Mila belum bisa mencetak gol seperti yang dilakukan Andik Vermansyah. Jangan menghujat berlebihan apabila Gufron belum serapat Hamka Hamzah. Mereka masih muda dan masih berproses. Mari kita kawal bersama demi kejayaan Super Elja.  Siap penuhi stadion sore nanti Sleman fans?

Komentar

Comments are closed.