Berita

PS Sleman Tindak Lanjuti Kebijakan Operator Liga

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hasil pertemuan seluruh klub Liga 1 bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai opertator kompetisi di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, menegaskan beberapa hak dan kewajiban tim. Di anataranya adalah soal protokol kesehatan.

Setiap klub paling lambat melakukan tes swab mandiri pada tanggal 23 September 2020. Hasilnya diharapkan diperoleh dalam 1 hingga 2 hari dan kemudian dilaporkan kepada PT LIB.

Sementara itu, di tengah kompetisi, setiap klub diwajibkan melakukan tes swab setiap 14 hari sekali. Biaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut ditanggung oleh operator liga.

Andai hasil yang diperoleh menunjukkan ada personil yang dinyatakan positif Corona, maka tim harus mengambil langkah sesuai protokol yang dijelaskan dalam Workshop Medical. Detailnya akan dijelaskan dalam pertemuan pada awal September.

Untuk masalah akomodasi terkait pertandingan, PT LIB akan memberikan support fasilitas transportasi dari daerah asal hingga ke kota digelarnya laga. Selanjutnya, transportasi lokal di dalam kota akan diurus oleh panitia pelaksana pertandingan dari klub yang berstatus sebagai tuan rumah laga.

Selain menyediakan akomodasi di dalam kota digelarnya laga dengan menyediakan bus dan hospitality, klub tuan rumah juga harus mengurus beberapa hal lain seperti saat liga berjalan dalam situasi normal, di antaranya adalah stadion kandang, media, serta perizinan dan keamanan.

Menindaklanjuti keputusan dari PT LIB tersebut, PS Sleman menjadwalkan pertemuan internal untuk menentukan kebijakan klub. Rapat tersebut akan dilangsungkan langsung di Sleman, tidak hanya secara daring.

“Senin saya sudah sampai Sleman. Kami rapat internal bersama direksi dan manajemen. Kita susun semua berdasarkan hasil manager meeting,” ujar Direktur PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo, seperti dikutip dari INDOSPORT.

Soal urusan keuangan, terdapat dana segar yang dikucurkan oleh operator liga yang tercantum dalam kontribusi komersial. Sebelumnya, klub sudah mendapat kontribusi serupa dalam dua tahap. Setiap termin berjumlah 520 juta rupiah, sehingga total 1,04 miliar sudah diberikan.

Selanjutnya, saat kompetisi dilanutkan kembali, setiap klub akan mendapat dana sebesar 4,8 miliar rupiah terhitung mulai September 2020 hingga Februari 2021. Pembayarannya akan dilakukan per termin sebesar 800 juta rupiah.

“Kita setidaknya sudah memiliki gambaran mengenai skema keuangan nanti. Memang skenario yang disiapkan PT LIB sudah sesuai dengan salah satu rencana kami,” tutup Marco menanggapi kebijakan finansial dari penyelenggara kompetisi.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.