Cerita

PS Sleman dan Gempa Jogja 2006

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Empat belas tahun silam, sekitar pukul 6 pagi hari bencana alam gempa bumi menghampiri Yogyakarta dan sekitarnya. Tak ada yang menyangka gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 skala richter berdurasi hampir satu menit yang terjadi berdampak sangat besar. Korban berjatuhan, gedung dan rumah rata dengan tanah, kepanikan dan trauma membekas tak tertinggalkan.

Bangunan kemudian menjadi hal yang ditakuti, orang-orang ramai memasang tenda di halaman di malam harinya. Isu tsunami turut menjadikan langit Jogja kian gelap.

Bencana alam tersebut juga berpengaruh untuk tiga tim sepakbola di DIY, PSS, Persiba, dan PSIM yang kemudian mengundurkan diri dari kompetisi Liga Djarum XII. Dengan skep nomor 17/VI/2006 tertanggal 16 Juni 2006, federasi mengabulkan permohonan pengunduran diri oleh tiga tim DIY tersebut.

Sebelum bencana datang, Liga Indonesia yang pada waktu itu bernama Liga Djarum XII sedang berlangsung. PSS Sleman tergabung di grup timur bersama Persipura, PSM, PKT Bontang, Persibom, Persmin, Persik, Persiwa, Persema, Persiter, dan tim tetangga Persiba Bantul.

Di awal musim, PSS segera mendapat pelatih papan atas Mundari Karya. Sayang, beberapa minggu menangani skuad Super Elja ia jatuh sakit lalu mengundurkan diri. Manajemen tak tinggal diam, mantan pemain nasional Hery Kiswanto kemudian menggantikan posisi Mundari Karya. Persiapan mepet dimaksimalkan Hery Kiswanto guna menjalani kompetisi, komposisi pemain PSS sendiri terbilang cukup dengan legiun asing seperti Anderson Da Silva, Wanderson Da Silva, Fatecha Ojeda, dan Oyedepo George. Pemain lokal juga tak kalah kelas, Agus Purwoko dan M. Ansori menjadi duet bek sayap. Choirul Anam, Busari, Slamet Nurcahyo, Bayu Cahyo, Aceng Juanda, Rochy Putiray, dan ‘si kurus’ Kurniawan Dwi Yulianto turut mengisi skuad PSS di musim tersebut.

Elang Jawa bermain konsisten dengan selalu meraih kemenangan di tiga laga awal, memasuki pertengahan kompetisi dengan jadwal yang tidak bersahabat penampilan PSS menurun tajam. Kemudian bencana alam gempa bumi menimpa Yogyakarta dan sekitarnya, PSS mengundurkan diri dari kompetisi di posisi ke 13 klasemen akhir musim 2006 wilayah timur.

Sembari beribadah bagi yang menjalankan, sejenak mari menundukkan kepala, mendoakan yang mendahului kita, waspada dan saling menjaga keluarga.

 

Komentar

Comments are closed.